Berdamai dengan Paraben (?)

care2
(Sumber Gambar : care2.com)

 

Saya termasuk yang jarang memeriksa ingredients produk-produk kosmetik yang dibeli, padahal ini penting. Terbatasnya pengetahuan soal nama-nama ilmiah yang terkandung dalam daftar ingredients, membuat saya malas membaca satu per satu, dan memilih langsung memasukkannya dalam keranjang belanja.  

Sampai suatu ketika, saya terlibat sebuah obrolan dengan Eno, membahas soal unsur kosmetik yang berpengaruh untuk kesehatan. Di sinilah saya mulai berkenalan dengan berbagai nama ilmiah, termasuk Paraben yang sering digunakan dalam kosmetik.

Saya pun mulai browsing dan menemukan banyak artikel yang bercerita tentang bahaya Paraben bagi kesehatan, khususnya bagi wanita karena konon katanya dapat memicu kanker payudara.

Sebagai orang yang awam soal kosmetik dan kesehatan, tentu saja saya lumayan kaget dan khawatir. Tetapi sebagai konsumen yang cerdas saya perlu membekali diri dengan berbagai informasi yang cukup soal ini. Setelah membaca beberapa artikel, akhirnya jadi sedikit lebih paham, dan kekhawatiran-kekhawatiran kemarin bisa berkurang.

Memang, hasil penelitian terbaru dari Universitas Reading yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Toxicology (Januari 2012) menyebutkan bahwa dari 160 sampel jaringan tumor payudara yang diangkat dalam operasi mastektomi pada 40 wanita, 99% mengandung paraben dan 60%  di antaranya mengandung kelima jenis paraben.  Tetapi, apakah paraben menjadi sebab wanita-wanita itu menderita kanker payudara? Diperlukan penelitian lebih lanjut. (Sumber : majalah kesehatan)

Oiya, kemarin juga nemu postingan Mba Qonita tentang pro-kontra Paraben. “Hingga saat ini, paraben masih tergolong pengawet yang relatif aman. FDA (US) dan BPOM masih mengizinkan paraben dalam batas-batas tertentu. Penggunaan paraben dalam produk2 topikal (dioleskan), bukan hal yang harus ditakuti karena zat yg bisa berpenetrasi ke dalam pembuluh darah di kulit sangat sedikit sekali

Fyyuuuhh!!! Saya pun agak lega setelah membaca dua artikel itu. Tetapi, fakta temuan kandungan Paraben dalam tumor payudara tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Dalam batas-batas tertentu, Paraben memang aman. Namun takutnya pemakaian Paraben dalam kehidupan sehari-hari bisa terakumulasi dan jumlahnya melebihi ambang batas.

*Yang nulis mulai galau*

Kegalauan yang sama juga dirasakan teman baik saya, Vidya. Kami sama-sama mengoleksi sejumlah kosmetik (namanya juga mbak-mbak Dempul), dan belakangan barulah kami tahu kalau sebagian besar koleksi kami mengandung Paraben.

Mau diapakan kosmetik-kosmetik ini? Vidya sudah berencana memuseumkan sebagian besar koleksi kosmetiknya dan menggantinya dengan yang non-Paraben. Kalau saya, masih bertahap mengurangi pemakaian kosmetik berparaben, misal : tidak setiap hari menggunakan hand & body lotion atau body butter.

Apa tidak takut, kalau tetap nekat menggunakan kosmetik berparaben, nanti akan menanggung risiko kesehatan? Saya percaya BPOM Indonesia telah melakukan tugasnya dengan baik dalam hal pengawasan. BPOM juga menetapkan batas-batas pemakaian aman dalam ingredients kosmetik. Jika ada kosmetik yang dinilai berbahaya untuk kesehatan, BPOM pasti akan menariknya dari peredaran. Jadi, selama kita membeli kosmetik yang terdaftar dan lolos uji BPOM, insyaallah aman.

Tapi kan bisa saja ada oknum yang menempelkan serial nomor palsu atas nama BPOM? Karena itulah saya selalu membeli kosmetik dari gerai resmi mereka. Setidaknya ada jaminan bahwa kosmetik yang kami beli adalah asli dan telah lolos uji BPOM.

Lalu, apakah saya sudah berdamai dengan Paraben? Hheeeemmmmm … yang jelas sampai saat ini, kami masih berhubungan baik *mulai ngaco*

***

Pssstttt, saat membahas soal kosmetik berparaben, yang ada dalam bayangan saya dan Vidya adalah kosmetik buatan luar negeri dan harganya menguras kantong. Kemarin Vidya akhirnya “nemu”  lipstik non-Paraben. Yang membuat kami takjub, ternyata lipstik ini adalah merk lokal yang sebelumnya jarang kami lirik. Sepertinya boleh juga dicoba, apalagi si lipstik mudah banget dicari di sini.

