Pahit Manis Kenangan di Kedai 1002 Mimpi

Kedai 1002 Mimpi merupakan kisah nyata yang dialami Vabyo sepulang dari Arab Saudi. Pernah bekerja sebagai TKI di Saudi Arabia, telah mempertemukannya dengan berbagai peristiwa ganjil yang tak pernah ingin ia ketahui, apalagi ikut merasakannya, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai omong kosong.

Mimpi menulis buku travel dari negeri 1001 mimpi harus terkubur, berubah menjadi keinginan kuat untuk mendapatkan kembali kebebasannya dan kembali ke tanah air.  Keputusan pulang ke tanah air saat kontrak kerja belum selesai tidak pernah disesali Vabyo, walaupun itu berarti harus menanggung “hukuman” pencekalan visa kerja selama 19.825 hari.

Siapa yang menyangka bahwa jalan menuju kebebasan yang diidam-idamkan Vabyo akan sangat berliku dan menegangkan. Ketatnya proses di kantor imigrasi Bahrain serta munculnya isu bom membuatnya sangat was-was dan khawatir kalau niatnya melarikan diri akan gagal, padahal tinggal selangkah lagi dia akan bisa kembali ke tanah air.

Bekerja di Saudi Arabia tidak hanya memberikan pelajaran hidup, tetapi juga mengasah keterampilan meracik kopi dan menghadapi para pelanggan.  Tidak ingin menyia-nyiakan ketrampilan yang didapat ketika bekerja di Saudi Arabia, Vabyo pun memutuskan untuk mendirikan warung di Bandung. (Halaman 65)

Hari pertama pembukaan warung cukup membuatnya kelabakan. Antusiasme yang besar dari para pembeli sungguh diluar dugaan, bahkan antriannya sampai mengular ke halaman depan. Promosi melalui sosial media ternyata sangat berhasil menarik perhatian.

Sukses menulis buku, membuat lagu, dan membuka warung membuat Vabyo terlihat sebagai TKI yang sukses. Pernah beberapa kali tampil menjadi nara sumber, membuat Vabyo cukup dikenal dan menuai pujian, juga kritikan.

Kembali ke Indonesia tidak lantas berhasil membebaskannya dari mimpi  buruk dan teror yang datang silih berganti. Vabyo masih saja dikejar para pelanggannya di Saudi Arabia, walaupun dalam mimpi. Selain itu, dia juga mendapat berbagai teror, mulai dari pelanggan nakal, keanehan-keanehan yang terjadi di warung, kekerasan fisik oleh orang tak dikenal, sampai pencemaran nama baik yang dilakukan oleh orang terdekat.

Banyaknya teror, khususnya dari dunia maya, sering membuatnya merasa kewalahan, tetapi di saat yang sama Vabyo tetap aktif menggunakan sosial media. Perlahan, internet membuatnya menjadi seorang masokis, yang lebih memilih menikmati semua teror daripada menghindarinya. Sampai suatu ketika, Vabyo tertarik mengikuti penyembuhan holistik.

Perlahan Vabyo mulai menjaga jarak, baik dari manusia maupun keriaan hidup. Banyak yang mulai mempertanyakan sikapnya yang semakin tertutup, termasuk tentang perjalanannya ke Roma yang sudah disusunnya sejak lama.

Mengunjungi tempat-tempat baru dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia, memberikannya pengalaman sekaligus memunculkan kehangatan dalam hatinya. Ternyata, setelah sekian lama menerima deraan teror, Vabyo sangat merindukan sebuah kebersamaan atas nama manusia, tanpa kecurigaan, persangkaan, atau amarah. (Halaman 246)

Sepulangnya dari Roma, serangkaian pesan berisi makian dan ancaman masih diterima oleh Vabyo, namun dia mulai belajar untuk tidak membesar-besarkan masalah.

Berbagai  teror dan kejadian-kejadian yang pernah dialaminya telah mengantarkan Vabyo pada sebuah kesadaran, bahwa tidak ada yang perlu ditakuti dalam hidup ini, apalagi hanya sekedar dibenci orang lain. Tidak perlu bersusah payah memberikan pembuktian pada seseorang yang selalu punya alasan untuk melukai.  (Halaman 324)

Menuliskan kisahnya, seperti memutar ulang memori lama dan merasa kembali kegelisahan, ketakutan, sekaligus juga kelegaan. Melalui gaya penceritaan yang santai dan kocak, Vabyo seperti mengajak pembaca menertawakan permasalahan hidup yang pernah dialaminya. Bonus resep dan artikel London membuat buku ini semakin menyenangkan untuk dinikmati.

 

Judul                    : Kedai 1002 Mimpi

Penulis                 : Valiant Budi

Penerbit               : Gagas Media

Cetakan Pertama: 2014

Tebal                    : 384 halaman

ISBN                    : 979 – 780 – 711 – 8

20 thoughts on “Pahit Manis Kenangan di Kedai 1002 Mimpi

    1. Buku yang pertama itu bener2 ikin gregets sekaligus tercengang ya Non
      Baru kali itu tahu “behind the scene” negara yang ituh. Biasanya cuma sekilas2 baca di media

      1. iya buku yang pertama itu bahkan gak bosen2 aku baca haha. Ketauan banget ya🙂 . trus selain kaget dia juga nulisnya kocak, jadi mau kasian malah jatohnya ketawa haha. Yang kedua entah kenapa “agak” membosankan. Mungkin karena bandingin ama yang pertama padahal kan beda

      2. Hhhahhahahhaa, itulah yyang kusuka dari tulisan2 Vabyo Non. Semacam ngajak menertawakan penderitaan hidup #halah

        Tulisan yang kedua ini memang jarang ada kejutannya, tapi aku malah merasakan pertalian batin dengan buku ini. Soalnya bisa merasakan banget gimana ws-wasnya hidup dalam ancaman orang lain #Ups

    1. Kalau menurutku, sama bagusnya, walaupun kejutan2nya masih lebih banyak buku yang pertama. Apalagi tema yang dibahas itu tema “sensitif”.

      Kalau buku yang kedua kan lebih ke kehidupan Vabyo selama di Indonesia, yang ekat dgn keseharian kita di sini. Tapi aku lebih merasakan pertalian batin dengan buku yang kedua.

      Setelah kejadian YANG ITUUUUHH, jadi bisa merasakan kondisi Vabyo yang hidup dalam tekanan/ancaman.

  1. “Berbagai teror dan kejadian-kejadian yang pernah dialaminya telah mengantarkan Vabyo pada sebuah kesadaran, bahwa tidak ada yang perlu ditakuti dalam hidup ini, apalagi hanya sekedar dibenci orang lain. Tidak perlu bersusah payah memberikan pembuktian pada seseorang yang selalu punya alasan untuk melukai. (Halaman 324)” ini ngena banget sih mbak. Jadi pengen baca!

  2. Mbak Diaaan mbak Diaaaan, pinjeeeeem *bongkar lemari bukunya mb Dian🙂

    Buku pertamanya aku suka banget dan berkali-kali baca ulang. Buku ke-2 ini belom beli :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s