Follower Twitter Aspal

Mungkin sudah agak terlambat kalau mbahas-mbahas soal follower Twitter di tahun 2015, sedangkan pak Nukman Lutfie sudah membahasnya sejak Agustus 2012, hhehehhehe … Tapi, “kehebohan” di lapak FB Om Danan kemarin, menggelitik saya untuk membuat postingan ini.

Bagi yang memiliki akun Twitter aktif, sepertinya pernah bahkan belakangan ini semakin sering mendapat mensyen dari akun tak dikenal dan isinya random, seperti ajakan memfollow akun tertentu atau tawaran menambah follower, seperti gambar berikut:

jual beli follower

Peluang! Itu yang bisa digali dari penggunaan Twitter. Bukan hanya peluang  untuk mencari teman, memperluas jaringan, mendapatkan informasi terbaru, tetapi juga peluang bisnis.

Twitter ibarat pasar dengan banyak orang di dalamnya. Banyaknya pengguna dengan beragam latar belakang dan juga kebutuhan, tentunya menarik beberapa kalangan untuk menggarap “pasar” ini secara serius untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Mendirikan usaha penambahan follower, misalnya.

Ada permintaan – ada penawaran. Munculnya akun-akun yang menawarkan jasa penambahan follower ataupun akun yang mengajak untuk memfollow akun tertentu, kemungkinan besar dikarenakan adanya keinginan penggunanya untuk memiliki follower dalam jumlah yang banyak. Ppssttttt, seperti rahasia umum yang marak beredar belakangan ini, memiliki jumlah follower yang banyak itu bisa meningkatkan bargain power kita di Twitter, khususnya saat mengikuti sebuah kompetisi maupun saat menerima job.

Ada banyak alasan kenapa sebagian orang ingin memiliki banyak follower. Biasanya, orang yang memiliki banyak follower memang menarik untuk diperhatikan. Menarik di sini maksudnya, orang  tersebut pasti punya “kelebihan” sehingga bisa membuat banyak orang memutuskan untuk memfollow akunnya. Sebut saja: Pak @nukman dan @Kartupos. Saya memfollow dua akun ini karena isi twit-twit mereka asyik untuk diikuti.

Ada fakta unik terkait interaksi akun twitter populer (biasa disebut selebtweet) dengan followernya. Ketika seorang selebtweet “melempar” tema tertentu, seringnya disambut riuh oleh para followernya. Misal, pak Nukman dengan #Selffoot-nya dan KartuPos dengan #JodohTraveling-nya, hehehhehhe.

Tapi …. ada juga “kasus”, seorang  yang memiliki follower bejibun, tetapi twit-twitnya sepi respon. Mungkin karena konten yang diangkat tidak terlalu menarik perhatian followernya, atau …………… Entahlah.

Kemarin, sebelum ada kehebohan fake follower di lapak sebelah, saya dan beberapa teman sempat membahas soal ini. Saya lupa siapa dulu yang memulai dan kenapa tiba-tiba membahas soal follower. Yang saya ingat, teman saya, Alid, menunjukkan fungsi Twitter Audit pada kami. Aplikasi itu fungsinya untuk mengetahui prosentase jumlah akun asli dan akun palsu yang nyangkut di daftar follower. (HARE GENE BARU TAHU ADA APLIKASI ITU???? iiiyyyaaaa, hahhahhaa!)

Iseng … Saya pun mulai kepo mengecek follower beberapa akun, mulai dari akun diri sendiri, akun mas idola, akun teman, sampai akun suaminya teman #ngikik.

Ternyata, walaupun kami termasuk pendiam, ada saja akun palsu yang nyangkut di daftar follower kami😀  *apa hubungannya coba?*

twitter

Omong-omong soal fake follower alias BOT, pernah suatu kali ada teman (identitas dirahasiakan) yang bertanya via privat soal follower Alid. Dia penasaran, kenapa dalam hitungan hari jumlah follower Alid bisa naik cepat. Lalu, saya pun menjapri Alid, menanyakan hal serupa.

Dulu saya mengira, Alid hanya bercanda ketika dia bercerita tentang jumlah followernya. Setelah di cek, ternyata …………………………. hasil yang muncul membuat perut saya mulas gara-gara kebanyakan tertawa. Iya, menertawakan Alid #dikepruk.

Alid

Apakah hanya dia yang menunjukkan hasil/angka yang lucu? Tentu saja tidak …

Ada beberapa akun yang kemarin sempat saya cek, dan hasilnya sangat mengagetkan! Hal itu juga dirasakan oleh beberapa teman yang lain. Buntut dari kekagetan itu, kami pun jadi menganalisis sejumlah fakta tentang maraknya jual beli follower di Twitter, dan berujung pada kesimpulan “Ooooooo, ternyata …..”.

Kembali lagi, setiap orang pasti punya kebutuhan dan caranya masing-masing dalam memanfaatkan Twitter. Pun sama, setiap orang tentu punya alasan dan caranya masing-masing saat menambah jumlah followernya. Ada yang memang menggunakan cara “mbabat alas“, ada juga yang “nyebal” atau lewat jalan pintas. Anggap saja itu hak asasi masing-masing orang, hehehehhe.