***

Artikel-artikel tentang Paraben yang bisa dibaca :

  1. Pro-Kontra Paraben, oleh Qonita
  2. Haruskah Kita Paranoid Paraben
  3. Waspadai Paraben Dalam Kosmetik
  4. Abstraksi penelitian soal Paraben 
  5. Abstraksi Penelitian tentang Kadar Paraben dalam Tumor Payudara
  6. Paraben Dalam Produk Perawatan Kulit – YLKI
  7. Worry About Paraben
  8. Parabens – FDA 

[Btw, saya mau dong dibagi pencerahannya soal Paraben ini.]

34 thoughts on “Berdamai dengan Paraben (?)

  1. selain bisa menyebabkan kanker payudara, apalagi bahaya yang terkandung dalam paraben untuk wanita? terus, ciri2 kosmetik yang gak ber-paraben itu seperti apa sih? gimana cara membedakannya tanpa ngeliat ingredients-nya?

  2. Aku menggunakan brand luar semua karena dari hasil trial dan error cuma brand-brand tersebut yang gak bikin muka breakout dan hasilnya OK| Sayangnya sebagian dari produk itu mengandung paraben, ya tutup mata aja. Makenya juga gak tiap hari sih.

  3. HAH! :O Aaaa.. kok aq trdamprat di sini yak! gak papa ya eike ikut bahas kosmet :p wkwkwk
    Hmm kalo membhas masalah kinerja BPOM, sepertinya masih perlu dikaji ulang. buktinya di pasaran masih marak beredar makanan dan minuman kadaluarsa, bahkan mengandung kimia berbahaya. bahkan saking “terbiasanya” dengan hal buruk semacam itu, banyak acar berita yang memuat investigasi pembuatan makanan atau suatu product berbahaya itu.😦
    Kalo pakai product luar negeri.. sepertinya itu lebih bagus! soalnya kontrol dan pengawasan produksi di luar negeri lebih ketat!, tapi pastikan beli yang di supplier atau shop yg terpercaya ya!🙂 salam

    1. Waaahh Makasih ya Rifai sudah mampir ke sini ^_^
      Oiya, kalau soal BPOM, menurutku kinerjanya sudah baik dan patut diapresiasi (eh, aku bilang begin bukan karena aku pegawai BPOM atau punya keluarga yg bekerja di sana, ta. Hihihihihi).
      Tetapi mengingat makin banyaknya pihak2 “nakal” yang masih berkeliaran, baik soal makanan, minuman, maupun kosmetik, sepetinya BPOM perlu meningkatkan lagi pengawasan di lapangan.

  4. Saya ngehnya ada di shampoo dan akhirnya ganti merek shampoo. Di lipstik ada juga ya ternyata. Ingetin istri ah makasih ya Mbak ilmunya.

  5. Permisi, numpang mampir 🙂 semoga ga ngerocokin ya kedtgn saya hehehe…
    Saya penggemar blnja2&jg pakai kosmetik. Sudah lama sbnrnya saya dgr isu soal paraben&sudah lama jg berusaha menghindari pemakaian produk kosmetik berparaben, wlpn emg susah ya&pd saat kita beli itu hrs lihat komposisi bahannya dl di setiap dus kosmetik. Sesusah2nya, seribet2nya liat tulisan mini ditiap dus lipstik, bedak bahkan pensil alis pd akhirnya menemukan tnyta ada kok, bahkan byk produk kosmetik yg paraben free. Mmg didominasi produk luar tp ada jg produk lokal yg paraben free&ramah dikantong hehehe (saya jd kyk sales ya😉 ). Tp ygpasti barang mahalpun blm tntu paraben free, pepatah “ada harga ada rupa”, bisa dipatahkan dg kejelian kita lihat komposisi bahan dr produk kosmetik. Nyatanya di hampir smua produk2 kosmetik setiap harinya bbrp mengandung paraben, skrg yg dibutuhkan kejelian kita dlm mengamati satu persatu komposisi bahan produk tsb kr paraben tdk hanya 1 mcm, ada etilparaben, propylparaben, butylparaben, metilparaben. Bbrp produk hanya ada 1mcm, 2 mcm bahkan smp 4mcm paraben ada smua. Cukup ngeri mmg saat menyadari produk yg kita pakai memiliki komposisi bahan yg tdk baik, tp itu smua kembali ke diri kita msg2🙂

    1. Hai Rie, salam kenal ^_^
      Iya nih, butuh kejelian buat baca komposisi yang ada di wadah kosmetik.
      Aku sekarang masih pake bbrp produk yg mengandung paraben, tapi diminimalkan pemakaiannya. Dan masih cari2 juga nih produk lokal yg non paraben

  6. Halo Kak.. salam kenal.. Numpang mampir disini hehehe. Sekarang ada produk lokal yg (sebagian besar) bebas paraben Kak.. Merknya Mineral Botanica.. Cuma sayangnya produknya agak susah dicari di toko..

