Nostalgia Dae Jang Geum di Pulau Jeju

 Onara onara aju ona 

Gadara gadara azulgrana 

Nanari daryeodo mot nonani

Aniri aniri ani none

Beberapa tahun lalu bahkan sampai sekarang, lirik lagu di atas sangat akrab di telinga saya, juga teman-teman kosan. Kami tidak tahu arti lirik lagu tersebut apa, tetapi yang kami tahu, lagu yang terdengar klasik ini megingatkan pada sosok Dae Jang Geum, serial Korea yang penah tayang di salah satu stasiun televisi swasta.

Tidak dipungkiri Korean Wave sudah melanda Indonesia sejak awal tahun 2000 lalu. Keberhasilan ini tentunya membawa dampak positif bagi Korea, baik untuk industri perfilman maupun pariwisata. Serial-serial Korea ini berhasil booming dan mencuri perhatian penonton. Di saat yang sama, juga mempromosikan budaya dan tempat-tempat menarik di Korea.

Saya (dan teman-teman) yang menggemari serial Korea, sering dibuat takjub dan “teracuni”. Kami mendadak suka mempelajari bahasa Korea. Oh, tentu saja kami tidak langsung mahir. Kami hanya bisa mengucapkan beberapa kata seperti anneyonghaseyo, kamsaheyo, gomapsumnida, gwaenchanayo, dan sarangheyo. Oiya, selain soal bahasa, kami juga jadi tertarik untuk mencicipi masakan Korea dan penasaran dengan sebenarnya ada berapa lapis pakaian yang dipakai oleh wanita Korea jaman dahulu.

Salah satu serial yang  berhasil menghipnotis kami adalah Dae Jang Geum. Kalau di Indonesia, serial ini diberi judul Jewel In The Palace. Ada yang pernah nonton, kan? 😀

Dae Jang Geum (sumber : http://www.fanpop.com)

 

Memiliki latar peristiwa masa Dinasti Jeoseon,  serial ini menyuguhkan potret kehidupan masyarakat Korea pada kurun waktu 500 tahun yang lalu, masa dimana perjalanan hidup sosok Dae Jang Geum banyak diceritakan.

Mengawali “karir” sebagai juru masak istana di usia yang masih sangat muda, Jang Geum tampil sebagai anak yang cerdas dan terlihat menonjol diantara sebayanya. Kepiawaian Jang Geum dalam memasak melebihi dayang yang lain, membuatnya sering mendapat pujian bahkan sindiran. Tanpa disangka, kegemilangan prestasinya (& juga motivasi pribadinya) justru menyeretnya pada pusaran intrik tingkat tinggi di dalam istana.

Intrik-intrik inilah yang pada akhirnya membuat Jang Geum (juga dayang seniornya) dihukum berat dan dibuang  ke Pulau Jeju. Status sebagai tahanan luar membuat ruang  gerak Jang Geum tidak leluasa, bahkan dia kesulitan kembali ke istana.

Memang, sejak jaman Dinasti Joseon, Pulau Jeju sudah digunakan untuk tempat pengasingan para tahanan. Tahanan-tahanan yang dibuang ke Pulau Jeju berasal dari beragam latar belakang, seperti: keluarga kerajaan, kerabat, militer, pelajar, pencuri, dan pelanggar hukum yang telah menyebrang perbatasan. Pun sama dengan Jang Geum, karena pelanggarannya dinilai berat, dia di buang ke pulau ini.

Awalnya, Jang  Geum tidak mengenal siapapun di pulau ini, kecuali panglima Min Jung Ho. Namun, selama berada di pulau ini, Jang Geum bertemu dengan banyak orang, salah satunya seorang tabib wanita.  Perkenalannya dengan tabib wanita ini, membuat Jang Geum memiliki semangat hidup kembali. Dia tahu, dia akan bisa kembali ke istana jika dia berhasil menjadi seorang tabib yang handal, karena untuk kembali menjadi dayang masak istana, itu sangat tidak mungkin.

Setelah belajar banyak soal pengobatan dan lolos seleksi ujian masuk tabib, Jang Geum pun berhasil kembali ke istana, dengan status yang berbeda. Kali ini, dia adalah seorang tabib wanita.

Kecerdasan dan kelihaian Jang Geum dalam mengobati pasien, membuat karirnya sebagai tabib wanita melaju pesat dibandingkan teman-temannya bahkan para senior, sampai akhirnya dia dipercaya menjadi tabib untuk raja. Cerita inilah yang membuat Jang Geum terkenal sebagai dokter wanita pertama di Korea.

