ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Saat masih kuliah, saya mulai berkenalan dengan Asus, dan satu-satunya produk Asus yang saya tahu berupa CD/CD-RW Room. Selang beberapa tahun kemudian, barulah mengenal produk Asus yang lain. Notebook!

“Ar, kalau mau beli notebook yang oke tapi budget sekitar 4 jutaan, notebook apa ya?”

“Asus aja mbak”

Itulah cuplikan percakapan saya dengan adik yang kuliah di jurusan IT. Tentunya, dia sudah mempertimbangkan beberapa hal seperti spec, kebutuhan penggunaan, dan budget sebelum memberikan sarannya. Merasa agak asing dan ragu dengan saran adik, saya pun membeli notebook merk lain dengan kisaran harga yang sama. Sebagai orang yang awam dan minim pengetahuan tentang notebook, saran terbanyak dari orang-orang dekatlah yang saya jadikan acuan saat hendak membeli.

Notebook pertama saya mengalami “turun mesin” saat usia penggunaannya memasuki 2 tahun.  Loading mulai lambat, notebook mudah panas, dan baterai semakin boros. Permasalahan-permasalahan ini masih bisa ditolerir ketika pemakaian sehari-hari, seperti: mengakses berita online, blogwalking, chatting, dan mengetik . Namun, hal ini menjadi masalah yang cukup merepotkan saat saya harus berhadapan dengan deadline ketat yang  menuntut kerja kejar tayang. Belum lagi saat bekerja mobile, dari satu tempat ke tempat lain, yang mengharuskan saya membawa charger karena baterai notebook yang mudah habis.

Saya berkenalan langsung dengan notebook Asus saat Vio – salah satu murid saya – membawa notebook ini ke rumah. Awalnya, masih biasa saja saat mencoba mengutak-atik notebook Asus milik Vio, tetapi setelah pemakaian 2 jam notebook masih dingin dan baterai juga melimpah. Saya pun mulai tertarik dengan notebook ini.

Apakah saya langsung membeli notebook  merk Asus? Jawabannya : belum ….

Pekerjaan saya (saat itu) sebagai freelancer menuntut bergelut dengan notebook setiap harinya. Kadang diselingi  jadwal keluar kota, baik untuk presentasi maupun bertemu kolega. Membawa notebook yang berukuran 14” dengan baterai yang boros, tentunya tidak efesien. Selain menambah berat bawaan, juga tidak memaksimalkan kerja karena tidak bisa jauh-jauh dari electric outlet port atau biasa kita kenal sebagai colokan listrik, sedangkan saya dituntut untuk bisa bekerja dimana saja.

Setelah menimbang-nimbang dan kebetulan ada salah satu teman  yang menawarkan, saya pun mengangguk setuju pada tawaran netbook Asus seri EeePC 1225C dengan harga yang cukup bersahabat – dibawah 3 jutaan waktu itu.

???????????????????????????????

 

Kenapa akhirnya memilih netbook Asus EeePC 1225C dan bukan notebook seperti sebelumnya?

Alasannya tentu saja menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan dana waktu itu. Saat membelinya, saya belum tahu banyak tentang spec Asus EeePC 1225C ini. Yang saya tahu baru sebatas ukuran dan beratnya yang cukup praktis untuk dibawa-bawa, yaitu ukuran layar 11,6” dengan berat sekitar 1,45 Kg.

Selain itu, netbook  ini juga dilengkapi dengan prosesor Intel Atom Dual Core N2800 yang memang diperuntukkan untuk netbook dan tablet. HDD yang ditanamkan dalam body Asus seri ini juga besar, 320 GB. Cukuplah untuk menyimpan berbagai serial dorama kesayangan dan foto hasil jalan-jalan.

Setelah diintip-intip lagi specnya, ternyata Asus Eee PC 1225C  ini sangat cocok untuk pekerjaan saya. Dilengkapi memori on board sebesar 2GB, netbook ini memiliki  akses kerja yang cepat dan sangat membantu ketika berkejaran dengan deadline. Selain itu, walaupun prosesornya menggunakan Intel Atom, tetapi cukup tangguh ketika dipasangi aplikasi pengolahan data dan editor foto sederhana.

Selain untuk bekerja, saya juga menggunakan netbook ini untuk keperluan lain, misalnya bercengkerama dengan adek dan keponakan yang ada di Pulau Timor via Skype. Dilengkapi kamera 0,3 MP, Hi-Definition Audio CODEC, stereo speaker, high quality mic, dan WLAN 802.11 b/g/n@2.4GHz menjadikan aktivitas berbincang kami via Skype semakin menyenangkan karena gambar terlihat jelas dan suaranya cukup jernih.

