[GIVEAWAY] Oleh-oleh Produk Lokal #GAWisataDaerahmu

“Jangan lupa oleh-olehnya ya”

Mungkin kalimat itu sudah tidak asing lagi bagi sebagian dari kita, khususnya ketika akan keluar kota/negeri, entah untuk urusan pekerjaan, acara keluarga, maupun jalan-jalan.  Dan jika sudah begitu, yang dititipi oleh-oleh biasanya akan memutar otak mencari sampai memilih apa-apa saja yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh😆

Biasanya, yang dipilih untuk dijadikan oleh-oleh pun tidak sembarangan. Produk-produk lokal seringnya menjadi incaran. Bukan hanya karena mudah ditemui selama berada di suatu daerah, tetapi produk lokal ini juga unik, dalam arti : memiliki kekhasan yang jarang dijumpai di daerah lain. Keunikan inilah yang menjadi nilai tambah bagi produk lokal, sehingga bisa menjadi unggulan bahkan ciri khas suatu daerah.

Pun sama dengan Tuban. Kampung halaman saya ini juga memiliki produk-produk lokal andalan. Teman-teman maupun saudara yang kebetulan berkunjung ke Tuban sering mencari produk-produk ini untuk dibawa sebagai oleh-oleh.

Jika ditanya “Enaknya beli apa ya untuk oleh-oleh?”, saya biasanya akan menyarankan beberapa produk seperti : batik. Ikan asin, kecap, terasi, Kripik Gayam, sampai miniatur Ongkek.

Batik Tuban

Batik Tuban terkenal dengan sebutan Batik Gedog, padahal tidak semua Batik Tuban adalah batik Gedog. Bingung ya? Hehhehee. Batik Gedog merupakan sebutan lazim untuk batik yang bahan kainnya ditenun, dan jenis batik ini cukup langka. Sedangkan untuk batik tulis yang menggunakan bahan kain dari pabrik, biasa disebut batik lengkap dengan nama desa sentra batik tersebut. Misal : Batik Kerek, Batik Bongkol, Batik Karang, dan Batik Klasik Semanding.

Ikan Asin

Berada di wilayah pesisir, hasil laut menjadi salah satu produk andalan di Tuban. Ada berbagai jenis ikan laut yang diolah dan diasinkan kemudian dijual. Produk ini jadi salah satu favorit untuk oleh-oleh, selain karena banyak pilihan, harganya juga relatif terjangkau.

Kecap

Selain karena hasil laut, Tuban juga terkenal karena Kecap Laronnya yang memiliki citarasa manis. Kecap Laron ini lebih manis dari kecap-kecap pada umumnya. Mungkin inilah yang membuat Kecap Laron terasa lebih “nendang”.

Terasi

Konon, terasi Tuban ini enak sekali, hehehehhe. Seorang teman dari Kediri pernah cerita, kalau dia dan keluarga sangat suka dengan terasi Tuban, sayangnya di Kediri sana terasi ini jarang ada padahal rasanya enak. Pendapat teman ini seperti diaamiinkan oleh banyaknya orang  yang memburu terasi Tuban, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun dijadikan oleh-oleh.

Keripik Gayam

Ada yang pernah nyoba kripik ini? Rasanya unik sekali. Saking uniknya, sampai susah menggambarkan dengan kata-kata #halah. Sayangnya, Keripik Gayam ini tidak bisa tersedia sepanjang tahun karena panennya musiman.

Miniatur Ongkek

Tuban terkenal dengan Toak dan Legen-nya. Dulu, orang-orang sini kalau berjualan toak dan legen menggunakan Ongkek yang dipanggul dengan kayu di pundak.  Sekarang, Ongkek ini hanya bisa dijumpai dalam bentuk miniatur di toko-toko souvenir. Miniatur Ongkek ini sebenarnya lucu dan bagus kalau dijadikan hiasan ruangan, hanya saja ukurannya yang lumayan memakan tempat, agak jadi PR saat mengemas supaya tetap bisa utuh sampai tujuan.

***

Membeli oleh-oleh bukan sekedar untuk kenang-kenangan, tetapi bisa menjadi media memperkenalkanpotesi  suatu daerah melalui produk lokalnya. Karena itu, di postingan kali ini, saya mau membagi dua buntelan cantik, berisi taplak batik tulis, oleh-oleh dari Tuban untuk 2 pemenang giveaway ini.

! ga 1

Taplak batik tulis ini lumayan banget untuk dijadikan koleksi, lho🙂 Selain bisa digunakan untuk penutup meja, taplak ini juga oke dipasang untuk hiasan dinding di rumah. Dibuat diatas sehelai kain kanvas dengan motif Panji-panjian (yang merupakan motif kuno dan dulunya hanya dipakai oleh priyayi atau pangeran), taplak ini terlihat semakin unik dan sangat etnik.

! ga 2 ! ga 3

Berminat mendapatkan salah satu dari taplak batik ini?

 

Cara dapetinnya sangat gampang ^_^

  1. Peserta boleh berasal dari dalam maupun luar negeri (tetapi memiliki alamat di Indonesia, untuk memudahkan pengiriman buntelan cantik)
  2. Sebutkan nama & akun socmed (boleh twitter atau FB) yang bisa dihubungi kalau menang, juga nama daerah tempat asal/tinggal.
  3. Ceritakan produk lokal apa saja yang biasa dicari untuk dijadikan oleh-oleh di daerahmu (boleh daerah tempat asal ataupun daerah tempat tinggal, asalkan di Indonesia) di kolom komentar blog post ini.
  4. Bila peserta memiliki akun Twitter, silakan menulis twit dengan me-mention @awardeean dan membagikan informasi giveaway ini dengan hestek #GAWisataDaerahmu, supaya lebih banyak lagi yang membaca dan mengenal produk lokal unggulan yang ada di daerah.
  5. Bila peserta tidak memiliki akun Twitter, boleh membagi informasi giveaway ini di FB dengan hestek#GAWisataDaerahmu.
  6. Deadline GA ini adalah 14 Februari 2015
  7. Pengumuman dilakukan beberapa hari setelah deadline.

 

Contoh 

Nama : Fajar Isuk

Twitter : @fajarisuk  / FB : Fajar Isuk

Nama Daerah : Kefamenanu, TTU, NTT

Produk yang paling dicari untuk dijadikan oleh-oleh adalah kain Tenun Maubesi, karena tenun ini adalah tenun terbaik yang ada di Pulau Timor. Selain berupa kain, Tenun Maubesi yang sudah dikrasikan menjadi tas dan dompet juga menjadi buruan untuk oleh-oleh.

Sebenarnya ada produk lain yang tidak kalah unik dan sangat lokal, namun produk ini belum banyak dikenal oleh orang luar. Kami punya Sambal Lu’at khas Timor, memiliki citarasa asam dan pedas namun wangi karena menggunakan daun Kemangi.  Selain itu, ada juga Jagung Bose, yang merupakan makanan pokok penduduk di sini.  

Gampang kan? Yuk, ikutan ^_^

Oiya, selain saya, masih ada beberapa teman blogger yang juga mengadakan #GAWisataDaerahmu dengan tema dan hadiah yang tidak kalah menarik, lho. Jangan lupa mampir ke “rumah” mereka juga yaa

81 thoughts on “[GIVEAWAY] Oleh-oleh Produk Lokal #GAWisataDaerahmu

  1. Nama : Rifki
    Twitter : @rifki_jampang / FB : rifki jampang
    Nama Daerah : Kebon Jeruk, DKI Jakarta

    Oleh-oleh yang bisa dibawa pulang dari daerah di sekitar termpat saya tinggal di antaranya adalah :

    dodol betawi
    dodol betawi memiliki perbedaan dengan jenis makanan serupa dari daerah lain. baik dalam segi tekstur, rasa, maupun penyajian atau pengemasannya. bentuknya bukan dalam bungkusan berukuran kecil-kecil, melainkan besar. satu loyang atau satu nampan. tinggal ukuran loyang atau nampannya yang dibedakan besar ata kecil. dodol ini biasanya berkawan dengan wajik, uli, dan geplak yang merupakan paket makanan yang dijadikan hantaran dalam proses pernikahan betawi. kalau sudah mencoba dodol ini, pasti ketagihan😀

    bir pletok
    namanya memang mengggunakan kata bir, tapi tidak ada unsur alkohol atau unsur yang dapat memabukkan di dalamnya. pada awalnya, minuman ini memang dibuat untuk menandingi minuman bir yang diminum oleh kaum penjajah belanda namun dalam versi halalnya. berbahan dasar jahe, kayu manis, dan sereh. dengan warna merah yang berasal dari daun secang, serta paduan beberapa bahan dan rempah lainnya, minuman ini memberikan efek hangat di tenggorokan dan di badan. bisa diminum selagi hangat atau bisa juga dingin. kemasannya tersaji dalam botol ukuran besar dan kecil.

