Jalan Kreatif Menjadi Inovator

Yoris Sebastian merupakan seorang praktisi di bidang industri kreatif, yang berhasil memenangkan berbagai penghargaan baik di dalam maupun luar negeri. Memiliki latar belakang di dunia kreatif dan meraih banyak prestasi, tak salah jika Yoris menjadi icon anak muda kreatif Indonesia.

Melalui buku Biang Inovasi, yang merupakan expanded edition buku Keep Your Lights On!, Yoris ingin berbagi inspirasi untuk mengajak anak-anak muda supaya lebih kreatif dan berani berinovasi. Siapapun bisa berinovasi asalkan mau belajar, mengasah ilmu, berpikir, berimajinasi, dan juga punya kemauan yang tinggi.

Banyak yang mengira bahwa kreativitas adalah faktor bawaan sejak lahir, padahal sebenarnya kreativitas merupakan skill yang bisa dilatih. Kisah Thomas Alfa Edison membuktikan bahwa siapapun bisa menjadi seorang inovator walau pada masa kecilnya tidak pintar.

Perkembangan belakangan ini membuktikan bahwa inovasi sangat diperlukan dalam berbagai bidang. Persaingan pasar yang semakin ketat menunjukkan bahwa tidak ada market leader yang abadi. Inovasi menjadi kunci untuk memenangkan persaingan bisnis. Siapa yang lebih cepat berinovasi maka dialah yang akan menjadi pemenang atau pemimpin. (halaman 45)

Banyaknya kompetitor, membuat perusahaan-perusahaan wajib melakukan inovasi secara terus menerus, supaya tidak tertinggal dan gulung tikar. Disinilah peran inovator dibutuhkan.

Seorang inovator bisa memulai sebuah inovasi dari hobi, kegiatan sehari-hari, kearifan lokal, dan juga permasalahan di sekitar. Produk inovatif yang dihasilkan tidak harus rumit, tetapi bisa produk yang sederhana dan digunakan dalam keseharian, seperti Gasangkus (Garisan Angka Fokus) karya Bayu Nugroho dan Joni Martono. Produk ini diciptakan supaya mempermudah memindahkan data angka dari kertas ke media digital. (halaman 132)

Untuk mengasah kemampuan berinovasi, seorang inovator bisa mengikuti berbagai kompetisi desain produk baik di dalam maupun luar negeri, seperti : IF Design Awards, Red Dot Design Award, FiberMark Specifier Awards, WorldStar Awards, serta Black Innovation Awards yang terbukti berhasil menjaring inovator-inovator handal. (Halaman 68-75)

Selain mengikuti kompetisi, seorang inovator bisa menjaring ide dengan menonton televisi, memperhatikan sosial media, traveling, mendengarkan musik, mengobservasi, mengubah kebiasaan, atau bergabung dengan komunitas kreatif seperti Behance Network, Carbonmade, Shown’d, Coroflot, Professional, Deviantart, dan Biang inovasi. (Halaman 110-113)

Suatu produk inovatif harus bisa menjadi solusi permasalahan, menjawab tantangan pasar, up to date, didukung desain menarik, dan laku dijual sehingga menarik perhatian investor dan bisa diproduksi secara massal. Salah satu contohnya adalah Stapack, yang diciptakan oleh Irvan Hermawan.

Produk yang berupa kemasan makanan dari kertas dan didesain bertingkat ini sangat praktis untuk dibawa dan ramah lingkungan karena orang tidak perlu lagi menggunakan kantung plastik. Tidak heran, Stapack berhasil meraih penghargaan di tingkat dunia dan mendapat kontrak kerjasama dari salah satu waralaba di Indonesia.

Saat suatu produk inovatif dibuat, sangat penting untuk mendapatkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), supaya inovator dapat mengklaim kepemilikan karyanya, mendapatkan perlindungan dari negara, dan juga menerima manfaat secara ekonomi. Perlindungan HKI bentuknya bermacam-macam. Paling tidak, ada tiga jenis perlindungan yang dapat diberikan untuk karya inovatif, yaitu : patent, copyright, dan trademark.(Halaman 189)

Setelah membuat prototype produk inovatif dan mendapat perlindungan HKI, seorang inovator bisa mulai menjualnya pada masyarakat. Bagaimana caranya? Para inovator dapat belajar dari Steve Jobs, yang melakukan storytelling dalam setiap produk inovatifnya. Selain itu, dia juga menciptakan pengalaman yang luar biasa bagi para pengguna produknya.

Membaca buku Biang Inovasi seperti membaca buku panduan utuk menjadi seorang inovator.  Rangkaian informasi yang disematkan didalamnya memungkinkan pembaca untuk memperkaya wacananya secara mandiri dan semakin berani berinovasi. Dengan banyaknya karya inovatif yang diciptakan, pelan tapi pasti para inovator lokal akan dihargai dan diberikan kesempatan untuk berkarya di negeri sendiri.

Biang Inovasi

Judul                    : Biang Inovasi

Penulis                 : Yoris Sebastian

Penerbit               : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Pertama         : Desember, 2014

Tebal                    : 244 halaman

ISBN                   : 978–602–03–0983–5

17 thoughts on “Jalan Kreatif Menjadi Inovator

      1. Wiken ini aku ke Sby, tapi kayaknya rada susah klo kopdaran, soalnya bawa rombongan.

        Akhir bulan yuk, klo akujd keSby lagi, kita kopdaran

      2. Rombongan?. Lha arep budal nandi? Jihad ta? wkwkkwwww. Becanda mbak. Ngatos-ngatos nek dalan lo. Aku week and iki yo pulang kampung mbak. Ngurus berkas/dokumen kelengkapan bidik misine adek-adek seng loro kui. Teklok nek dalan sikel.

        Sippp-sippppp.
        Akhir bulan. Deal. Kita umumin di blogg. Rencana iki. Barang kali nanti agenda seru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s