Kemudahan lain yang saya dapat dari netbook Asus EeePC1225C ini, adanya 3 port USB (1 USB 2.0 dan 2 USB 3.0) memungkinkan saya menancapkan banyak perlengkapan seperti modem, kabel data, flashdisc, dan lainnya. Dilengkapi  Card Reader : SD/ SDHC/ SDXC/ MMC netbook ini cukup peka saat membaca kartu memori yang saya masukkan kedalam port Card Reader. Kenapa hal ini termasuk yang saya suka dari Asus? Karena di notebook lama saya, port Card Readernya sering susah men-detect kartu memori, sedangkan saya butuh memindah file foto dari kamera ke HDD. Selain itu, netbook ini juga memiliki interface pendukung lain seperti VGA Connector, LAN RJ-45, HDMI, dan Audio Jack.

???????????????????????????????

Jadi, alasan-alasan diataslah yang membuat saya semakin menyukai produk Asus ini. Walaupun Asus EeePC 1225C berupa netbook, namun tetap mampu mengakomodir semua kebutuhan saya yang berkaitan dengan komputer atau notebook.

Dulu, sebagai freelancer saya memiliki jam kerja suka-suka, kadang hanya beberapa jam sehari, kadang juga bisa sampai belasan jam sehari. Tidak jarang, netbook yang saya gunakan menyala nonstop sejak malam sampai pagi.  Bekerja berjam-jam kadang membuat saya mati gaya saat berhadapan dengan netbook. Berbagai posisi pun dicoba, mulai dari duduk sempurna di kursi, duduk lesehan, dan juga memangku netbook sambil bekerja. Asus EeePC 1225C ini termasuk yang tidak mudah panas. Jadi, saya pun jarang menggunakan kipas dibawahnya dan nyaman saat memangkunya sambil mengetik.

Memiliki pekerjaan yang tidak terikat tempat dan waktu membuat saya lebih fleksibel. Kadang saya bisa bekerja di rumah, kadang juga di kantor, dan tidak jarang saya bekerja sambil makan-makan diluar.  Karena itu, saya butuh notebook/netbook  yang ringkas untuk dibawa-bawa, ringan, dan baterai tahan lama (saya sering lupa waktu, dan tahu-tahu baterai mendekati limit). Kalau sedang bekerja di rumah maupun di kantor, urusan listrik bukan masalah. Tetapi ketika bekerja di luar, listrik menjadi pertimbangan utama. Sering saya memilih tempat yang dekat dengan colokan supaya mudah saat mengisi baterai.

Namun, sejak menggunakan Asus EeePC1225C, saya tidak lagi mengkhawatirkan soal pasokan listrik. Urusan baterai, Asus bisa diandalkan. Setelah 2 tahun pemakaian, baterai netbook yang saya gunakan masih bisa bertahan sampai 4 jam. Seharusnya bisa lebih awet dari itu, tetapi karena berkali-kali netbook ini terpaksa mati karena kehabisan baterai (seringnya karena saya ketiduran atau lupa mematikan saat keluar rumah), jadilah perlahan daya tahan baterainya menurun. Hal ini wajar terjadi karena baterai pun memerlukan perawatan dan perlakuan yang baik supaya tetap awet. Tetapi, daya tahan 4 jam itu termasuk bagus. Notebook sepupu saya (beda merk) yang usia pemakaiannya hampir sama – sekitar 2 tahunan – daya tahan baterainya hanya tersisa 2 jam.

Tak ada gading yang tak retak. Selain keunggulan-keunggulan di atas, tentunya ada beberapa kekurangan yang dimiliki produk ini.

  • Layar netbook ini cukup mudah memantulkan cahaya, membuat saya agak memicing  untuk bisa fokus membaca saat menggunakannya di luar ruangan. Mungkin ini juga dipengaruhi oleh kondisi mata yang memiliki silinder, sehingga agak peka dengan cahaya. Tetapi untuk pemakaian indoor, Asus EeePC 1225C ini sangat bersahabat untuk mata.
  • Cover yang terbuat dari plastik dan mengkilap  membuat bekas jari tangan saat memegang bagian ini mudah terlihat. Karenanya, kebersihan tangan juga perlu diperhatikan saat memegang/membawanya supaya tidak meninggalkan jejak yang mengganggu tampilan cover netbook ini.

Lalu, apakah saya juga merekomendasikan Asus pada keluarga dan teman saat mereka meminta saran sebelum membeli notebook/netbook baru? Iya. Alasan saya sebenarnya sederhana. Saya menyukai dan merasakan langsung keunggulan produk Asus. Sejauh ini Asus merupakan produk notebook terbaik yang pernah saya gunakan.

 

banner

26 thoughts on “ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s