    1. Waaahhh, saya suka banget sama Dodol Betawi. Tiap ke Jakarta pasti pesen dodol ini buat diawa pulang.
      Kalau Bir Pletok, belum pernah nyoba. Cuma tahu dari liputan di TV. Sepertinya Bir Pletok bakalan masuk list pas ke Jakarta nanti.

      Trimakassih sudah mengikuti #GAWisataDaerahmu dan berbgai cerita tentang produk lokal.
      Jadi lebih tahu kalau ke Jakarta nanti musti beli oleh2 apa

  2. Nama : Imelda
    Twitter : @imhe_triazs
    Nama daerah : Sumbawa Besar,NTB

    Hai semua,saya asalnya dari Makassar tapi sekarang tinggal di Kota Sumbawa besar,nah saya mau rekomendasi ole-ole dari dua kota ini ,let’s check it yaa ..

    Sumbawa Besar
    Nah dikota ini kamu dapat membawa ole-ole berupa :
    1. Madu Sumbawa
    Khasiatnya bagus untuk kesehatan,manis alami dan berasa dari lebah yang baik di hutan Sumbawa
    2. Minyak Sumbawa
    Minyak ini bisa menyembuhkan banyak hal,dari luka bakar,gigita lebah,serangga lainnya dan luka-luka lainnya,beberapa waktu lalu saya pernah terjatuh dan saya oleska minyak ini ,alhamdulillah 2 hari luka saya sudah kering dan tidak berbekas.
    Kalau mutiara yang terkenal di propinsi NTB,kalian bisa temui di kota Mataram,di sanalah pusatnya,dari mutiara air tawar hingga mutiara air laut .

    Makassar :
    Nah dikota ini kamu bisa membawa ole-ole :
    1. Kain sutra
    Kain sutra yang cukup terkenal berasal dari sebuah kabupaten Sengkang,ditenun dengan cara yang baik dan bisa kamu jahit menjadi kain rok dll sesuai selera fashion kamu
    2. Souvenir dari Sutra
    Berbentuk tempat lipstick,dompet,tas,tempat makeup
    3. Sirup DHT Pisang Ambon
    Sirup ini termasuk ole-ole yang sering saya bawa keluar kota,bisa beli di dalam jerigen-jerigen kecil ukuran dalam liter yang bisa di beli di pusat-pusat ole-ole yang berada di Makassar,salah satunya jalan SombaOpu . Rasa sirupnya berbeda dari sirup lainnya,untuk campuran es pisang Ijo atau minuman ,segar dengan manis
    Silahkan mencoba kuliner di Makassar yang menggugah selera .

    Terimakasih para pembaca yang budiman .

    1. Waahhhh, komplit!
      Makasih ya mba Imhe, sudah berbagi cerita soal produk2 lokal yang bisa “diburu” saat di Sumbawa atau Makasar #PelukErat
      Naksir berat sama Minyak Sumbawa dan Souvenir dari sutra *mendadak kemecer pengen punya juga*

  3. miniatur ongkeknya dijadiin hadiah dong, mba, aku tak nyamar jadi orang lain, ikutan GA disini, berharap bisa dapet miniatur ongkek. hahahaha .. ambisius !😉

    1. Hahahhahaa, belinya gampang tapi ngemasnya itu yang rada PR. Dan yg paling berat itu pertanggungjawaban Ongkek masih utuh saat sampai di lokasi tujuan😆

      Nanti deh, klo aku ke Semarang, kubawain *mulai PHP Semarang*

    1. Hai Ryan, hehehheee … iya nih, lagi ada hajatan bersama buat promosi daerah. Ikut yuuukk ^_^
      Enggak harus daerah asal, tapi boleh juga daerah tempat tinggal yang sekarang.

  4. Nama: Febriyan Lukito
    Twitter: @feb_ryan24
    Daerah: Cirebon

    Oleh-oleh kan ya? Okay dari Cirebon saya rekomen banget:
    1. Batik Mega Mendung. Motif ini satu-satunya dan asli dari Cirebon. Berbentuk Awan dan banyak warnanya, ada ungu, hijau, dan lainnya. Bisa beli di daerah Trusmi (Kampung Batik di Cirebon) ataupun di pasar-pasar. Jual meteran – pernah juga beli bahan batiknya yang cocok dibikin Kebaya untuk para wanita. O iya, satu hal lagi, sebenarnya motif ini adalah perpaduan budaya Indonesia (Cirebon) asli dengan budaya Cina yang pernah singgah di sana.
    2. Oleh-oleh makanan? Saya rekomendasikan Manisan Shinta. Cirebon ini terkenal juga dengan mangga loh, apalagi kalau yang namanya Mangga Gincu dan Mangga Gedong. Nah dijadikan manisan. Manisan ini bisa dibeli di Toko Shinta. Ada beberapa outlet di kota ini.

    1. Omong-omong soal motif mega mendung Cirebon, jadi keinget kissah Puteri Ong Tien, :’)
      Waaahhh, Manisan Shinta ayaknya boleh juga diburu buat dibawa pulang klo pas dari Cirebon.

      Makasih ya Ryan, sudah berbagi info di sini. Kadang sebagai pendatang, kita bingung mau nyari oleh2 apa klo pas ke suatu daerah

      1. Bener tuh. Kisah Puteri Ong Tien. Dulu pas dengerin ceritanya agak nyengir sih. Karena katanya ada terowongan dr Cirebon ke Cina.

  5. Nama : iLLa
    Twitter : @iLLawise
    Nama Daerah : Makassar, Sulawesi Selatan

    Ngomongin ole2 khas Makassar sebenarnya tidak cukup di kolom komentar, saking banyaknya yang bisa diceritakan hihi.. Saya coba sebut yang paling populer ya
    1. Minyak Tawon (tutup putih)
    Minyak Tawon ini bisa dibilang obat multifungsi. Bisa mengobati sakit perut, salah urat, bisa dioleskan ke luka, dll. Ada 2 jenisnya, tutup merah dan tutup putih. Dari khasiatnya lebih ‘nendang’ yang tutup putih, dan lebih mahal juga. Kalo untuk luka2 ringan atau untuk pemakaian sehari2, cukup pakai yg tutup

    merah saja. Bagus juga kok. Kalo untuk luka serius atau untuk pengobatan khusus, baru pake yg tutup putih. Oia, untuk tutup merah tersedia dalam beberapa pilihan ukuran botol, dan yg paling kecil sampe yg kayak botol kecap besar. Kalo yang tutup putih hanya tersedia dalam kemasan besar saja, tidak

    dikemas dalam botol2 kecil. Terakhir sy beli itu untuk tutup merah Rp. 90.000 per botol, sedangkan untuk tutup putih Rp. 280.000 per botol. Agak mihil yee..
    Selama sy tinggal di Surabaya, teman kantor paling sering nitip Minyak Tawon tutup putih ini tiap saya mudik.

    2. Otak-otak
    Makanan ini mirip2 Pempek, hanya sedikit lebih kenyal. Sama2 dibuat dari ikan tenggiri. Biasanya orang2 beli mentahnya dan disimpand di freezer. Kalo sudah mau dimakan baru dikeluarkan, bisa digoreng atau dipanggang. Otak-otak ini tidak tahan lama jika berada pada suhu ruangan. Maksimal 2×24 jam.

