Hocus Pocus, Hiburan atau Sekedar Menjawab Penasaran?

Percaya dengan ramalan? Baik itu ramalan bintang, Tarot, garis tangan, ampas kopi, dan lain-lain?

Sebenarnya saya (dan kebanyakan teman saya, dulu) sangat menyukai kegiatan ramal meramal. Setiap membeli majalah atau membuka koran, rubrik ramalan bintang selalu menjadi yang pertama di baca. Terlepas dari ramalan bintang itu benar-benar terjadi atau tidak, tetapi tetap senang karena merasa sebagian kecil misteri kehidupan di masa mendatang sudah tersingkap #halah.

Semakin ke sini, saya semakin jarang membuka ramalan bintang. Bahkan cenderung melewatkannya begitu saja, kecuali kalau ada teman yang menowel, mengabarkan soal hasil ramalannya minggu itu. Buat saya, kehidupan yang penuh kejutan terasa lebih menarik daripada menjalaninya dengan penuh sugesti, gara-gara membaca hasil ramalan. Lagi pula, tidak baik juga kan kalau ndisiki kersane Gusti.

Tapi ….

Beberapa hari yang lalu, saya tertarik untuk mencoba “peruntungan” lagi dalam hal ramal meramal. Heemmm, bukan ramalan tentang masa depan, sih. Yang saya coba waktu itu adalah “membaca karakter dari wajah”. Saya memang cenderung menghindari ramalan tentang masa depan, takut musyrik (halah), tetapi saya tertarik dengan ramalan karakter, karena kebenarannya bisa kita ketahui saat itu juga.

Berbeda dengan biasanya, waktu itu saya agak betah berlama-lama di laman FB. Skrol skrol skrol, lalu ketemulah status teman saya, Bang Freddy, yang sedang ramai oleh komentar teman-temannya. Iseng, saya klik status tersebut untuk membaca semua komentar yang ada di sana. Hasilnya? Dalam hitungan detik, komentar saya sudah masuk di sana, ikut antri “membaca wajah”.

Sebenarnya saya belum pernah bertemu langsung dengan Bang Freddy ini, pun berinteraksi di dunia maya, juga hampir tidak pernah. Lho? Kok bisa kenal? Karena ……….. saya dulu pernah mengalami fase “sedang lucu-lucunya” di FB. Jadi orang-orang yang memiliki mutual friend (baik dengan teman kampus maupun teman kosan), pasti diterima menjadi teman. Kalau sekarang sih, banyak orang-orang “asing yang sudah diberantas dari daftar teman. :lol:

Kembali lagi ke ramalan Bang Freddy …

Waktu itu, saya menerima notifikasi kalau Bang Freddy menyukai salah satu foto profil saya. Selanjutnya, notifikasi lainnya pun muncul. Nama saya di sebut dalam komentar Bang Freddy di lapaknya. Deg-degan? tentu saja. Bersiap dengan hasil terburuk, saya pun meluncur ke status Bang Freddy. Dan ……

Membaca Wajah

Sebagai “pasien”, saya tidak tahu bagian mana dari wajah yang mencirikan karakter seperti itu. Yang jelas, kenyataannya adalah saya memang hobi banget guyon dengan teman-teman, dan sebaliknya, teman-teman juga hobi bangeeeet mengguyoni saya. Online offline, sama saja! Lalu, ada satu orang adek tingkat (sewaktu kuliah) yang penasaran sekali dengan hasil ramalan Bang Freddy. Dia bertanya ciri-ciri wajah orang yang mudah diajak guyon seperti apa. Saya pun menjawab “Sudah Ma, lihat aja wajahku” #dikeplak.

Ramalan bang Freddy ini memang ada benarnya, karena saya ini kan tipikal yang mudah tertawa. Jadi diguyoni kayak gimana, tetap bakal tertawa-tawa, termasuk saat guyonannya rada ekstrim. Ah! Tapi teman-teman saya itu kan  pada dasarnya memang tipikal teman yang pengertian. Seekstrim apa pun guyonannya, masihlah masuk batas kewajaran dan tidak melanggar ranah pribadi, apalagi sampai menyakiti hati.

***

Terlepas dari ramalan itu benar atau tidak, bagi saya ramalan itu sebatas hiburan, sekedar untuk asyik-asyikan dibahas dengan teman, tetapi tidak sampai dipikirkan secara mendalam. Jadi, kalau misal besok-besok ditawari soal meramal masa depan, kayaknya saya bakal bilang “nggah ah, makasih ya”,

15 thoughts on “Hocus Pocus, Hiburan atau Sekedar Menjawab Penasaran?

  1. Kalau nggak salah ada ilmunya ya membaca karakter dari wajah ini? Sampai nasib juga bisa dibaca katanya. Heu. Kalau di korea ada film judulnya face reader. Ttg orang yang bisa baca nasib dari wajah oranh

    1. Aku dulu prnah belajar membaca garis tangan dan berakhir dengan panggilan kebesaran “Mbah” pas kuliah dulu, soalnya sering diminta baca, hehehhee
      Padahal aku jg ga tau itu bener apa enggak bacanya. Cuma manut teori saja

      1. kalau saya pas smp pernah dibaca garis tangannya. nggak tahu juga orang dulu dapat ilmunya dari mana. hihi
        cuma kalau saya nganggapnya ilmu buat baca karakter atau kejadian dari wajah atau garis tangan itu berdasarkan pengamatan bertahun2, trus disimpulkan deh

  2. dan jangan sampai kepikiran di suatu masa dan berkata … “oooo…. ternyata benar apa yang dibilang orang itu” karena kita menemukan kejadian atau peristiwa yang serupa dengan apa yang dibilang oleh si peramal

    1. Heemmm … kalau misal khilaf, ga sengaja keinget gitu gimana bang?
      Tapi baiknya mengindari yang semacam ini ya😀

      Oiya, klo mbaca karakter, gapapa kan? *serius nanya*

      1. baca karakter itu seperti apa ya mbak?
        apa dengan memperhatikan wajah dengan hidung bentuknya begini maka sifatnya begini.
        bibir seperti itu karakternya akan begitu

        begitu kah?

      2. enggak tahu ini bener apa nggak, tapi saya berpikir yang demikian itu bagian dari ilmu statistik

        mungkin sebelum2nya ada penelitian dari sekian banyak orang yang mangaitkan antara bentuk wajah dan karakter lalu dibuatlah kesimpulan bahwa wajah begini karakternya begini

        ngasal banget yah?😀

    1. Whahahhhahhhahhaaaa, Dek Yooooooo ….. Pengalaman pribadi pas diramal yaaaa?

      Kalo hasilnya bagus, ditunjuk2in ke orang. Kalo hasilnya jelek, diumpetin trus ditangisin #BukanPengalamanPribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s