Meracik Nikmatnya Rajungan Pedas

Rajungan
Harap dimaklumi tampilan fotonya yang biasa saja ini (ppsstt, yang motret ga jago soalnya)

 

Selamat tahun baru 2015😀

Sebenarnya, saya pengen nulis kaleidoskop atau semacamnya, seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, sudahlah, dilewati saja postingan tema yang itu, hehhehe.

Oiya, masih inget kemarin ngapain saja pas tahun baru? Kalau saya, kemarin tahun baruannya masak Kare Rajungan Pedas, dong :D Seumur-umur, baru kali ini memasak Rajungan dengan tangan sendiri. Biasanya saya dimasakin, atau beli di warung-warung. 

Tinggal di wilayah pesisir, membuat saya familiar dengan aneka jenis binatang laut yang dimasak untuk sea food, termasuk kepiting laut yang biasa disebut Rajungan (Portunus pelagicus). Banyak teman yang datang ke Tuban penasaran dan tertarik mencicipi Rajungan yang biasa dimasak kare ini.

Sebagaimana umumnya lidah orang Tuban yang terbiasa dengan masakan pedas, Kare Rajungan yang dijual pun juga bercitarasa pedas. Bagi yang suka masakan-masakan pedas, Kare Rajungan ini pasti terasa mantap di lidah. Tapi, bagi saya yang ketangguhan memakan masakan pedasnya masuk level sedang-sedang saja, Kare Rajungan yang dijual di warung terasa membakar lidah. Kalau dibikin film kartun, mungkin saya bisa menyemburkan api saat makan Kare Rajungan, hihihiihi *mulai lebay*

Makanya, pas dapat kiriman Rajungan segar dari teman si Om, jadilah kami sepakat untuk memasak Kare Rajungan saat itu juga. Karena meracik bumbu sendiri, jadinya bisa menakar tingkat kepedasan masakan yang diinginkan. Setelah masakan matang dan mencicipi kuahnya, saya pun tidak sabar memakannya. Byyuuuhhh sedaaapppp! Asinnya pas dan level pedasnya masih bisa ditolerir. Adek sepupu saya yang masih SD pun suka sekali dengan kare ini.

Walaupun nama masakannya sama, tetapi setiap daerah tentu memiliki cara memasaknya masing-masing. Nah, di postingan kali ini, saya mau bagi-bagi resep memasak Kare Rajungan Pedas a la Mbah Putri (yang orang Tuban asli)🙂

*****

Resep untuk 1 kg Rajungan

Bumbu yang dihaluskan :

4 siung bawang merah

5 siung bawang putih

4 cm jahe

4 cm lengkuas

2 cm kunyit

1 ons cabe (cabe kecil campur cabe merah)

5 butir merica

1/2 sdt ketumbar bubuk

1/4 sdt jinten

1/4 ons kemiri

1/4 butir kelapa (yg akan dibuat jadi 300 ml santan, atau menyesuaikan)

Bumbu penyedap secukupnya

Garam secukupnya

Bahan tambahan untuk kuah:

3 lembar daun jeruk

2 pucuk serai

bawang goreng secukupnya

Cara memasak:

  • Bersihkan Rajungan dan buang cangkang bagian bawah luarnya, rebus sampai setengah matang, tiriskan
  • Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum, masukkan daun jeruk, serai, bawang goreng dan santan
  • Masukkan Rajungan yang sudah ditiriskan tadi
  • Tunggu sampai kuah mendidih dan Rajungan matang.

Catatan :

Jika suka makanan manis, bisa ditambahkan sedikit gula. Tetapi jika tidak, tidak usah, soalnya daging Rajungan juga sudah agak manis

*****

Ternyata gampang ya? Saya yang ga jago memasak pun bisa. Masaknya cepet pula😆

Jadi, kapan kalian ke Tuban dan mencicipi Kare Rajungan Pedas?

 

33 thoughts on “Meracik Nikmatnya Rajungan Pedas

  1. Selamat tahun baru 2015, semoga makin membawa berjah dan berlimpah kebahagiaan.
    Rajungan ini makanan gw zaman masih di gresik, emak suka rebus rajungan trus pake sambel jeruk nipis dan dimakan pake nasi anget2 itu nikmat banget🙂

    1. Waahh, makasih sudah mampir ya Om Cum ^_^
      Selamat tahun baru juga untukmu

      Rajungan yang dimakan pagi nasi anget2 itu memang nikmat bangeeeett ya. Ehtapi aku blm pernah nyoba Rajungan yang pake sambel jeruk nipis *masukin catetan*

      1. Yuyu Kangkang itu bukannya kepiting darat ya Nit? Hihihihihihihi …

        Dulu pas gadis2 itu mau ketemu Ande-ande Lumut, mereka itu nyebrang sungai atau laut? #dibahas

  2. Cie langsung dikomen mas ber g string dengan kehangatan nasi dan perasan jeruk nipis…. Jujur aku lihat pic profil kalian berdua kontras… Sijine udo, sijine jilbab….

    1. Huahahahhahahhahhaa …

      Walopun kontras, kami berdua ini berteman baik lho #ngaku2

      Eh? Namanya siapa? Danan Anteng? perasaan yg komen ini rada2 methisil deh #ngikik

  3. Jadi inget ibu dulu juga suka makan rajungan dan begitu mulai masak rajungan saya langsung mogok makan. Hahahaha. Karena gak bisa makan ikan dan segala macam makanan dari air.😀

    1. Oh ya? Punya alergi sama makanan dari air ya Dan?
      Kalo adekku, rada trauma makan rajungan soalnya pas kecil dulu dia pernah muntah2 gara2 kebanyakan makan rajungan

    1. Ayo Laluuuu, sini sini sini, main ke Tuban. Kalo dari Surabaya ke Montong, pasti lewat deket rumah (simbah)ku lhooo

      Kabar2 aja, semoga pas hari itu bisa dapat Rajungan di pasar. Soalnya skrg rada susah nemu Rajungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s