    Jadi jika ingin menjadikannya ole2, sebaiknya dibeli ketika sudah akan berangkat. Supaya tidak terlalu lama berada di luar freezer. Oia, yang enyak dari otak2 ini juga adalah sambelnya. Jadi ia dimakan sambil dicocol ke sambelnya. Sambelnya ini yang bikin ketagihan. duh, jadi pengen..

    3. Kain Sutra Tenun
    Kain Tenun ini juga sering disebut Lipa’ Sabbe (bahasa Bugis). Juga bisa jadi pilihan ole2. Coraknya ada berbagai macam2, dengan warna warna yang meriah. Beberapa teman saya pernah membelinya dan menjahitnya jadi blouse/atasan, ada juga yang dijadiin rok. Bisa dipake ke pesta kalo coraknya rame.

    Yang agak kalem bisa dipake ke kantor kalo hari Jumat. Hari Jumat kan biasanya batikan yah. Nah, sesekali diselingi dengan kain ini bisa jadi makin oke😉

    1. Aku seriiiing banget pakai minyak tawon, tapi yg tutup merah. Eh yang dijual di pasaran ini mirip dengan minyak tawon dari Makasar ga Ila? Oiya, klo luka atau otot ketarik, biasanya langsung oles minyak tawon ini. Penasaran sama yg tutup putih

      Btw, otak2nya kayaknya lezaaaattttt *mendadak pingin*
      Berarti klo beli mentahannya, sudah sekalian ples sambalnya ya #tertarik

  6. Nama : Adie Riyanto
    Fb : Adie Riyanto
    Twitter : @adieriyanto
    Blog : http://adiedoes.blogspot.com/

    Bingung aku klo ditanya oleh2 dari Nganjuk. Kalau daerahnya bisa dijangkau dalam hitungan jam sih, aku akan bawain dumblek. Namanya kedengaran sangat sederhana dan sungguh kampung dan sangat Jawa untuk sebuah kudapan istimewa. Jajanan ini hanya dibuat pada Pon dan Kliwon saja mengikuti hari pasaran dalam kalender Jawa. Terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula aren, dumblek kualitas terbaik harus ditanak di atas wajan tembaga selama lima sampai dengan enam jam dengan perapian dari kayu jati.

    Sekilas, orang akan mudah mengasosiasikannya dengan dodol. Padahal jauh berbeda. Jika dodol bertekstur agak keras, sementara jenang sangat lembek, maka dumblek berada di antara keduanya: kenyalnya sangat lembut di lidah. Bungkusnya yang terbuat dari pelepah pohon pinang membuatnya tidak mudah langu serta menjadikannya bermotif gerigi saat diiris. Namun demikian, dumblek juga makanan yang termasuk manja. Makanan ini seperti membuat aturan tegas kepada pemangsanya untuk segera menghabiskannya atau membuangnya sama sekali. Untuk sebuah adonan yang selesai ditanak kemarin sore, hanya mampu bertahan hingga sore berikutnya sehingga sangat susah untuk dijadikan buah tangan.

    Selain itu, palingan aku sering banget disuruh bawa bawang merah. Nganjuk merupakan sentra bawang merah seperti Brebes kalau di Jawa Tengah.

    Mungkin itu aja sih. Masa mau tak bawain shuttlecock coba, meski Nganjuk juga merupakan sentra pembuatan shuttlecock terbaik di Indonesia.

    Kalau pusing2 dan ada yang nanya, mana oleh-oleh unik dari nganjuk, aku akan berikan hati aku aja. Itu unik dan khas sekali. Hahaha😛

    Untuk info lebih lanjut, mampir di mari aja:

    Wisata Nganjuk -> http://adiedoes.blogspot.com/2014/08/anjak-anjuk-menuju-udik-menggapai.html
    Candi Lor -> http://adiedoes.blogspot.com/2012/09/angkor-wat-di-nganjuk.html
    Kuliner Nganjuk -> http://adiedoes.blogspot.com/2013/11/sejuta-rasa-di-bumi-anjuk-ladang.html

    1. Sekilas, Dumblek ini mirip Pudak ya?
      Dan aku tadi salah baca, kukira namanya Dumbek. Kayak nama satu jenis kue di sini.
      Mengingat masa konsumsinya yang sangat singkat, Dumblek ini ga pake bahan pengawet, jadinya sehat banget

      Aku baru tahu kalau Nganjuk itu sentra Bawang Merah. Di sini juga sering yg minta dibawain kacang Tuban, padahal itu kacang tanah biasa, tanpa diolah.

      1. Hihihi asikkkkkk.. Ak edisi promosiin makassar deh. Sp tau abis ini ada org dinas pariwisata makassar yg minat ngendorse hihihi *ngarep* *lalu cari ide*

  7. Nama: Cak Oyong
    Akun Twitter: @cakoyong
    Blog: http://cakoyong.blogspot.com/
    Domisili: Jember

    Oleh-oleh sebuah daerah kembali dituntut untuk meenonjolkan sesuatu yang khas dari daerah tersebut. Baik itu sesuatu yang memang sudah lama atau bahkan baru diciptakan. Selama mempunyai ciri khas tersendiri adalah sesuatu yang pantas dijadikan oleh-oleh.
    Banyak yang bilang bahwa Jember itu kota suwar suwir hingga menjadikan suwar suwir sebagai oleh-oleh khas Jember. Tapi menurut saya tidak karena suwar suwir sendiri ada terlebih dahulu di Bondowoso kota sebelah sebagai salah satu olahan tape. Tentu tahukan kalau Bondowoso kota Tape.
    Lalu apa oleh-oleh Khas Jember?
    1. Kopi Sidomulyo
    Kopi memang ada di banyak tempat tapi tentu saja setiap kopi akan berbeda rasa mengikuti kontur daerah dan penanganannya. Kopi Sidomulyo mampu memiliki citarasa seperti Kopi Luwak karena menggunakan teknologi fermentasi buatan. Layak dijadikan oleh-oleh bagi kamu pecinta kopi.
    2. Jeruk Semboro
    Jeruk ini pun hanya ada di Semboro Jember. ya iyalah, gak mungkin juga ditempat lain. tapi bagi penyuka jeruk wajib mencobanya karena kecutnya itu pas. yang dilarang makan jeruk itu hanyalah jeruk. jeruk kok makan jeruk. halah… ngaco…
    3. Terasi Puger
    Ini wajib hukumnya bagi pecinta sambal terasi. Terasi Puger menjadi beda selain karena rebonnya kualitas super dan yang pasti tidak memiliki bau menyengat seperti terasi yang lain. Asal belinya juga yang kualitasnya paling bagus ya. Kalo kualitas bagus di kondisi paceklik gini mencapai 100ribu perkg. Yang berminat hubungi saya. Tetep, usaha jualan :)))
    4. Kaos Jember Banget/Biru Daun
    Belum sah jalan-jalan ke Jember kalo belum beli Kaos Jemberan kan. Nah, teman-teman bisa berkunjung ke outlet keduanya di dekat Stasiun Jember.

  8. Nama: Anisa Listya
    @Twitter: @417154
    Asal daerah: Palembang, Sumatera Selatan

    Hai salam kenal😀
    Senang banget idenya utk berbagi oleh-oleh khas dari daerah masing-masing. Jadi bisa tau apa aja yang dicari di tiap daerah. Saya dari kota Palembang. Oleh-oleh yang paling sering dicari di Palembang (the most wanted) adalah PEMPEK. Apakah pempek itu? Saya yakin sodara2 sekalian tidak asing dengan pempek ya secara pempek sudah mulai go publik (yaelah gaya :p). Entah kenapa setiap orang taunya pempek di Palembang yang enak tuh pempek CANDY. Mungkin karena merek itu yg sering dilihat di bandara jadi tertanam di benak orang dari luar Palembang bahwa pempek yang paling enak itu pempek CANDY. Masih banyak kok tempat jualan pempek lain yg tak kalah enak.

