Le Grand Voyage

le-grand-voyage

Ya, Le Grand Voyage ini judul sebuah film. Film lama sebenarnya, tetapi saya baru tahu dan menontonnya setelah membaca twit reply dari mas Ariy dan Fahmi. Mereka berdua adalah pria-pria ketje dan tangguh tetapi bisa mewek-mewek saat menonton film ini. Saya kan jadi penasaran!😆

Membaca review sana-sini, mencoba mengintip gambar, sampai menyimak penggalan filmnya di youtube ternyata tidak mampu menjawab rasa penasaran saya. Akhirnya saya pun berkeliling kota mencari persewaan DVD dengan harapan dapat menyewa dan menontonnya di rumah. Tetapi, bahkan persewaan terbesar di sini tidak mengoleksi Le Grand Voyage😦

Sebenarnya ada dua teman saya yang punya, Fahmi dan Ari tanpa Y. Sayangnya, mereka tinggal di kota yang berbeda. Fahmi di Semarang, dan Ari di Tangerang #MbrebesMili

Lalu, saya pun bongkar-bongkar youtube dan mencari versi full film ini. Alhamdulillah dapat😀

Apakah saya juga mbrebes mili seperti Fahmi dan mas Ariy?

*****

Film ini bercerita tentang perjalanan sepasang ayah – anak menuju tanah suci Mekah. Sang ayah berniat menunaikan ibadah haji melalui jalan darat, dan Reda, anaknya bertugas mengantar beliau sampai sana dengan mengendarai sebuah mobil tua.

Konflik diantara keduanya sudah terlihat sejak awal saat sang ayah mengutarakan niatnya pada Reda. Situasi yang tidak mudah untuk Reda, karena dia harus menyelesaikan ujian akhirnya. Ada satu lagi yang menjadi keberatan Reda, dia harus berpisah dengan kekasihnya, Lisa.

Menempuh perjalanan hanya berdua dengan ayahnya, tentu saja memunculkan konflik-konflik yang mewarnai perjalanan mereka. Mulai dari sang ayah yang membuang HP, pertengkaran dan perselisihan saat memutuskan jalur yang ditempuh, serta penipuan yang mereka alami dalam perjalanan.

2.5_LeGrandVoyage_1_thumb

Berbekal peta fisik, mereka melalui berbagai kota di beberapa negara dengan musim yang berbeda-beda. Perjalanan ribuan mil tidak hanya menguras fisik mereka, tetapi juga kesabaran. Perlahan Reda dan ayahnya mulai menikmati sisa perjalanan menuju Mekah.

Ada satu penggalan percakapan yang menarik diantara keduanya, saat berlindung dari salju,

Ayah : what’s on your mind?

Reda : i wanted to ask you something. 

Ayah : what?

Reda : why didn’t you fly to Mecca? it’s a lot simpler

Ayah : when the waters of the ocean rise to the heavens, they lose their bitterness to become pure again. The ocean waters evaporate as they rise to the clouds. And as they evaporate, they become fresh. 

Ayah : that’s why it’s better to go on your pilgrimade on foot than on horseback. And better on horseback than by car. And better by car than by boat. And better on by boat than by plane.

alicefilm.ru

Penipuan yang mereka alami di tengah jalan telah menguras uang tabungan mereka, dan sisa perjalanan ke Mekah terancam batal. Untunglah, sang ayah masih menyimpan uang di bagian dalam sabuk. Uang yang sedianya akan digunakan saat pulang, terpaksa digunakan untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Persediaan uang yang terbatas membuat mereka harus berhemat dan menghitung setiap pengeluaran sepanjang perjalanan. Sampai suatu ketika, mereka bertemu sepasang ibu-anak peminta-minta di lokasi perhentian. Tanpa pikir panjang, sang ayah mengulurkan selembar uang untuk ibu tadi. Reda pun protes karena merasa ayahnya sudah bersikap tidak adil, dan meninggalkan ayahnya seorang diri.

3l

Menjelang sore, sang ayah menyusul Reda yang sedang menyendiri di puncak bukit, untuk mengutarakan rencana selanjutnya, menjual mobil dan Reda kembali ke Perancis dengan pesawat. Namun akhirnya, Reda lebih memilih melanjutkan perjalanan bersama ayahnya. Setelah menempuh perjalanan panjang ribuan mil mulai dari Perancis, Italia, Slovenia, Kroasia, Yugoslavia, Bulgari, Turki, kemudian menyeberang  ke negara-negara Arab seperti Syiria, Jordan, lalu sampailah mereka di Saudi Arabia.