Menurut kalian, seberapa pentingnya sih jumlah follower twitter untuk kalian?

Ga terlalu telat kan menanyakan soal ini (tahun ini)?🙂

***

Oiya, siapa tahu ada yang tertarik membaca tulisan pak Nukman soal follower twitter yang ini ^_^

76 thoughts on “Follower Twitter Aspal

      1. Enggak sih, tapi aku sering jadi sasaran pedagang follower bahaha😀

        Cek ya mbak, haha😀

  1. Untuk temen2 real… PENTING!
    Tapi…
    Untuk “temen2” lainnya… anggap aja hadiah hiburan.
    Kenapa?
    Karena e karena, judi itu haram. *halah
    Karena biasanya… they follow you today, just to unfollow the next day (when you already followed them?)

    1. Ciiyyeee yang fake followernya cuma 3%. Apa tisnya? #Dislentik
      Kalau aku, sementara ini yang penting ya saling follow dengan teman, supaya bisa mengapdet gosip terbaru #halah
      Awas aja ya klo nanti mengunfollowku! *siap ngguyur pake kopi*

  2. Wuih, saya dah lama banget euy gak aktif di twitter. cuma blog ama IG. Menarik postingannya, jadi tahu tentang twitteraudit. Huehehehehe..

    1. Awal tahun kemarin Twitter sempet ramai lagi Dan, trus lerlanjut sampai beberapa hari setelahnya, dan akhirnya muncul postingan status Om Danan yg menggelitik untuk dikomentari dengan penuh kode hihihihihi

  3. akun twitter saya aktif cuma share postingan di blog doank. makanya followernnya dikit. eh tapi bisa aja ada akun palsu di dalamnya juga yah… haduh, masa udah dikit ada yang palsu juga😀

    pake tweet auditnya gimana, mbak?

    1. Haahhahahhahaaa, iya. Sampe skrg juga bertanya2, followerku dikit tapi kok tetep aja ada bot yang nyangkut di sana.

      Cara pakai twitter audit, masuk aja ke link di atas, trus masukkan ID Twitter. Nah! nanti ketahuan, dari total follower, yg palsu ada berapa

    1. Aku pas pertama ngecek langsung syok, tapi habis itu langsung ketawa hahahahhahaaa.
      Dan pas habis baca komentar2 kalian, ketawanya tambah ngakak, HAHAHHAHHAHHAAA

      Gila, ya? 22% aja sudah heboh gitu job-nya, gimana klo followernya 100% real.

    1. Whhuuaahhahahahhahaa bangeeettt!!!
      Akhirnya teka-teki ini terjawab sudah berkat adanya Twitter Audit ini.

      Pertanyaan “kok bisa sih?” berujung kesimpulan “Oooooo ternyata…”

    1. Whahahhahaha, ternyata kita termasuk yang “normal” karena masih suka berteman dengan sesama manusia, bukan sama robot.

      Eh komentar ini bakal menusuk hati salah satu temen kita yang fake followernya 80% itu ga Lim? #Ngikik

      1. Wots?? Fake follower sebanyak itu? Siapa? Siapa? #soklugu😛😛

        Jujur ini seperti penipuan di depan publik, tapi yah begitulah salah satu cara main politik di dunia maya hihihi

      2. Ibaratnya penyanyi, penonto yg di depan panggung itu penonton bayaran atau malah boneka.
        Kaliatan ramai, padahal ………………………. #MendadakHening

  4. Sebenarnya, follower bot yang fake itu bukan cuma buat kasih liat “followerku banyak” tapi salah satu cara buat grow follower real secara natural. Dari risetku selama inu gitu. Tapi kalau buzzing, atau semacamnya, agency gak cuma liat follower saja. Ada faktor lain yang namanya klout, peerindex dll. Kalau niat serius monetize blog, harus belajar digital marketing jg sih. Kalau pengen nulis atau ngeblog saja, ya, begitu deh 😁

    1. Waahhh ternyata gitu …
      Kemarin pada ramai ngobrolin soal ini trus baca juga postingan mba Wiwik yg soal ramalan socmed 2015.
      Penasaran, kenapa akunku dan beberapa temen yg ga aktif2 banget kok bisa difollow bot juga ya? *serius bingung*
      Kalo yang monetize blog, kayaknya musti berbenah banyak deh ini, soalnya selama ini cuma buat ngeblog aja (memangnya tahun 2015 blognya mau diapain Yan?)