    Oleh-oleh lain adalah kerupuk ikan belido atau ikan putak. Ikan belido adalah ikan khas Palembang (yang rencananya akan jadi maskot kota Palembang menyaingi Merlion Park). Kerupuk ini bisa ditemukan di toko oleh2 khas Palembang. Kopi Semendo juga oleh-oleh yang bagus buat pecinta kopi. Kopi ini tumbuh di daerah Semendo (Muara Enim, salah satu daerah di Palembang) & rasanya khas cocok buat penikmat kopi. Lempok (dodol durian) sangat lezat & menggoda selera.

    Selain berupa makanan, oleh-oleh lain yang khas Palembang adalah kain songket dan jumputan. Salah satu desainer asal Palembang yaitu Dian Pelangi mengusung kain khas Palembang ini dalam desain baju dan hijabnya. Kaos dengan gambar & tulisan khas Palembang juga jadi oleh-oleh yang lucu. Ada juga stiker & gantungan kunci dengan gambar Jembatan Ampera yg jadi landmark kota Palembang.

    Toko-toko untuk beli oleh-oleh khas Palembang:
    – Pempek (Candy, Beringin, Pak Raden, Vico, daerah 26 Ilir, dll)
    – Makanan khas yg sudah dikemas (kerupuk, getas, lempok, kopi semendo): 301, Suwandi, Beringin, Vico
    – Souvenir (kaos, gantungan kunci, stiker): Nyenyes, Pasar 16, Musi Mania
    – Songket & jumputan: Zainal Songket, Rumah Songket, Songket Cek Romlah, Songket Cek Ipah, daerah Tangga Buntung, daerah Makrayu
    – Baju & hijab desain Dian Pelangi: rumah Dian Pelangi di Jln. R.Sukamto (seberang PTC)

    Ayoo ‘sanjo’/mampir ke kota Palembang. Welcome to Bumi Sriwijaya😀

    1. Nisaaa, makasih ya sudah bergabung dengan GA ini ^_^
      Sekarang jadi tahu ternyata ada banyak oleh2 ketje yg bisa dibawa pulang saat dari Palembang.
      Selama ini tahunya cuma Pempek *tutup muka*

      Penasaran sama kain songket dan jumputannya *mbak2 banget yaaa, hehhehhehee*

  9. Nama : Ceria Wisga

    Twitter : @C3R1A

    Nama Daerah : Sidoarjo

    Klo lagi di Sidoarjo, gak lengkap rasanya klo pulang gak bawa tentengan oleh-oleh khas. 1. Bandeng Asap, Bahan baku ikan bandeng dengan racikan bumbu sedap, proses pembuatannya gak sembarangan loh, hanya orang-orang yang berpengalaman bisa menghasilkan bandeng asap berkualitas. Makan bandeng asap jangan lupa pasangannya ya, sambel petis yg mantap banget bikin ketagihan.
    2. Petis Udang Sidoarjo. Ini salah satu primadona oleh-oleh khas sidoarjo. Petis yg warnanya hitam pekat dan harum gurih, duuhh nikmat banget klo dipake bumbu utama bikin rujak cingur ato sambel petis untuk cocolan gorengan hehe.
    Keren idenya ttg oleh2 khas daerah, saia jadi semangat ini pamerin yg unik dari sidoarjo. Salam kenal yak,tenkyu🙂

  10. Saya mau juga dong ikutan🙂

    Nama: Anas Anwar
    Twitter: @ohna2s / Facebook: Anas Anwar Ups
    Asal Daerah: Bondowoso – Jawa Timur

    1. Tape Bondowoso
    Gak sah rasanya kalau ke Bondowoso belum ngerasain yang namanya tape, karena ape Bondowoso merupakan tape dengan citarasa terbaik di dunia. Uniknya tiap pembuat tape menamai / melebeli produknya dengan angka-angka (misal: tape 31, 62, 82 dll). Selain itu juga ada berbagai olahan dari singkong (inovasi dari tape) seperti tape bakar, brownis tape, prol tape, pia tape, dodol tape, suwar suwir, dll

    2. Batik Bondowoso
    Bondowoso juga punya batik. Dengan motif khas daun singkong, batik Bondowoso sudah merambah ke pangsa pasar batik internasioanl, yakni Batik Sumbersari Maesan. Selain itu, terdapat juga kelompok perajin batik dengan kualitas mumpuni antara lain Batik Lumbung dan Batik Basca Tamanan yang digawangi oleh para pelajar kreatif dari SMK Negeri 1 Tamanan- Bondowoso.

    3. Kopi luwak dan arabika Ijen Raung Coffee.
    Bagi para pecinta kopi didunia, kopi luwak masih merupakan kopi ikon dan terfavorit sekaligus kopi termahal. Selain cita rasanya juga karena prosesnya yang unik, dengan melibatkan hewan Luwak. Kopi luwak ini diproduksi oleh PTPN XII di wilayah Kecamatan Sempol dan beberapa kekompok petani kopi rakyat di Sumber Wringin. Kopi rakyat Ijen Raung Coffe juga sudah masuk pasar Eropa. Konon untuk kopi jenis arabica dengan kualitas terbaik di Indonesia salahsatunya adalah di Sempol – Bondowoso.

    4. Macadamia
    Kacang makadamia yang merupakan kacang termahal didunia dan jarang dijual karena kelanggkaannya ternyata juga ada di Bondowoso, tepatnya di Kecamatan Sempol. Varian kacang macadamia produksi PTPN XII antara lain macadamia cangkang, macamia goreng dan macadamia cokelat, yang semuanya dijamin maknyus. Harganya pun cukup terjangkau.

    5. Souvenir Khas Bondowoso
    Sebagai kota pejuang dengan monumen Gerbong Maut-nya, Bondowoso juga tersedia souvenir berupa miniatur atau replika dari Gerbong Muat. Selain itu terdapat juga souvenir unggulan lainnya antara lain; Kuningan Cindogo dan produk pandai besi berupa samurai dengan kualiltas ekspor, replika megalitikum, kaos khas Bondowoso, produk kerajinan tangan berbahan daur ulang dan produk kreatif lainnya.

    Itulah beberapa oleh-oleh khas dari Kabupaten Bondowoso, kota kelahiran sekaligus tempat tinggal saya hingga saat ini.

    1. Halo Anas makasih ya sudah bergabung di #GAWisataDaerahmu ^_^
      Ternyata Bondowoso punya banyak souvenir yang bisa dibawa pulang sbg oleh2.
      Dari sekian item, cuma pernah nyicip Tape Bondowoso.
      Tapenya enak bangeetttt

  11. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Domisili : Makassar

    Hay kak~~

    Salam kenal, dan aku ikutan giveaway-nya yaa😀

    Aku sebenarnya tinggal di Makassar, tapi komentator diatas dah banyak orang Makassar. Jadi aku ngasih saran oleh-oleh dari kampung halaman Ayahku saja deh, Merauke🙂

    Oleh-oleh khas-nya itu :

    ~ Berbagai produk olahan rusa.
    Di Merauke itu tanahnya masih lapang banget, saking lapangnya masih banyak rusa yang berkeliaran bebas disana. Terus, untuk produk olahan rusa yang bisa dijadikan oleh-oleh dari sana itu dendeng rusa sama abon rusa. Dendeng sama abon rusa ini pun banyak varian rasanya, jadi bebas pilih mau rasa apa.