  7. Numpang mampir ya Kak.. Aku juga salah satu orang yg sedang mengurangi paraben Kak. Produk lokal Indonesia ada yang bebas paraben juga Kak.. Namanya Mineral Botanica. Kebetulan aku pake, cuma sayangnya tonernya masih ber-paraben. Tapi sisanya (yang aku pake) alhamdulillah bebas paraben..

    Salam kenal…

      1. Aku aja belinya online Kak.. Maklum, kota kecil.. Jadi produknya belum masuk.. Padahal di Tasik udah masuk huhu

      2. Sama nih. Kotaku juga eksklusif banget. Saking eksfklusifnya, kosetik yang masuk ke sini juga dikit macamnya. Coba deh kucari di sist-sist olshop.
        Btw, makasih yaa infonya

  8. Hai, kak! Aku lihat skincare ku ternyata cleanser sama toner juga mgd paraben :” sadly, bahkan body lotion utk bayi juga mgd paraben dan turunannya lho, bahkan sampe 5 macem..

  9. Hampir semua kosmetik dan skin care sampai gel rambut suami dan shampoo anak saya ada paraben nya… 😞😞😞 sempat panik baca efek sampingnya 😰

  10. Memang seru kalo ngobrolin paraben di skincare utawa kosmetik ya mba..
    Aku sendiri penganut free paraben..tp krn baru2 ini tau, jadi nge geser paraben dr meja riasku ga bisa serentak (sayang ma dompet…peluk dompett….)
    Katanya paraben sendiri bisa keluar dr tubuh dlm waktu 33jam, tp hampir seluruh produkku paraben semua…tiap hari pake semua, dr odol, shampo, bodylotion, skin care mpe make up. Lah kapan paraben sempet keluar dr tubuh..dipakenya kan 2x sehari bahkan lebih…
    Cuma mgkn ga bisa saklek free paraben, karena keadaan ya..(rasanya pasrah banget).
    Cuman bisa ngurangi dulu, hehehe
    Lha kok jadi curhatan hati di sini yaak…maapken eyke ya mba…qiqiqiqi
    Btw, nice post!

    Waktuhujansore.blogspot.co.id

  11. Sudah ada koq produk dalam negeri yg sdh Bebas paraben, SLS, EDTA, dll yg panjang berderet2 itu. Varian produknya juga sudah lengkap. Tapi ga bisa untuk kosmetik blm ada formula yg waterproof… Masih alami…. Dan mudah terhapus. Tapu untuk skincare n body carenya tidak kalah manfaat dan hasilnya dgn yg berkimia panjang itu.

    Bisa hubungi Saya.
    Kampanye n promo untuk kesehatan gapapa ya…. *senyum*

  12. Maaf, ternyata banyak yg salah sebagian kata2x. Maklum efek ‘kecanggihan’ autocorectnya tanpa diimbangi ketelitian alias buru2.

    Produk yg Saya katakan tadi juga aman untuk anak2….bahkan ada juga special produk buat anak. Juga ada sebumbu2 dapur yg organik.

    Sebagian ingredient produk juga adalah organik.

  13. Saya ikut nimbrung yah..Kalau paraben itu kan adl salah satu dari sekian banyak bahan pencampur skincare yah,, jadi kalo mau yang bener-bener natural ndak ada campurannya ya gampang… Tinggal ambil aja tanaman trus dideplok-deplok and then ditabokin ke kulit kita.. hahaha.. rempong dan amat tidak higienis ih,,,
    Tapi kan ya semuanya skrg tetap butuh bahan pncampur dan teknologi, agar bahan-bahan yang natural tersebut mampu diserap oleh kulit maupun tubuh dengan maksimal…
    Saya merekomendasikan untuk buka link ini tentang salah satu komitmen perusahaan skincare skala internasional yang memang concern banget tentang bahan alami dan memaksimalkan kandungan dari bahan-bahannya agar aman secara mendunia (tidak berkiblat terhadap satu negara atau benua tertentu.. Silakan :
    https://www.nuskin.com/en_US/corporate/company/science/personal_care_science/parabens.html

    Semoga informasinya membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s