Sesampai di camp haji yang mereka dirikan bersama beberapa rombongan haji lain, sang ayah pun bersiap untuk melakukan towaf dan sa’i menggunakan bus. Reda memutuskan untuk menunggu sang ayah di camp. Menjelang malam, saat seluruh rombongan kembali ke camp, Reda tidak menemukan ayahnya.

Esok harinya, Reda memutuskan mengikuti rombongan menggunakan bus untuk mencari ayahnya. Mencari seseorang di tengah lautan manusia saat musim haji tentu saja bukan hal yang mudah, tetapi Reda tetap berharap bisa bertemu dengan ayahnya hari itu juga.

LeGrandVoyage-5

*****

Saya pun paham, kenapa Fahmi dan mas Ariy bisa  mewek sat menontonnya. Mereka adalah anak laki-laki, dan tentunya memahami hubungan kedua ayah-anak ini dengan semua lika-likunya.

Menonton film ini dan menyaksikan kekhusyukan ayah Reda, mengingatkan saya pada mbah Kakung yang sangat berharap suatu hari bisa menginjakkan kaki di tanah suci.Sepeti tebak-tebak buah manggis sebelumnya, saya ikut mewek saat menonton film ini, khususnya saat Reda berhasil menemukan ayahnya.

Matur nuwun Fahmi, mas Ariy ….

Bisa belajar banyak dari film ini dan lebih menghargai lagi setiap momen bersama bapak ibuk🙂

26 thoughts on “Le Grand Voyage

  1. Wah akhirnya ditulis juga reviewnya. Bagus kan filmnya? So far, this is my favourite one. Tapi koreksi mbak, bukan “Lee” tapi “Le” its different. Mbak dian kebanyakan nonton korea sih, jadinya kebawa hahha.

    Oiya, endingnya kan Reda ketemu bapaknya, tapi dalam kondisi udah meninggal, kenapa gak ditulis? Jadi kan sad ending nya lebih syahdu. Hehe maap kalau kebanyakan kritik :p

    1. Hahahhaahaha ah iya nih Mi, kebawa2 sama nama Korea #Tepokjidat …

      Oiya, sebenernya mau kutulis jelas endingnya bagaimana, tapi nanti yang belum nonton ga jadi penasaran dong sama endingnya. (yakali ada yang belum nonton. Kayaknya sudah pada nonton semua ya hahahhaa)
      Dan, endingnya ini yg bikin nangis tersedu2 kemarin

      Kritik? rapopo bangeeettt Mi. Aku seneng kok nek dikritik, opo maneh dikasih kripik :p

  2. Dan… akupun belom nonton, jadi gak mau baca reviewnya. Hiks. Di TV biasanya pas lebaran. Lebaran mah sibuk kan ya :3 mbak, kasih linknya dooong yah yah yah. Besok mau nonton *siapin kanebo*

      1. Nggak ada yg versi utuh ya mbak? Begitu buka jebret kluar foto narsis si empunya akun hahaha *rewel*

    1. Pas nonton film ini sampe terharu biru ga mbak?
      Film2 berlatar Iran? Aku belum pernah nonton.
      Satu2nya fIlm berlatar TimTeng yang pernah kutonton cuma The Kite Runner

  3. Ahhh…curang, endingnya sengaja disimpen hahaha. Padahal itu yang paling nampol. Btw, terima kasih udah menyebut namaku beberapa kali hahahaha. Top dah.

    1. Hahahahhahhaaa iya, sengajaaaa. Biar Halim dan Yayan penasaran #Eh

      Sama2 bertrimakasih mas Ariy. Kalau gak baca twit waktu itu, ga bakalan kepikiran nonton film ini #sungkem

    1. iya, film ini menyentuh hati bangeeett …
      Sudah nonton bbrp kali, dan selalu mewek pas endingnya.

      Bener! Pelajaran hidupnya banyak banget, khususnya tentang berbakti pada orang tua

    1. okaerinasai, Alid san😀
      Ga dsini ga dsini, kami semua hobinya rumpi2 ya hahahahaha

      Ga enak nonton film ini kalo sepoong2, nanti endingnya kurang nge-gong

  4. Mbak suka film-film sejenis ya?
    Tak kasih referensi lain yang cocok :

    1. Lourdes. 2009
    2. The Way. 2010
    3. The Great Escape. 1963
    4. The Road. 2009
    5. The Wayback. 2010

    selamat menonton mbak.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s