The Life-Changing Magic of Tidying Up

Menghuni ruangan yang rapi dan bersih tentu menjadi keinginan bagi setiap orang. Karena itu, perlu dilakukan berbenah setiap kurun waktu tertentu untuk mempertahankan kerapian ruangan. Namun, kenyataannya tidak setiap orang bisa berbenah dengan baik, termasuk saya. Tidak heran, ruangan yang telah dirapikan bisa kembali berantakan, bahkan hanya dalam hitungan jam😦   

Membaca buku Marie Kondo, The Life-Changing Magic of Tidying Up, membuat saya sadar bahwa berbenah itu bukan sekedar memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, atau menyingkirkan benda yang tidak dibutuhkan satu per satu. Ada serangkaian kegiatan yang perlu dilakukan, agar kegiatan berbenah berhasil dan rumah terjaga kerapiannya dalam waktu lama.

Melalui bukunya, Marie Kondo memperkenalkan Metode KonMari (KonMari Method). Metode ini bukan hanya sekedar tata cara untuk mengorganisir dan menata barang, tetapi juga panduan untuk memperbaiki pola pikir, supaya bisa menciptakan keteraturan dan menjadi pribadi yang lebih rapi. Marie Kondo yakin bahwa dengan menata ulang rumah secara menyeluruh, gaya hidup dan perspektif orang juga akan ikut berubah drastis.

Awalnya, saya meragukan bahwa metode ini akan berhasil, karena ada perbedaan padangan antara saya dengan KonMari. Saya sering berpikir “memangnya kenapa, sih?”, “masa iya, sih?”, “kok gitu amat, sih?”, dan banyak sih-sih-sih yang lain saat membaca penjelasan KonMari. Namun, ada banyak hal juga yang membuat saya tertawa saat membaca buku ini.

Bukan… bukan menertawakan KonMari, tetapi menertawakan diri sendiri.😆

Membaca buku KonMari, membuat saya mengingat-ingat kesalahan yang pernah dilakukan dalam berbenah. Ternyata, KonMari pun pernah mengalaminya! Akhirnya, perlahan saya mulai “mengosongkan gelas” saat membaca buku ini, dan membuka diri pada metode KonMari.  duh, gitu tuh, kalau belum2 sudah sombong duluan, sok ngerti, sok ahli, sok jago berbenah. Jadinya pusing, kan?

Exif_JPEG_420

Berbenah sekaligus, secepat-cepatnya, setuntas-tuntasnya, dan memulai berbenah dengan membuang barang yang tidak perlu.

Jadi paham, kenapa selama ini kegiatan berbenah saya jarang berhasil. Saya belum pernah memulai berbenah dengan membuang dan jarang meluangkan waktu khusus untuk berbenah secara tuntas.

Omong-omong soal membuang barang, saya termasuk tipe yang emanan. Sering sekali merasa sayang membuang barang karena berpikir “siapa tahu nanti akan terpakai”, “nanti kalau tiba-tiba butuh gimana?”. Proses membuang ini akan menjadi semakin sulit jika sudah berkaitan dengan benda-benda kenangan.

Berbenah berdasarkan kategori, bukan lokasi.

Berbenah berdasarkan kategori memiliki urut-urutannya sendiri, yaitu:

  • Pakaian
  • Buku
  • komono (pernak-pernik)
  • barang bernilai sentimental/kenangan.

Kenapa harus begini urutannya? Untuk mempercepat proses kita berbenah, agar tidak berhenti di tengah jalan gara-gara tersandung kenangan #EhGimana

Menata sesederhana mungkin

Rahasia untuk mencegah situasi berantakan dan mempertahankan kerapian adalah menyimpan barang dengan tatanan yang sesederhana mungkin, sehingga memungkinkan untuk mengetahui berapa banyak barang yang dimiliki dari sekilas pandang, serta memudahkan untuk mengembalikan barang pada tempatnya.

Hanya simpan barang yang membuatmu senang

Diantara sekian banyak barang yang kita punya, pasti ada yang benar-benar disukai dan memunculkan kebahagiaan saat menggunakannya. Inilah yang diterapkan dalam Metode KonMari saat menyortir barang, hanya mempertahankan barang yang kita suka.