    ~ Kerajinan dari kulit buaya
    Ini oleh-oleh yang cocok buat tante sama om nih. Banyak jenis kerajinannya, mulai dari tas, ikat pinggang, dompet, pokoknya banyak deh. Ibuku sendiri udah punya dua tas berbahan kulit ini. Tapi jujur yaa, aku sendiri gak tau unik dan bagusnya produk bahan seperti itu apa ^^v

    ~ Foto
    Ini buka oleh-oleh produk local sih. Tapi pengen kasih tau aja, kalo pas ke Merauke jangan lupa foto. Terutama foto pas diperbatasan Papua Nugini. Karena cuma jalan kaki dan tanpa menggunakan pesawat terbang, kita udah bisa keluar negeri ^_^))/

    1. Haaii Sofi, Trimakasih ya sudah berbagi cerita di #GAWisataDaerahmu ini ^_^

      Soal foto, jadi inget pas jalan2 di perbatasan RI – Timor Leste.
      Itu jadi kayak “ibadah” yang harus ditunaikan. Berfoto di tugu perbatasan, hihihihi

    1. iyaaaa ….
      ide #GAWisataDaerahmu terlontar saat ngobrol2 santai dgn beberapa teman. Karena konsepnya yang sederhana, jadi mudah dieksekusi idenya. Ternyata, dalam perjalannya, #GAWisataDaerahmu bisa menjaring banyak cerita seru tentang berbagai tema.

      Isna mau bergabung sebagai penyelenggara? Boleh bangeeeett ^_^
      Isna cukup membuat postingan yang mengajak untuk berbagi cerita ttg potensi daerah masing2. Tema bebas ^_^
      Oiya, jangan lupa membacklink semua postingan teman2 yang lain ya? Supaya kita bisa saling mempromosikan #GAWisataDaerahmu dan lebih banyak orang lagi yang mendapat informasi2 menarik dari hajatan ini.

      Ayo Isna ditunggu sebelum tanggal 1 ya ^_^

      1. hai mbak… long time no see, lagi berkutat dengan laporan dan komputer wkwkwkwk …
        itu ongkek? tak pikir cokek apa engklek wkwkwk
        baru ngeh waktu nge-guling
        khas tuban banget yah🙂

  12. Nama : Nur Dina Mustaqima
    Facebook : Dhyna Thenovembertheory
    Domisili : Banda Aceh, Aceh

    Hai, Kak
    ikutan GA-nya ia ^^

    Dari Aceh sangat banyak prroduk lokal yang bisa dijadikan oleh-oleh, tapi karena pengatahuan saya gak jauh-jauh dari Banda Aceh sama Aceh Besar, jadinya saya cuma bisa saranin oleh-oleh yang dari daerah ini aja ia😀

    PRODUK TEKSTIL
    1. Songket Aceh
    songket ini merupakan hasil tenun manual dai para pengrajin songket yang mulai berkurang jauh, sehingga sekarang produk ini banyak yang dibuat dengan memakai mesin, namun ciri khas nya masih sangat terasa. songket ini adalah kain berupa sarung atau lembaran yang dahulunya hanya dipakai oleh orang-orang kerajaan. namun sekarang sudah dipakai oleh masyarakat umum, dan untuk motif tertentu hanya bisa ditemukan pada songket-songket yang digunakan khusus untuk acara-acara adat dan perayaan. songket aceh dikenal karena motifnya yang unik dan mewah. dan saat ini mulai dipasarkan dengan berbagai macam corak, model, motif serta harga yang berbeda.

    2. Batik Aceh
    batik aceh memang jarang terdengar di tengah-tengah riuhnya batik dari daerah lain. namun di Aceh sendiri juga diproduksi batik dengan motif yang mencirikan ke-Acehannya. umumnya berlambang logo Pinto Aceh atau motif lainnya yang khas Aceh.

    3. Sulaman Aceh
    sulaman ini biasanya jarang dijumpai secara tersendiri. tapi dapat ditemukan sepaket dengan barag-barang lain seperti tas, peci, kipas, taplak meja, kain sarung, baju, jilbab dan semua produk fashion lainnya. semua produk ini mudah ditemukan di berbagai toko yang menjual oleh-oleh khas Aceh.

    PRODUK MAKANAN
    1. Kue Bhoi (Bolu Ikan)
    kue ini asalnya adalah makan raja dan setelah itu dipakai khusus untuk acara adat dan perayaan di Aceh. kue ini dibuat dengan bahan yang sangat sederhana, hanya tepung terigu, telur dan gula, lalu dipanggang dalam cetakan khusus berbentuk ikan atau kadang juga dengan bentuk lainnya.

    2. Keukarah
    kue ini sepintas mirip mie yang digoreng, tapi rasanya jauh berbeda. proses pembuatannya tergolong rumit dan tradisional banget. kebanyakan kue ini dihidangkan dalam acara-acara adat atau untuk cemilan sambil minum kopi, rasanya manis dan gurih

    3. Dodol Aceh
    dodol Aceh umumnya berwarna coklat mengkilat dengan rasa legit. namun seiring waktu mulai dibedakan dalam berbagai rasa seperti pandang, nangka, durian, ataupun sirsak.

    4. Meuseukat
    penampilannya mirip dengan dodok, tapi rasanya beda banget. makanan ini memiliki rasa lebih lembut, manis sedikit asam dan beraroma nenas. dibuat dari tepung, mentega, gula dan parutan nenas. warnanya kekuningan berasal dari warna nenas.

    5. Adee
    makanan ini sepintas mirip bingkang, tapi resepnya ada yang berbeda. karena hasil akhirnya biasanya beraroma bawang goreng atau pandan dan teksturnya lebih padat dari bingkang

    6. Peunajoh
    kue ini termasuk kue kering, berwarna putih dengan baluran gula diseluruh permukaannya, berwarna putih dan dibentuk menyerupai bunga atau kipas dengan sedikit warna merah atau hijau di beberapa bagian

    7. Wajik
    seperti dodol, namun didalamnya berbahan dasar nasi ketan yang dimasak dengan gula merah, santan, dan gula.

    dan masih banyak lagi produk makanan/kue yang bisa dibawa oleh-oleh seperti kama loyang, bakpia sabang, bakpia banda, dll

    PRODUK MINUMAN
    1. Kopi Ulee Kareng
    kopi ini menjadi ciri khas Aceh karena umumnya di Aceh ada banyak warung kopi yang menyediakan kopi dengan bahan dasar dari kopi ini, prosesnya semakin mutakhir namun tetap mempertahankan rasanya yang khas. bubuk kopi ini dapat dibeli di warung kopi Solong taua warung kopi lain yang memakai bubuk kopi ini, atau dapat juga dibeli di swalayan dan berbagai toko yang menjual oleh-oleh dari Aceh

    2. Kopi Luwak
    kopi ini sebenarnya berasal dari Aceh tengah, namun di Banda Aceh dan Aceh besar sudah mulai ditemukan kopi jenis ini. rasanya memang lebih nikmat daripada kopi biasa, walaupun harganya juga lebih mahal. kopi ini dapat ditemukan di warung kopi yang memang menjual kopi luwak, karena tidak semua warung kopi menyediakan menu ini.

    sekian dulu kak informasi oleh-oleh dari Banda Aceh dan Aceh Besarnya ia ^^

  13. Nama: Rahmad
    Twitter: @_UtuhBanjar / Fb: Rahmad
    Daerah Asal: Banjarmasin, Kalimantan Selatan
    Oke saya akan ngerekomendasikan oleh-oleh khas daerah saya, Banjarmasin.
    1. Kain Sasirangan
    Sasirangan merupakan kain khas suku Banjar, sasirangan juga sering disebut dengan batiknya Banjarmasin. proses pembuatannya dengan cara memola/menggambar, menyirang (menjahit jelujur), mengerutkan dan menali dan selanjutnya diwarna untuk mengetahui motifnya, benang jahitan dilepas. Bagian kain yang tidak terkena warna adalah motifnya.
    2. Ikan Saluang Goreng
    Penganan khas yang satu ini banyak penggemarnya. Ukurannya yang mungil, ikan ini sangat renyah kalo sudah digoreng. Sangat enak buat dijadikan lauk ataupun dijadikan cemilan. Rasa yang begitu legit membuat lidah anda terasa ingin mencobanya lagi dan lagi.
    3. Amplang
    Banjarmsin mempunyai camilan sejenis kerupuk yang dikenal dengan sebutan “Amplang”. Bahan baku utama pembuatan Amplang adalah ikan pipih, ikan tenggiri dan ikan gabus. Dikombinasikan dengan berbagai rempah dan bumbu khas resep turun temurun! Dengan tekstur olahan yang renyah dan lembut, plus aroma dan rasa ikan yang menggoda, hhmm….mak nyuuuus! dijamin bikin anda ketagihan!