Jang Geum saat Mendampingi Raja (Sumber : http://www.dramasrok.com)

Walaupun cerita tentang sosoknya tercatat dalam Babad Dinasti Joseon dan beberapa dokumen medis dari masa itu (sumber : ini), namun banyak yang meyakini bahwa Jang Geum hanyalah tokoh fiksi. Munculnya perbedaan anggapan tentang Jang Geum, apakah dia sosok yang nyata atau tidak (?), tidak berpengaruh banyak. Serial Dae Jang Geum tetap mampu mencuri perhatian.

Permaisuri & putra Mahkota Kerajaan era Dinasti Joseon ……..  Sanggul permaisuri keren ya? (sumber : http://www.dramasrok.com)
Raja (sumber : http://www.teamsejong.org)
Dayang/Juru Masak Istana, para menteri, dan prosesi penyajian hidangan kepada raja (Sumber : mbc.com)
Tabib Istana (Sumber : diankurniasih-among.blogspot.com)
Kostum Prajurit (sumber : http://www.roportal.ro)
Salah Satu Bangunan Istana (Sumber: http://www.hanguoyou.org)

 *****

Dulu, kalau nonton serial Korea, saya masih biasa aja. Paling-paling cuma komentar “ceritanya melankolis, ya?” sambil mbrebes mili. Tetapi sejak berkenalan dengan serial Dae Jang Geum, ketertarikan saya pada Korea naik berkali lipat. Saya tertarik pada bahasanya, sejarahnya, bangunan-bangunan lamanya, pakaian tradisionalnya, aneka jenis masakannya, dan apa pun yang ada “bau” Korea (seperti stopmap, buku, dll).

Korea ini memang keren. Bisa banget menyebar “racun” yang membuat kami-kami ini sangat tertarik dengan Korea. Untuk memenuhi rasa penasaran ini, Pulau Jeju tentunya akan masuk daftar teratas tempat-tempat yang akan dikunjungi saat ke Korea.

Kenapa Jeju?

Salah satu alasannya adalah karena di pulau ini ada Folk Village Museum. Mengusung konsep perkampungan Korea di masa lalu, museum ini menyajikan suasana Korea pada masa Dinasti Jeoseon.

Menarik, ya? 🙂

Lebih menarik lagi (untuk saya), museum ini juga memiliki Dae Jang Geum Mini Theme Park. Ah! Saya jadi bisa melihat tempat-tempat dimana Jang Geum bekerja sebagai dayang istana dan tempat dia belajar ilmu kedokteran. Ada perkampungan kuno, dapur-dapur, benteng pertahanan, replika istana raja, dan masih banyak lainnya. Menelusuri mini theme park ini pastinya akan seperti bernostalgia dengan Dae Jang Geum. Semoga jika nanti bisa benar-benar ke sana, Dae Jang Geum Mini Theme Park ini masih ada dan terpelihara baik 🙂

*Gambar di bawah diperoleh dari berbagai sumber*

trip to korea charmpatrol jejuwontour visit korea 3 meisze sumber  visitkorea.or.kr

Sebenarnya, selain museum ini, masih banyak tempat menarik lain yang bisa dikunjungi selama di Pulau Jeju, tapi saya mau nostalgia bareng Dae Jang Geum dulu. Kalau sudah, baru ke tempat yang lain 😆 *diguyur kopi*

Kalau ke Korea, kalian mau kemana saja? Kenapa? *mulai kepo*

 

***

Postingan ini dibuat dalam rangka seru-seruan bareng @cangkirkafein, dengan tema : Pulau Jeju. Tapi, sepertinya postingan dia jauh lebih menarik dan informatif. Saat saya asyik bernostalgia dengan Dae Jang Geum, @cangkirkafein mengajak kita berkenalan dengan Haenyeo, para penyelam wanita.

Tertarik? Silahkan mampir ke sini 🙂

14 thoughts on “Nostalgia Dae Jang Geum di Pulau Jeju

    1. Konon sih begitu, tapi ga tau juga. Tapi aku suka banget sama perjalanan hidup si Jang Geum ini *kebanyakan tapi* 😆

      Btw, dokter Marie E. Thomas itu siapa? *belum gugling*

    1. Subhanallah Yayaaan, banyak banget nyimpen ost=nya sampe 3 versi?
      Wah! ternyata kamu juga ngikuti serial ini. Konflik2nya keren ya? Perjalanan Jang Geum juga.

      aaaakkk Lee Young Ae!

  1. wah.. bnr.. korea ini keren dan pinter curi hati penonton, gegara drama korea banyak yg kpincut korea, jd pengen ke korea, pengen nyobain masakannya, fashionnya, bahasanya.. ide brilian bgt ya promosi semuanya lwt film hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s