Taman Nostalgia

Pagi ini, saya mendapati postingan Ari tentang tema Turnamen Foto Perjalanan ke-36,TAMAN. Kebetulan! Saya juga ingin bercerita tentang taman. Kita sehati banget sih Ar😆

Taman, dalam hal ini taman kota, merupakan ruang publik yang dapat diakses siapa saja dan kapan saja, tentunya secara gratis. Taman kota memiliki peranan yang sangat penting dalam tata ruang kota karena selain berfungsi sebagai RTH (Ruang Terbuka Hijau), juga berfungsi untuk menjadi sarana kegiatan masyarakat.

Setiap taman tentunya dirancang dengan baik supaya menjadi indah. Tanaman yang ada pun dipilih sesuai fungsi dan juga jenisnya. Berbagai fasilitas disediakan supaya dapat mengakomodir kegiatan masyarakat didalamnya. Tidak heran, kita bisa menjumpai beragam aktivitas yang dilakukan masyarakat ketika berada di taman. Ada yang menikmati sore bersama keluarga, berbincang, berolahraga bersama teman, mencicip kuliner yang ada di sekitar taman, dan juga mengambil foto beberapa sudut taman karena mengunjungi taman itu sendirian. #Eh

Waktu sudah sore dan perut yang terlanjur lapar menjadi alasan saya mengunjungi salah satu taman di Kota Kupang, Taman Nostalgia. Taman yang berada di Jl. Frans Seda ini diresmikan tahun 2011  lalu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Taman Nostalgia memiliki dua monumen yang menjadi landmarknya, yaitu Gong Perdamaian dan Tugu Pers.

??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Kurun waktu 3 tahun terbilang cukup baru. Namun, kondisi taman mulai memprihatinkan. Bagian taman yang terdapat Tugu Pers terlihat tidak terawat dengan semak-semak yang semakin meninggi, padahal di kawasan ini terdapat beberapa wahana bermain anak. Selain itu, walaupun sudah tersedia bak sampah di beberapa sudut, tetap saja bisa dijumpai sampah-sampah yang  masih berserakan😦

???????????????????????????????  

Terlepas dari adanya semak-semak dan sampah-sampah yang cukup mengganggu, sebenarnya Taman Nostalgia adalah taman yang menyenangkan. Taman ini sangat sepi ketika pagi hari, dan berubah ramai menjelang sore hari. Pembagian ruang-ruang tanpa sekat membuat taman ini terasa luas walaupun disaat yang sama banyak jenis aktivitas dilakukan di sana. Satu hal yang saya suka, areal dalam taman steril dari para penjual makanan karena sudah disediakan food stall disamping taman.

  DSC00462  ???????????????????????????????

Ada satu jajanan favorit saya disini, SALOME. Bentuknya seperti perkedel kentang yang ditusuk seperti sate dan disiram sambal kacang dan juga kecap, bisa juga ditambah saus tomat. Harga pertusuknya pun sangat murah, Rp 500,-. Untuk saya, 5 tusuk Salome sudah cukup mengenyangkan. Alhasil saya pun takjub ketika ada mbak-mbak sebelah yang bisa menghabiskan 10 tusuk Salome sekali makan :lol: 

???????????????????????????????    

Oiya, sampai saat ini saya belum tahu  asal muasal kenapa taman ini disebut Taman Nostalgia. Saya juga lupa bertanya pada beberapa pegawai di penginapan dan pedagang di sana tentang asal nama taman ini.

Taman Nostalgia pasti bisa lebih cantik daripada sekarang. Jika semak-semak yang mulai meninggi dirapikan, kesadaran menjaga kebersihan taman meningkat sehingga sampah tidak lagi berserakan, wahana permainan diperbaiki dan dicat ulang.

???????????????????????????????

Setiap taman kota pasti dirancang dengan desain secara apik lengkap dengan fungsinya. Taman-taman ini tidak hanya butuh dirawat, tetapi juga butuh diremajakan kembali agar tetap cantik dan membuat siapapun merasa nyaman didalamnya. Taman yang baik akan menjadi cerminan suatu kota dengan kualitas masyarakat yang baik. Masyarakat merupakan  aspek penting dalam kota, karenanya kualitas masyarakat sangat mempengaruhi kualitas sebuah kota*. 

========

*) Sumber : https://wisataman.wordpress.com

29 thoughts on “Taman Nostalgia

    1. Iya, masih banyak foto sudut2 yg lain Van, bagus tamannya, berundak2 juga. Ada ruang bawah tanah tapi dikunci.
      Cuma ya gitu, kesannya gak terawat. Selain kotor, cat2 bangunan disana juga mulai mengelupas😦

  1. Sebenernya taman bisa menjadi alternatif wisata yg nggak costly dan bisa jadi sarana interaksi antar warga kota. Itu kalau tamannya dirawat sih

  2. aq mek menggarisbawahi yang bertuliskan: “Ada yang menikmati sore bersama keluarga, berbincang, berolahraga bersama teman, mencicip kuliner yang ada di sekitar taman, dan juga mengambil foto beberapa sudut taman karena mengunjungi taman itu sendirian. #Eh” kiro-kiro iki masuk kategori curcol opo nggak? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s