      Makasih Fahmi penjelasannya😀

      1. Yes, seperti tulisannya mbak wiwik, prediksinya di tahun 2015 bener, mending bagusin di konten blog, sharing yang bener di socmed. Gitu, kalau aku maintain catperku, bikin konten dll bisa 10 jam seharinya ahaha. Kalau follower bot, karena banyak yang bikin aplikasi spam itu, jadi banyak akun twitter yang di take over sama spam. Anyway, sudah naturenya blogger yang serius belajar digital marketing juga, selain isi konten tentunya🙂

      2. Sharing yang bener itu yang seperti apa Mi? *Njuk sinau*

        Nah, kalau aku kan memang blogger suka-suka, yang menjadikan blog sebagai ajang seru-seruan aja sama temen2, jadi bisa bahas tema sesukanya juga. Misal : buku, film, printilan dempul, rumpi2, de el el

        Makanya belum nyediain waktu khusus buat maintain blog sebanyak dirimu, apalagi mikirin marketingnya.

        Eh? Tunggu dulu … 10 jam???? :O
        Itu bagi waktunya sama pekerjaan yang lain gimana? Aku yg maksimal 3 jam aja kiwuhan lho

      3. Sharing yang bener itu kira kira kayak caranya si arievrahman kalau lagi sharing blognya. Kemaren juga sempet ada yang sharing tentang itu pake hashtag #copytext klo ga salah. Coba di search. Belajar marketing kalau lagi iseng aja, aku dulu mulai dari itu. Kalau sekarang Lagi break dari kerjaan rutin programmer, mencoba merintis menjadi full time blogger🙂

      4. Aku ga kenal Arievrahman tapi sering denger cerita soal dia. *Hareee gene ga kenal Ariev??*

        Sejauh yang ku dengar dan ku tahu, hampir semua bercerita positif soal Arievrahman ini. Bisa nih, jadi murid digitalnya Ariev #Lhoooo

        Full time blogger? Aku masih rada blank untuk pekerjaan2 di ranah digital, tapi sepertinya menjadi full time blogger itu seru dan menyenangkan.
        Good luck ya Fahmi ^_^

        Ganbatte \(^_^)/

      5. hahaa, well begitulah si ariv. O iya kultwit yang aku maksud ini ~> https://twitter.com/search?q=%23copytext

        Enaknya full time cuma bisa milih tidur kalau lagi capek, tapi lama jam kerjanya dua kali lipat dari kerjaan kantor, belum lagi cari2 project😀 tapi kalau suka, terus kepengen buat semacam “waktu istirahat” dari pekerjaan kantoran, lumayan lah buat memperkaya pengalaman hidup🙂

      6. i feel you Mi kalo soal itu, kerjanya sesukaa kita tapi klo ditotal jam kerjanya, justru berkali lipat dibanding jam kantor, Cuma aku dulu ga di bidang digital, tapi bidang lain😀

        Slogannya: every day is holiday …
        Tapi klo proyekannya lagi banjir, slogannya berubah jadi every day is monday (money day) #keceplosan

    2. Iya setuju, itu salah satu cara buat grow follower real juga.

      Mbak Diaaaan oh mbak Dian, aku pernah jadi bagian yang 22 persen itu loh. Pas aku lihat, “wuih ni orang followernya banyak banget, pasti twitnya bermutu nih, polow aaah” dan klik, tekan tombol Follow. Eh belakangan pas dilihat, “heh? cerita tentang kucing sebegitu ‘rusuh’nya ya?” langsung deh pencet tombol anpolow hehehe.

      Soal agency…. bisa jadi, cuma tidak menutup kemungkinan juga orang agency yang sekedar ngasih job buzzer hanya ngeliat dari jumlah follower. Gilaaak, sekali ngebuzzer bisa berjeti-jeti euy.

      1. Hhhhooooo, kamu ternyata pernah jadi yang 22% itu.
        Aku masih menyukainya karena kami pernah mengalami kisah patah hati yang hampir sama #ups #KeceplosanCurhat

        *Nista banget ya alasanku memfollow? Hahahhaa*

        Soal buzzer, ini fenomena menarik ya Yan, soalnya jenis pekerjaan ini baru muncul belakangan, yang jaman dulu kayaknya ga pernah kepikiran bakal ada

      2. Zaman masih melapak di “rumah lama” kami temenan kok, dulu dia biasa aja, belom jadi seleb. Sejak kami semua digusur dan mencar-mencar, dia menjelma jadi SelebTwit dengan sangat drastis. hehehe

      3. Dan itu memunculkan pertanyaan “Kok bisa sih?”

        Aku bukan anak MP, jadi baru kenal dia lewat tulisan yang sudah dibukukan. Pas pertama baca, mikir “ini siapa sih? Kisahnya kok mirip banget!” Hihihihihihi

        Sebenernya pengen nulis komentar lebih banyak, tapi sebaiknya tidak di sini. Hihihihihihi
        Enaknya diobrolin di Palembang atau Tuban eh atau Jombang saja

  5. pada akhirnya yang bikin menarik dari tulisan ini bukan soal follower aspalnya tp pas dibaca malah manteng di #JodohTraveling-nya #lohhh hahahahaha😛

    1. Mb Febby kayaknya ga follow yg ini, ihihihihihi …

      hahahahahaa iya mb,belakangan ini, Twitter rasanya makin panas.
      Sebenernya, klo ga da drama2 atau nomensyen2 sinis, twitter itu menyenangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s