Museum Kambang Putih

museum Kambang Putih

Bangunan bercat pink ini bernama Museum Kambang Putih, berada di pusat kota, kawasan yang sejak pagi hingga malam hari selalu ramai orang. Namun, keberadaannya kontras dengan sekitarnya. Bukan soal warna, tetapi keramaian yang ada di dalamnya. Seringkali museum ini sepi pengunjung, hanya ada beberapa petugas serta satu atau dua pengunjung pada hari biasa. Saking sepinya, bahkan keberadaan museum ini kerap tidak disadari para wisatawan (ziarah) karena tertutup antrean becak yang mengular, antri menunggu giliran mendapat penumpang.

*Postingan ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan periode 35 bertema MUSEUM dengan tuan rumah Isna*

19 thoughts on “Museum Kambang Putih

  1. Sayang banget…Aku gatel banget kalo liat museum di Indonesia yang kebanyakan sepi pengunjung. Apalagi kalo sebelahnya mall gede2 gitu. Rasanya kepengen bantu design ulang dan ngajak generasi muda buat dateng😦

    1. Iya banget Aiko Chan😦
      Padahal ini sebelahnya alun-alun yang biasa dipake keluarga2 muda sini nongkrong2 sama keluarganya. Tapi jarang banget yang diajak nengok museum, padahal tinggal nyebrang jalan.
      Yang kesini kebanyakan murid2 yang dapet tugas dari sekolahnya

      1. Iya mbak dan tentunya semua murid ngeraksa “terpaksa” dan paling lari-larian di museum gak nyimak. Kayaknya pemerintah harus lebih kasi perhatian sama seluruh museum yang ada di Indonesia. Cuma sayangnya gak ada yang mau perhatian😦

      2. Bener Ai, jadinya “terpaksa”. Bahkan kemarin sempet ketemu serombongan murid yang asyik nulis apa2 saja yang didiktekan bapak petugas. Ga ada yang aktif nanya, yang penting catatan penuh dan sama.

        Harusnya kegiatan mengunjungi museum bisa lebih menyenangkan dari itu ya😦

      3. Abisan juga di museumnya kurang ngasih greget sama pendatang sih. Sedih juga ya jadinya

        Kalo kayak gitu mah mending buka internet aja googling:/

      4. Nah! Pas kemarin yg bikin “greget” di museum itu temen2ku. Mereka pecinta sejarah dan suka banget ke museum2. Begitu diajak nyemplung kesini, museum ini jadi jauh lebih menarik dari biasanya soalnya temen2ku aktif nanya. Bahkan sampe ada bbrp mas2/mbak2 yg ikut gabung denger diskusinya

      5. Mungkin sebaiknya yang muda2 punya suatu platform khusus buat saling kumpul dan pergi ke museum bareng. Jadi bagi yang ahli bisa ngajarin dan yang gak tau jadi tau😀
        Gak musti kan hang out tuh ke mall atau nongkrong aja

  2. Karena di kota ku gak ada museum, jadi kalau ke ibukota provinsi sempatin ke museum yaitu museum Tsunami dan museum Aceh. Namun, terasa masih ada yang kurang juga dalam mencari ilmu…

  3. Akhirnya… akhirnya nyonya rumah Tuban nulis tentang Kambang Putih hehehe.
    Nunggu wisata nggak populer lain di Tuban lo mbak e😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s