  14. Haryadi Yansyah | @Omnduut | FB : Haryadi Yansyah

    Kalo Djogja punya Dagadu, Palembang punya NYENYES (dalam bahasa Palembang berarti cerewet). Sebetulnya untuk pernik-pernik yang khas, banyak benda yang dibuat dari songket, seperti mainan kunci, dompet, kipas, action figure pengantin palembang dsb, cuma kalo bicara yang agak modern, ini dia NYENYES Palembang🙂

  15. Ikutan Mbak Dian🙂

    Nama : Hijrah Saputra
    Twitter : @hijrahheiji / FB : Hijrah Saputra Yunus
    Nama Daerah : Sabang

    Oleh-oleh yang bisa dibawa pulang dari Sabang :
    1. Bakpia Sabang
    Walaupun terkenal di Jogja, Sabang juga mempunyai Bakpia dengan rasa yang ngangenin banget, sudah terkenal se-sumatera dan sekitarnya. Selain kulitnya renyah, dalamnya juga lembut, tersedia berbagai rasa seperti kacang hijau, pandan, kopi dan durian.

    2. Ikan Kayu (Keumamah)
    Ikan ini bukan terbuat dari kayu, ya walaupun bisa digunakan untuk memukul orang, bukan berarti tidak bisa dimakan. Ikan kayu sendiri muncul ketika masa berkunjungnya Jepang ke Aceh, yang kemudian berkembang hingga sekarang.

    3. Kaos Piyoh dan souvenirnya
    walaupun kecil kotanya, Sabang memiliki banyak orang yang kreatif, jadi banyak souvenir dengan desain-desain yang bertemakan Sabang, seperti Kaos, Gantungan Kunci, Magnet, Stiker, Topi dan masih banyak lagi menarik lainnya.

  16. Hi mb dian!

    Nama: Rosa Amalia S.
    Twitter: kireinaame
    Blog: http://www.amaliarosadotcom.wordpress.com

    Nama daerah : Makassar

    Oleh2 di makassar itu buanyakk macemnya mulai dari craft, kain, makanan, cemilan, kaos, dll dll. Serunya lg di Makassar jg mudah ditemui suvenir dr daerah lain seperti Toraja, Sengkang, Pare- Pare, dll.
    Lengkapnya ttg oleh2 Makassar ini, bisa cek di sini ya: http://wp.me/p2yj3M-OB

    Btw, idenya cool bgt mb. Cerdas bgt buat promoin potensi lokal berbagai daerah. Klo ada lg beginian aku mau ikut jg jd hostnya ya mb di🙂

  17. Permisi, mau ikutan mbak😀

    Nama: Rifqy Faiza Rahman
    Twitter: @anandarifqy
    Blog: papanpelangi.co

    Kalau ke Pacitan, sempatkan bertandang ke Donorojo, dan singgah di UD. Sony Permata, tempat untuk berbelanja batu permata, akik, dan perlengkapan perhiasan dengan ukiran khas Pacitan. Di Donorojo adalah pusat pengrajin permata. Harganya bervariasi, tergantung besar kecil permata dan motifnya.

    Link foto: https://papanpelangi.files.wordpress.com/2014/01/post-10.jpg?w=214&h=142&crop=1
    https://papanpelangi.files.wordpress.com/2014/01/post-111.jpg?w=434&h=289&crop=1

  18. Ikut ngramein ya mbak dian…
    Nama. : tri sulistiyowati
    Twitter: @trisulis98
    Url. :http://raka-adhi.blogspot.com/

    Saya lahir dan dibesarkan di Jogja. Hmm…banyak sekali yang istimewa dari kota ini. Oleh-oleh khas? Buanyak bangett! Mulai makanan, cinderamata, semua ada. Ok, mulai makanan dulu yaa…

    1. Gudeg. merupakan sayur khasnya Jogja. Bahan utamanya adalah nangka muda yang diolah sedemikian rupa, hingga berwarna kecoklatan.
    Sayur gudeg pas untuk mereka yang senang cita rasa manis. Agar lebih nikmat, gudeg biasanya juga berpelengkap ayam dan juga telur pindang. Gudeg gampang dicari di banyak warung makan, dari yang level restoran sampai warung kaki lima pinggir jalan, tapi pusatnya gudeg ada dikampung wijilan, tak jauh dari keraton Yogyakarta.

    2. Yangko-bakpia-kipo
    Yangko dan kipo merupakan panganan manis khas jogja, khususnya daerah kotagede. Bahan dasarnya tepung ketan. Awalnya, rasa khas yangko adalah perpaduan tepung ketan-kacang-gula yang pas, namun seiring perkembangan jaman, saat ini yangko diproduksi dengan banyak varian rasa, seperti coklat, durian, dan strawberi. Yangko bisa gampang sekali ditemukan di banyak toko oleh-oleh, bahkan di luar yogya sekalipun. Sifatnya yang bisa bertahan beberapa hari, menjadikan makanan ini sangat luwes dijadikan oleh-oleh. Kipo, menjadi cirikhasnya kampung Kotagede. Cara mbuat panganan ini unik…dibakar menggunakan cobek tanah liat. Rasanya? nendang! Banyak ditemukan di penjaja panganan diseputaran pasar Kotagede. Sementara bakpia, semacam kue berbentuk gulat, berisi kacang ijo. Ada dua macam bakpia, bakpia kering dan juga bakpia basah. Sesuai namanya, bakpia kering tentunya lebih awet dan tahan lama. Kampung yang terkenal sebagai centra bakpianya Jogja adalah kampung Pathuk, tak jauh dari jantung kota Jogja alias Malioboro.

    3.Gatot-thiwul
    Makanan tradisional yang berasal dari gaplek, yakni singkong yang telah dikeringkan. Sebelum beras menasional, gaplek merupakan makanan pokok masyarakat gunung kidul, dan gatot-tiwul merupakan produk olahannya. Nah, karena tingkat perekonomian yang semakin membaik, kini gatot tiwul tidak lagi sebagai makanan pokok, tapi justru sebagai salah satu makanan tradisional yang ngangeni.

    3.Batik
    Kalau ini kategori non-makanan.Nah, ini cinderamata khasnya Jogja. Tempat yang bisa dan biasa digunakan untuk berburu batik saat berlibur di Jogja, yaitu Pasar Beringharjo dan Sepanjang Malioboro. Untuk mendapatkan batik murah dan berkualitas, kuncinya menawar. Jadi harus pintar bernegosiasi harga dengan penjual. Tapi ada pula kok, pedagang/pemilik toko yang menjual batik mereka dengan harga pas. Jadi sebaiknya sebelum transaksi, tanya saja terlebih dahulu, “bapak/ibu….bisa ditawar, atau harga pas?”

    4. Aneka kerajinan kulit

    Bagi penyuka berbagai souvenir dan juga barang-barang yang terbuat dari kulit, semisal sandal,sepatu, dompet de el el, jangan lupa untuk mampir di daerah Manding. Sentra kerajinan kulit ini berada di Kabupaten Bantul. Harga, desain, kualitas, oke punya pokoknya!

    5. Gerabah atau keramik

    Ngomongin gerabah dan karya seni keramik, Kasongan pusatnya. Ketenaran kampung Kasongan sebagai pusat gerabahnya Jogja sepertinya sudah tak perlu diragukan lagi. Berbagai karya seni gerabah dan keramik, dengan ukuran dan harga bervariasi bisa ditemukan di sini. Ibaratnya dari yang berbentuk mungil nan murah sampai yang buesaaarrr dan mahallll..ada!