Awalnya, saya merasa ini berlebihan dan tidak efektif. Namun, semakin dipelajari, semakin tahu bahwa Metode Konmari secara tidak langsung membantu kita mengatur prioritas dan menghargai barang yang dimiliki serta melepaskan kenangan masa lalu. Bagaimana pun, barang-barang yang dimiliki mampu mencerminkan putusan-putusan apa saja yang pernah dibuat sepanjang hidup kita. *Duh! Serius banget ya paragraf ini*

Lalu, apa saya berhasil menerapkan Metode KonMari ini dalam berbenah?

Jujur, saya masih “main curang” di sana dan di sini. Misal, saat mengatur buku-buku, saya menjadikan satu dengan benda-benda kenangan seperti album foto keluarga, karena disimpan di rak yang sama. Selain itu, saya juga masih menyimpan beberapa “sampah” hasil berbenah di dalam rumah dengan dalih menunggu untuk dihibahkan.

Walaupun ada unsur curang, tetapi saya berhasil membuktikan keajaiban Metode KonMari. Kamar yang biasanya selalu berantakan (setelah dirapikan, pasti akan berantakan lagi dalam hitungan hari), bisa terjaga kerapiannya sampai sekarang (2 minggu). Saya juga jadi berlatih disiplin untuk segera mengosongkan isi tas dan mengembalikan barang pada tempatnya setiap kali habis keluar.

dsc05475
Sebelum
dsc05483
Sesudah
dsc05479
Sebelum
dsc05484
Sesudah

Proses berbenah rumah saya masih belum selesai, karena masih ada Komono (pernak-pernik) yang belum dibereskan. Tapi sejauh ini saya bersyukur bisa mengenal dan mempraktikkan Metode Konmari.

Benar apa yang dikatakan Nike Prima dari livinglovingnet, kalau ingin berbenah rumah, mulailah dari pakaian.

Jadi, sudahkah kamu berbenah minggu ini?

 

 

 

 

 

30 thoughts on “The Life-Changing Magic of Tidying Up

  1. Itulah kenapa kalau mberesin gudang pasti makan waktu lama, kebanyakan lihati kenangan, ahaha

    Saya paling cepet seminggu sudah berantakan lagi, kamarnya yang gak bisa ngikutin gaya hidup saya *alesan, ahaha

    Bukunya masukin ke list buat dicari bulan ini ah😀

    1. Hahahahhahhahaa aku dulu juga gituuu… Malahan gak sampe seminggu sudah berantakan lagi.
      Tapi sekarang, sudah dua minggu berjalan, kamar masih rapi. Palingan cuma nyapu2 aja tiap hari😆

      Ayo dibaca bukunya dan disimak youtubenya

    1. Hahahahahaha enggak kok. Suer deh, masih rapi jali kamarnya😆
      Selain karena sekarang lebih simpel menatanya, barangnya juga sudah berkurang banyak. Makanya setiap barang punya tempat dan gak ada yang geletakan di lantai.
      Mau kubantu beresin kamarnya?

      Soal hati…. sudah dibenahin, sih. Tapi….. masih ada satu dua kenangan yang tercecer. Jadinya ya masih rada berantakan gitu hatinya #EhGimanaMbak

  2. Kayanya buku kondo marie bisa buat hadiah ultah puput deh. Yg bener2 ga bisa buang barang. Juga buat mamaku. Dan ibu mertua.

    1. Mbak, ultahe mas Puput isih suwe mbak. Isih taun ngarep😆

      Aku penasaran kalau ibu2 kita belajar Metode KonMari, perang batinnya bakal kayak kita2 yg masih muda ini apa enggak ya. Apalagi beliau2 ini punya banyak sekali benda kenangan di rumah

      1. Semoga gak ada lagi KTP yang keselip, ga ada buku tabungan yang ketumpuk brosur, dll.

        Tak ewangi po piye mbak? *kayak tetanggaan aja*

      2. Biasane wong resik2 kuwi nemune 5rb, 10rb, 20rb. Dirimu nemune 1400 dolar! :O

        Ayo mbak resik2 maneh, ben nemu maneh, tapi ojo dilaporke sik ndek mas Puput

  3. Koyone bener kata Yofa, itu foto sebelum dan sesudah mesti settingan.😛
    Moso gak ada pengurangan barang di kedua fotonya? Trus koleksi kosmetike di contoh kedua malah tambah akeh, habiz belanja daring ya? *kaburrr

