Sesenggukan Gara-gara Yamada Taro kun

Masih ingat kapan terakhir kali menangis?

Saya sih baru saja, hehhehhehhehhee

Oh! Saya tidak sedang sedih apalagi patah hati. Tenang saja #halah

Jadi ceritanya, jumat malam lalu saya sedang dilanda kebosanan. Parah! Nonton tayangan televisi, malas. Berselancar internet, malas. Baca buku juga malas. Akhirnya bongkar-bongkar isi lemari dan ketemulah sebendel DVD dorama Jepang kiriman mbak Maya.

Sebenarnya, sebendel DVD ini sudah dikirim sejak tahun lalu, tetapi baru beberapa judul yang ditonton. Alasannya, mood menonton sedang payah dan kalau dipaksa nonton. bisa-bisa di tengah serial saya pingsan kebosanan. Akhirnya, perlahan DVD-DVD ini ditonton satu persatu.

Kemarin, saya pakai metode “ban ban di ketiban dadi” saat memilih judul yang ingin ditonton karena belum mengintip reviewnya di d-addict. Dan terpilihlah YAMADA TARO, serial dorama 10 episode yang pertama tayang tahun 2007 lalu.

(Sumber : dorama.akihabara.cz)
(Sumber : dorama.akihabara.cz)

Serial yang berjudul Yamada Taro Monogatari ini bercerita tentang seorang murid SMA bernama Yamada Taro (Ninomiya Kazunari) yang memiliki wajah ganteng, pintar, bersekolah di sekolah ternama (dan mahal) dan menjadi idola diantara murid perempuan. Semua mengira, Yamada adalah anak orang kaya. Tidak ada yang  tahu bahwa Yamada berasal dari keluarga yang sangat miskin dan dia penerima beasiswa di sekolah tersebut.

Karakternya yang unik dan ekspresi wajah yang menyenangkan saat bertatap dengan orang lain, membuat Mimura Takuya yang juga idola di sekolah tersebut tertarik mengenal Yamada lebih dekat. Berbeda dengan Yamada, Mimura berasal dari keluarga kaya raya dan karakternya lebih pendiam. Pada suatu hari, Mimura membuntuti Yamada sepulang sekolah. Ini menjadi titik awal pertemanan mereka.

Karakter lain yang muncul di serial ini adalah Ikegami Takako, seorang murid perempuan yang mengidolakan Yamada sejak awal. Dia menyangka Yamada adalah pangeran keluarga kaya yang digadang-gadang  akan menjadi pasangannya. Lalu, Ikegami pun melakukan pendekatan yang cukup gencar pada Yamada. Harapan yang membumbung tinggi, membuat Ikegami sangat terpukul ketika tahu bahwa Yamada berasal dari keluarga miskin. Namun akhirnya, Ikegami tersadar bahwa pandangannya selama ini keliru, dan memutuskan untuk tetap berteman dekat dengan Yamada .

(Sumber : themomentiloveyou.blogspot.com)

Ketika membaca review singkat di atas, sepertinya serial dorama ini terlalu mainstream ya? Tidak jauh beda dengan tema serial sejenisnya yang banyak tayang di televisi nasional. TETAPI, TUNGGU DULUUUUUU😀

Film ini berhasil membuat saya menangis berkali-kali. Mungkin pengaruh PMS ya? Jadinya perasaan agak sensitif dan gampang mewek. Tetapi kalau menonton diluar jadwal PMS pun saya tetap bakal menangis bombay saat menonton serial ini, hehhehheee.

Konsep dorama ini sebenarnya adalah serial komedi. Tapi herannya, saya lebih sering menangis daripada tersenyum saat menontonnya. Selera humor saya payah banget ya? Hehhehhehe

Saya termasuk yang kebal saat menonton serial drama percintaan yang melow dan mengharu biru, tetapi bisa mudah mbrebes mili  saat menonton serial keluarga semacam ini. Dan memang, kekuatan serial dorama dari Jepang adalah di sisipan pesan moralnya. Mereka bisa mengemasnya dengan sangat baik dan memuat penontonnya terhanyut tanpa merasa adegan tersebut berlebihan.

Kesederhanaan, kegigihan, kerja keras, dan tanggung  jawab Yamada sebagai anak sulung menjadi poin utama serial ini. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit dan pekerjaan ayahnya yang tidak menentu, membuat Yamada tampil sebagai kepala keluarga. Di usianya yang masih belia, dia sudah menjadi tulang punggung keluarganya. Sebagai sesama anak sulung, saya tersentil dan tertampar berkali-kali saat mengikuti ceritanya.

Kebersamaan dalam keluarga Yamada sangat kuat. Dalam keterbatasannya, mereka berbagi banyak hal. Ada banyak momen yang membuat saya terharu menyaksikan keluarga ini, khususnya saat keenam adiknya yang  masih kecil itu sepakat memecah celengan dan patungan uang untuk diberikan pada Yamada. Mereka menyangka  Yamada batal kuliah di Amerika karena tidak punya uang, dan merasa bersalah karena sudah uang Yamada habis untuk menghidupi mereka. Manis banget ya anak-anak ini #Hix

(Sumber : dorama.akihabara.cz)

Tak ada gading yang tak retak …

Selain review berisi puji puja di atas, sebenarnya dorama ini juga memiliki banyak kekurangan. Menurut saya (menurut saya lho ya), kekuatan utama ini ada di adegan keluarganya Yamada. Kemistri antar anggota keluarga ini sangat kuat dan natural. Namun, kemistri ini gagal dijumpai pada tokoh lain di serial ini, Mimura dan Ikegami misalnya. Padahal mereka bertiga adalah sahabat dekat, tetapi adegan-adegan saat mereka bersama terasa datar, suasana keakrabannya tidak terbangun dengan baik. Berbeda dengan tokoh-tokoh di Nobuta Wo Produce. Cerita soal sekolah dan percintaan pun sepertinya kurang mendapat perhatian, sehingga terkesan sangat biasa.

Diluar kekurangan tadi, saya tetap mengacungkan jempol untuk film ini. Konsep ceritanya keren! Tidak heran dorama ini terkenal dan ratingnya cukup bagus di Jepang sana. Dan, terus terang, saya belajar banyak hal dari Yamada Taro kun.

Terimakasih mbak Maya yang sudah berbaik hati mengirim bendelan dorama. Ternyata, baru sekarang “berjodoh” dengan dorama Yamada Taro Monogatari, dan terharu baru biru sepanjang episodenya hehhehhee.

 

 

10 thoughts on “Sesenggukan Gara-gara Yamada Taro kun

  1. Aku nanggis baru 2 hari lalu, saat nyokap telp bangunin sahur trus ngajakin ngobrol. Gw nanya “Mam, sahur pake apa ????” dan beliau cuman jawab “Males makan, dah kenyang. Ini bangun cuman bangunin kalian aja” …. Omaga jadi terharu, nyokap tinggal sendiri, anak2 nya dah pisah rumah masing2 dan nyokap ngak mau ikut salah satu dari kita. Tapi masih sempet2nya telp2 ke kita semua buat bangunin sahur I LOVE U Mom #Curcol

    Btw gw paling demen film thailand, mulai komedi, drama horor semua nya demen dan yg main cakep2 hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s