    Kayaknya itu deh mbak…sebagian kecil khas nya Jogja…..di Jogja semua Istimewa, dan semua ada:-)

  19. horeee ikut ngeramein GA yang lagi ngehits ini aaahhh😀
    Nama: Rinta Adita
    Twitter: @rintadita
    Blog: http://malesmandi.com

    Sebagai orang yang pernah tinggal di Malang pasti udah tau ya oleh-oleh khas Malang apa aja. Yang paling populer adalah keripik tempe, aneka keripik buah seperti keripik apel, keripik nangka, dll, keripik bakso, bakpao telo, bakpia telo, dan berbagai produk olahan apel seperti jenang apel, dodol apel, apple pie, bakpia apel dan saat ini yang lagi ngehits adalah apple strudel dari Malang Strudel ini -> http://malangstrudel.com/

    Bagi pecinta sepakbola bisa beli oleh-oleh berupa atribut Arema di toko-toko yang tersebar di berbagai wilayah Malang. Tapi kaos-kaos Arema paling unik adanya di Ongisnade Store Malang. Bisa beli online di ongisnade.co.id atau offline di Malang Town Square (Matos)

    Kaos-kaos unik dengan kata-kata unik dan boso walikan khas Malang bisa didapatkan di Soak Ngalam (Jl. Kawi dan Jl. Raya Mulyoagung – Sengkaling) . Boleh dibilang Soak Ngalam ini sejenis Dagadu-nya Malang.

  20. aku mau ikutan di sini ah :3
    aku mau komen dulu deh yang oleh oleh tuban. kalo aku emang suka banget sama kecap Laron. bahkan kemaren pas ada temen asal Widang yang ke jogja aku nitip bawain kecap laron😀

    Nama : Gallant Tsany Abdillah
    akun twitter : @kidtsany
    blog : https://galautraveler.wordpress.com
    asal : Babat, Lamongan
    domisili : (masih) di Jogja

    Meskipun domisili di Jogja tapi aku mau memromosikan produk lokal dari Babat, Lamongan. Mungkin jarang ya yang ngerti kota Babat. Ya emang karena Babat hanyalah salah satu kecamatan di kabupaten Lamongan. Namun jangan salah, meski hanya sebagian kecil dari kabupaten Lamongan, tapi kota Babat (ya aku menyebutnya kota, karena orang Babat biasanya nggak mau disebut desa) yang terletak di perempatan jalur merupakan kota yang strategis, bahkan kalo boleh sombong, kota Babat lebih ramai daripada kota Lamongan sebagai ibukota kabupaten Lamongan itu sendiri.
    Dengan posisinya yang strategis, kota Babat punya potensi wisata yang cukup menurutku, nggak banyak, tapi juga nggak sedikit. Kalau menyangkut produk lokal, yang paling khas dan satu-satunya di Babat ya Wingko Babat.

    Banyak orang yang mengenal Wingko Babat itu asli Semarang. Ya emang nggak salah sih, karena ada suatu sebab dari cerita yang saya yakini, maka Wingko Babat justru terkenalnya oleh oleh dari Semarang.

    Wingko Babat merupakan produk olahan kelapa, gula, dan tepung beras yang dibentuk sedemikian rupa sehingga bisa jadi wingko yang seperti itu. Maaf belum bisa ngasih penjelasan soalnya belum liputan ke sana, biasanya cuma denger dari temen yang orang tuanya punya industri rumahan wingko.

    Di Babat sendiri ada satu kelurahan yang sebagian besar warganya punya industri rumahan wingko ini. Kebetulaaaaan aku punya beberapa teman yang orang tuanya produksi wingko hahahaha. Sebenernya kelurahan yg warganya bikin produksi wingko ini punya potensi dijadikan semacam gang Pathuk di Jogja sih. Tapi yaa gitu deh. :p

    Nah, cerita yg unik itu biasanya kalo lagi di toko oleh-oleh di Jogja terus ditawari Wingko Babat. Lucu, karena aku sendiri dari Babat. Meskipun aku juga seneng makan Wingko, tapi yo lucu. Masak orang Babat dikasih oleh-oleh Wingko Babat.

    Kalau yang masih bilang Wingko Babat asli Semarang, dari namanya aja udah jelas kan, Wingko dan Babat artinya wingko itu dari Babat, bukan dari Semarang -,-
    Monggo main ke Kota Babat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

    Kalau saya pas di rumah, nanti bisa lah kita kunjung-kunjung ke tempat pembuatan wingko. Tapi saya ngomong dulu ke temen, hehehe.

  21. Huah! Kece angin badai banget hadiah-hadiahnya >..< *ketahuan deh ikut semuanya* Kulit lantung adalah kulit kayu bergetah yang dinilai tidak mudah cepat rusak. Biasanya, kulit kayu yang dapat diolah menjadi kulit lantung adalah pohon karet hutan, pohon ibuh, dan pohon terap. Jadi, kulit kayu yang telah melalui berbagai proses nantinya akan diolah menjadi beberapa benda seperti gantungan kunci, tas, tempat tisu, hiasan dinding, jam dinding, dsb.
    2. Batik besurek

    Batik besurek adalah batik khas Bengkulu yang motifnya cukup beragam seperti Kaligrafi Huruf Arab, Burung Kuau, Bunga Rafflesia, Relung Paku dan Rembulan. Tentunya, bagi pecinta batik, tak lengkap koleksi batiknya kalau belum membeli batik ini. Hampir sama dengan daerah lain, Batik Besurek ada yang berupa batik tulis dan batik cetak dengan harga yang bervariasi sesuai dengan pembuatan batiknya. Biasanya harga batik tulis lebih mahal dibanding batik cetak karena proses pembuatan batik tulis tergolong rumit.
    3. Lempuk durian

    Siapa yang suka durian? Jangan ngaku pecinta durian kalau belum mencicipi lempuk durian. Lempuk durian ini hampir sama dengan dodol garut, kenyal-kenyal dengan rasa durian yang sangat tajam. Nah, ini salah satu andalan Bengkulu. Sepupu saya yang kuliah di Yogyakarta tiap pulang ke Bengkulu pasti teman-temannya minta dibawain lempuk durian.
    4. Kopi Bubuk asli Bengkulu

    Kopi ini hampir sama dengan kopi dari daerah lain. Namun, cita rasa dan aroma kopi ini menurut saya sangat spesial dan berbeda dengan kopi dari daerah lain. Walau bukan pecinta kopi hitam, saya suka mencium aroma kopi ini kalau mama saya sudah nyeduh kopi buat papa saya.
    5. Kue Bay Tat dan makanan dan minuman khas Bengkulu lainnya

    Kue adalah salah satu makanan kesukaan saya. Kue ini berbentuk persegi dengan serutan nanas ditengah-tengah bagian kue. Rasanya manis, asam dan sangat padat. Sedangkan makanan khas lainnya sebut saja manisan terong ungu, kue perut punai, emping melinjo, dan keripik bayam. Kalau untuk minumannya, saya sangat merekomendari sirup jeruk kalamansi😀
    Semua benda di atas dapat ditemukan di Sentra Buah Tangan Bengkulu, yaitu di daerah Anggut. Mungkin keenam benda ini wajib dibawa oleh wisatawan sebagai cinderamata bagi rekan-rekan atau koleksi pribadi di rumah. So, jangan lupa untuk mengingatnya kalau ada kesempatan mengunjungi Bengkulu😀 Btw, foto-foto di atas adalah hasil saya googling ^^v

  22. Huah! Kece angin badai banget hadiah-hadiahnya~ Ijin ikutan ya mbak😉

    Nama: Dian Maharani
    Twitter: @realdianmrani93 [https://twitter.com/realdianmrani93]
    Facebook: Dian Maharani Neomu Yeppeo [https://www.facebook.com/dian.maharani.nmyp]
    Blog: realdianmaharani.wordpress.com
    Domisili: Bengkulu

