Merindukan Lagu Bocah Tradisional

Pada suatu sore, saat sedang nguthek-nguthek laptop ditemani si keponakan, Yaya, tiba-tiba dengar si bocah bersenandung lirih. Nada-nadanya tidak asing di telinga, tapi si tante lupa yang dinyanyiin Yaya lagu apa.  Isenglah si tante nanya ke si Yaya soal lagu yang  barusan dinyanyikan. Ternyata, dia sedang menghafal lagu Padhang Bulan yang diajarkan bu gurunya di sekolah. 

Waaaahh! Saya takjub! *iya loh. Jaman sekarang banyak anak kecil yang nyanyi lagunya orang dewasa. Jadi begitu tahu ada anak yang nyanyi lagu (bocah) tradisional, berasa nemu hal langka* #halah

Jadi ingat, jaman kecil dulu saya dan teman-teman sering sekali menyanyikan lagu-lagu tradisional seperti Padhang Bulan, Sluku-sluku Bathok, Cublak-cublak Suweng, Ilir-ilir, Gotri ala gotri, dan lainnya. Lagu ini diajarkan pada simbah pada cucunya. Seperti saat  masih TK nol kecil, jaman listrik belum masuk desa, dan sedang  ada bulan purnama, Simbah mengajak cucu-cucunya bermain di halaman rumah, sambil nyanyi Padhang Bulan *kisah nyata*

Yo prakanca dolanan ing njaba (Ayo teman bermain di luar)

Padhang mbulan padhange kaya rina (terang bulannya seperti siang  hari)

Rembulane kang awe-awe (Bulannya memanggil)

Ngelikake aja turu sore-sore (Mengingatkan jangan tidur sore-sore)

Kalau lagu Sluku-sluku Bathok, biasanya dinyanyikan sambil ngemong adek yang masih kecil. Si bocah didudukkan di pangkuan atau dihadapan, kakinya diluruskan, trus tangan digerakkan naik turun mulai dengkul sampai ujung kaki. Saya masih sering menyanyikan lagu ini kalau lagi sama si ponakan yang masih balita, dan biasanya si bocah senang diajak bernyanyi ini.

Sluku-sluku bathok, Bathok e ela elo

Si romo menyang Solo, leh oleh e payung montho (bapak pergi ke Solo, oleh-olehnya payung Montho)

Mak jenthit lo lo lo bah, wongmati ora obah (Mak jenthit lo lo lo bah, orang mati tidak bisa gerak)

yen obah medeni bocah, yen uri golek o duwit (Kalau bergerak nakutin anak, kalau hidup cari uang)

Ada satu lagi lagu (bocah) tradisional, yang biasanya dinyanyikan sambil bermain. Cublak-cublak Suweng😀 Saya sebenernya ga ngerti artinya cublak-cublak suweng, tapi dulu sering  banget bermain dan menyanyikan lagu ini.

Jika lagu bocah tradisional ini dikemas dengan lebih modern, ternyata asyik juga, ya. Seperti yang dinyanyikan Adhitya Sofyan ini.

***

Dulu, pernah nyanyiin lagu tradisional apa saja?😀

20 thoughts on “Merindukan Lagu Bocah Tradisional

  1. Dulu waktu SD sering banget nyanyiin tuh lagu😀 terakhir nyanyiin sluku2 bathok saat masih SD. Tp jaman sekarang mungkin anak2 nggaktau lagu apa itu. miris jg ya

  2. Lagu-lagu tradisional di masa kecil dulu sarat filosofi ya Mbak. Apalagi yang cublak-cublak suweng itu peninggalannya Sunan Kalijaga. Lirik-liriknya dalam, karena dibuat berdasarkan hati nurani, pengalaman batin dan niat yang baik.

    Di sini kadang saya merasa sedih, ketika anak-anak SD lebih hapal lagu-lagu cinta yang kurang pantas diperdengarkan seusia mereka😦

    1. Waaaahhh, aku baru tahu klo cublak-cublak suweng itu peninggalannya Sunan Kalijogo, Qi. Padahal seringbanget mainan ini #Duh

      Ehiya lho, aku juga ngalami punya adek yang masih kecil, mereka lebih fasih menyanyikan lagu2 orang dewasa daripada lagu anak2, apalagi lagu tradisional semacam ini

      1. Iya Mbak, sama Ilir-ilir kalau gak salah. Wah ya itulah, agak miris jane, lebih baik. Jadi di komputer atau di hape perlu diperbanyak file musik lagu anak-anak Jawa). Memang kudu diketati seh pengawasan dari orang tua, aku dulu tabu banget nyanyi lagu2 dewasa. Sepanjang madrasah sampai lulus Ibu selalu nyetel lagu qasidah, bimbo, aku juga punya lagu anak-anak dan tradisional Jawa sampai dulu hapal main pianonya hahaha. Baru pas wes puber (eh) mulai kenal band-band an😀

  3. aku nyanyi gundul-gundul pacol mbak. kui lagu legendaris masa sd ku. yen saiki aku ngrungokne ler iler, arasemene kiai kanjeng.

    oiyo, enek puisi di soundloud di postingan baruku mbak, kasih masukan ye.hehee

    1. Waahhh .. itu CD anak populer, ya? Atau kumpulan lagu anak2 sejak jaman dulu?
      Setelah Simfoni Satwa miliki DTS Voices, aku belum pernah nemu CD lagu anak lagi.

  4. Dulu di sekolah saya ada satu buku kumpulan lagu daerah, namanya “Kecial Kuning”, di sana ada banyak lagu daerah Lombok yang suka saya nyanyikan. Beberapa di antaranya masih saya ingat sampai sekarang, dan kini setelah merantau, menyanyikan itu seperti pelipur homesick :hehe. Syukurlah saya sejak SD sampai SMA di setiap tingkatan ada pelajaran menyanyi yang mewajibkan lagu daerah, jadi banyak belajar :hehe.

  5. Bara aja sering kami nyanyiin lagu dolanan kok mbak.. Mulai dari Gundul Pacul, Onthong Bolong, Gajah-gajah, Aku Cah Sekolah, Gambang Suling, Prau Layar, Kidang Talun, Menthog-menthog, Bapak Pocung, dll.. Untung biyen bapak ibuke Bara seneng nembang.. Jadi masih hapal deh. Pasti besok kalau mudik Bara ditembangin sama mbah kungnya.

    1. Eh? Wes diajari Prau Layar? Waaahhh tak kiro iku lagune wong gede.

      Di sini sudah jarang banget yang begitu Ar, soalnya banyak yg sdh lupa dgn lagu2 itu kecuali mbah2 yang kayak mbahku (baca : sudah sepuh). Aku juga hapalnya cm bbrp lagu #Duh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s