    1. Huahahahahhahahaaaaa…. eh, hamdani hartoyo. Dikandani kok ra percoyo😆

      Kalau kosmetik, memang gak ada pengurangan Lim, tapi justru penambahan #keceplosan.
      Tapi sekarang lebih rapi kok isi raknya, soalnya pada dimasukin ke biyutikessss <<< ini sih namanya cuma mindahin aja mbak

  4. saya juga tipe emanan, nggak bisa banget buang barang- barang. jadi ngumpul lah tiket kereta sejak awal menikah sampai sekarang, karena ldm-an.😀 tapi bicara tentang beres- beres, saya bukan jagonya. asal meja bersih aja, jadi langsung masukin laci semua. bereesss.😀

    1. Hahahahahahhahhaaaaa…. eh kita sama, loh! Asal kelihatan bersih aja, udah seneng *trus barang2nya diumpetin di tempat yang tak terlihat*
      #laaaaahhhh

  5. Baru hari ini, ngeluarin sepatu2 punyaku dan suami, dan kemeja2 suami yg ga pernah dipakai lagi. Kebetulan disini tiap bbrp kilometer ada tempat untuk ‘buang’ textile dan sepatu yang gak dipakai dalam kondisi bagus, nanti disalurkan ke tempat pengungsian atau dibawa sama tentara kita yg tugas ke daerah konflik.

    1. Enak ya mbak, jadi gak ada barang yang gak terpakai kalau ada penampungannya.
      Omong2, aku baru tahu kalau tentara2 itu juga bawa barang2 yg bisa disumbangkan ke daerah konflik.

      Kalau di sini, musti nunggu ibukku dateng, baru bisa dibawa barang2 yg gak kepake ini, buat dikasih ke orang2 di desa.

  6. Boleh juga bukunya, tapi masalahnya aku tuh malas banget beres beres. Hahaha.. Paling Kalo dah niat, baru deh jalan. Niat juga Kalo kondisi nggak memungkinkan, akhirnya tertunda tunda. Hahaha #ngeles

    1. Hahaahaha samaaa. Aku juga sering malesnya daripada enggaknya. Tapi gara-gara penasaran sama metide KonMari, jadinya diniatin nyobain. Eh ternyata lumayan juga hasilnya. Asal disiplin mengembalikan barang pada tempatnya

      eh ayo sini kubantuin beres2 *kayak tetanggaan aja*

  7. usahakan setiap hari selalu menata bu, biar gak berantakan..sebenarnya tergantung kebiasaan juga sih, tapi klo pas capek sampe rumah letakin barang ya sak sake …

    1. Nah itu… masalahnya sini biasa berantakan #Duh #DislentikIbuk

      Tapi sejak berbenah bbrp minggu lalu, mulai membiasakan diri mengembalikan barang pada tempatnya. Jadi ga perlu menata2 kamar, soalnya ga ada yang berantakan. Tapi klo nyapu tetep 2xsehari

      1. duh ketahuan, tadi saya mau pake selain kata itu, tapi udah lah paling jg orang jawa juga wkwkwk (feeling).. Solo Kak🙂 Jowo Tulen, kalau kamu kak?

  8. Nah sama sama sama, aku juga sering banget “nyampah” jadi inget tayangan di TV luar, yang orang simpen sampah di rumah, udah jadi kayak penyakit itu.

    1. Hahahhahhahaa ternyata kita sama mbak. Sama2 hobi nyimpen botol parfum😆

      Aku juga suka nyimpen, tapi bukan gara2 bentuknya yang lucu, tapi demi biar gak usah beli botol kalau mau isi parfum. Cuman, akhirnya ya gak keisi juga sih soalnya lumayan banyak isinya. Jatuhnya mahal. Jadi mendingan beli botol baru yang ukurannya sesuai anggaran *trus koleksi botlnya makin nambah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s