    Betul sekali, nggak bawa oleh-oleh, walaupun cuma gantungan kunci yang harganya lima ribu, rasanya belum lengkap mengunjungi daerah itu. Dan, oleh-oleh adalah salah satu list utama saya kalau lagi jalan-jalan walau ujung-ujung kecekik sama dana oleh-oleh ini😐
    Hayo, udah pernah ke Bengkulu atau belum? Kalau pernah, pasti udah tahu oleh-oleh andalan Kota Bengkulu. Kalau belum, yuk lihat daftar oleh-oleh dari Bengkulu yang oke punya😉
    1. Kerajinan Tangan dari Kulit Lantung

    Oke, ini sudah pernah saya bahas disalah satu kolom komentar host #GAWisataDaerahmu ini >.< *ketahuan deh ikut semuanya* Kulit lantung adalah kulit kayu bergetah yang dinilai tidak mudah cepat rusak. Biasanya, kulit kayu yang dapat diolah menjadi kulit lantung adalah pohon karet hutan, pohon ibuh, dan pohon terap. Jadi, kulit kayu yang telah melalui berbagai proses nantinya akan diolah menjadi beberapa benda seperti gantungan kunci, tas, tempat tisu, hiasan dinding, jam dinding, dsb.
    2. Batik besurek

    Batik besurek adalah batik khas Bengkulu yang motifnya cukup beragam seperti Kaligrafi Huruf Arab, Burung Kuau, Bunga Rafflesia, Relung Paku dan Rembulan. Tentunya, bagi pecinta batik, tak lengkap koleksi batiknya kalau belum membeli batik ini. Hampir sama dengan daerah lain, Batik Besurek ada yang berupa batik tulis dan batik cetak dengan harga yang bervariasi sesuai dengan pembuatan batiknya. Biasanya harga batik tulis lebih mahal dibanding batik cetak karena proses pembuatan batik tulis tergolong rumit.
    3. Lempuk durian

    Siapa yang suka durian? Jangan ngaku pecinta durian kalau belum mencicipi lempuk durian. Lempuk durian ini hampir sama dengan dodol garut, kenyal-kenyal dengan rasa durian yang sangat tajam. Nah, ini salah satu andalan Bengkulu. Sepupu saya yang kuliah di Yogyakarta tiap pulang ke Bengkulu pasti teman-temannya minta dibawain lempuk durian.
    4. Kopi Bubuk asli Bengkulu

    Kopi ini hampir sama dengan kopi dari daerah lain. Namun, cita rasa dan aroma kopi ini menurut saya sangat spesial dan berbeda dengan kopi dari daerah lain. Walau bukan pecinta kopi hitam, saya suka mencium aroma kopi ini kalau mama saya sudah nyeduh kopi buat papa saya.
    5. Kue Bay Tat dan makanan dan minuman khas Bengkulu lainnya

    Kue adalah salah satu makanan kesukaan saya. Kue ini berbentuk persegi dengan serutan nanas ditengah-tengah bagian kue. Rasanya manis, asam dan sangat padat. Sedangkan makanan khas lainnya sebut saja manisan terong ungu, kue perut punai, emping melinjo, dan keripik bayam. Kalau untuk minumannya, saya sangat merekomendari sirup jeruk kalamansi😀
    Semua benda di atas dapat ditemukan di Sentra Buah Tangan Bengkulu, yaitu di daerah Anggut. Mungkin keenam benda ini wajib dibawa oleh wisatawan sebagai cinderamata bagi rekan-rekan atau koleksi pribadi di rumah. So, jangan lupa untuk mengingatnya kalau ada kesempatan mengunjungi Bengkulu😀 Btw, foto-foto di atas adalah hasil saya googling ^^v

  23. Nama : Primastuti

    Twitter : @ImaSatrianto
    FB : https://www.facebook.com/primastuti.satrianto

    blog : http://www.tamasyaku.com

    kota : Yogyakarta

    ikutan GA ya mba Dian.. Oleh-oleh produk lokal dari Yogyakarta itu banyaakk bangeett.. Semoga manfaat dirangkumkan di sini yaaa…

    Jogja kota (yogyakarta)
    di kotagede bisa dijumpai yangko,
    di kota bisa dijumpai bakpia khususnya daerah pathuk,
    di daerah kraton (malioboro) dijumpai batik Yogyakarta, sepanjang deretan toko di Malioboro menjual batik.

    Jogja Utara (Sleman),
    Wisata gunung merapi dan oleh-olehnya bisa foto di tempat wisata lava. Daerah ini khasnya jadah tempe, pisang mas kaliurang, salak pondoh.

    Jogja Barat (Wates, Kulonprogo),
    Oleh-oleh khas sepertinya tidak ada yang khas, karena pusat oleh-olehnya juga menjual yang khas di Yogyakarta, seperti : geplak dan dodol.

    Jogja Selatan (Bantul dan Gunung Kidul),
    daerah selatan adalah pantai, sebelum sampai di Gunung Kidul kita melewati bantul dan daerah mlanding terkenal dengan kerajinan kulitnya. Bisa dijadikan alternatif oleh-oleh produk lokal. Daerah Bantul terkenal juga dengan kerajinan grabahnya di daerah kasongan. kalau ada restoran yang kreasi cuci tangannya dari gerabah, banyak dijumpai di kasongan.

    Jogja Timur (Sleman, Kalasan)
    daerah Timur juga menjual hal yang sama dengan yang menjadi khasnya kota Yogyakarta.

  24. Nama : Mercy LiLihata

    Twitter : @mercylilihata / fb : mercylilihata

    Asal : Ambon, Maluku

    Kunjungan ke kota ini ga akan lengkap kalo ga bawa pulang ole-ole :
    1. Minyak kayu putih
    minyak kayu putih yang diproduksi didaerah Maluku tentu beda dengan yang pabrikan. Dari segi harum minyak dan hangatnya tentu udah ketahuan mana yang asli dan tidak. Minyak kayu putih ini memang agak mahal dari yang biasanya kita temui di toko pada umumnya.. keluarga di daerah Jawa biasanya lebih merequest ole-ole tiap kita mudik.. heheee..

    2. Ikan Asar
    Karna Ambon kaya akan ikan maka alternatif lainnya adalah Ikan Asar, ini adalah ikan cakalang/tongkol yang diasapkan sampe bener2 kering sehingga bisa bertahan sampe beberapa hari tergantung cara penyimpanan juga.. biasanya Ikan Asar bisa dimakan langsung dengan “colo-colo” campuran “lemon cina” (jeruk kecil), bawang merah, tomat, cabe dan sedikit garam dan gula..uhhmm yummy.. ato ikan Asar juga bisa dibuat campuran masakan lainnya..ikan Asar bisa ditemukan di daerah Desa Galala.

    3.Sagu
    Sagu di daerah kami bisa dijadikan beberapa bahan makanan dan ole-ole makan lainnya, contoh : bagea kenari/bawang, bagea ini jenis makanan yang agak alot bagi yang doyan mengunyah..hahaa..tapi rasanya yang gurih bisa bikin nagih, tapi tidak dianjurkan bagi yang memiliki sakit gigi dan gusi..Klotak!
    Makanan sagu lainnya yang bisa dibawa pulang itu “sagu kering”. Sagu kering ini kalo dibawa sebagai ole-ole bisa dijadikan bubur.. Ibu2 yang doyan masak pasti ngerti..hehehee..ada juga jenis camilan lainnya seperti : halua kenari, halua kacang, dan serut..

    4. Kerajinan kulit kerang
    Kerajinan kulit kerang bisa didapatkan di daerah desa batumerah, kulit kerang ini bisa dijadikan beraneka hiasan yang cantik dirumah. Harganya juga tergantung dari tingkat kerumitan dan besar kerajinannya. Selain kulit kerang, biasanya mereka juga menyediakan mutiaranya sebagai accessories wanita..

    Kurang lebih itu ole-ole yang terlintas dalam pikiran saya sekarang.. Jika datang ke Ambon jangan lupa membawa kamera, banyak pantai dan tempat yang bisa dijadikan background selfie dengan latar laut, gunung atau benteng..psstt..! kulit kalian juga akan lebih eksotis..hahaaa.. makanan daerah lainnya juga akan kalian temui.. bisa jadi bertemu saya juga looohh.. terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s