Perempuan …

Perempuan …

Menurut kbbi adalah  orang (manusia) yg mendapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita. Dalam kesehariannya, para perempuan ini biasa kita panggil dengan ibu, mama, bunda, emak, tante, bulik, budhe, dan mbak🙂

Perempuan …

Dia sangat dekat dengan keseharian. Kita bisa bertemu dengannya di rumah, di sekolah, di perkantoran, di warung-warung, di pasar-pasar tradisional, di pasar-pasar modern, di sepanjang jalan perkampungan, di teras-teras rumah, di salon, di angkutan umum, di tempat peribadatan. Dimana saja!

Perempuan …

Dalam kelemahlembutan sikapnya, kehalusan tutur bahasanya, dia bisa berdaya dalam peranannya. Baik dalam perannya sebagai ibu rumah tangga, wanita wirausaha, abdi  negara, pekerja swasta, perjuang bangsa, maupun peranan lainnya.

Perempuan …

Dalam sejarah, perempuan yang berdaya,membawa perubahan, dan menjadi bagian dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya RA Kartini. Masih ada Dewi Sartika yang mendirikan Sekolah Istri untuk kaum wanita dari rakyat jelata. Ada Rohana Kudus yang tidak hanya bergerak dibidang pendidikan, tetapi dia juga seorang jurnalis wanita pertama di Indonesia dan terkenal dengan konsep dan ide mengenai emansipasi. Ada Cut Nyak Dien dan Martha Christina Tiahahu yang terjun langsung dalam medan peperangan melawan Belanda. Dan ada juga Keumalahayati, panglima perang wanita pertama di Nusantara. Dia berhasil membunuh  Cornelis de Houtman – orang Belanda yang menemukan jalur rahasia menuju Indonesia. Pada saat adat istiadat masih menempatkan wanita sebagai nomor dua, para wanita ini telah menerobos garis batas dan menunjukkan peranannya.

Perempuan …

Selain ibuk dan 2 simbah putri, ada 4 perempuan lain yang saya kagumi. Mereka orang-orang yang istimewa, dan bagi saya mereka sangat menginspirasi dengan peranannya masing-masing.

Mbak Dyaning, seorang ibu rumah tangga sekaligus abdi negara. Dimata saya, dia adalah seorang perempuan yang kalem dan pintar, tentunya juga telaten. Di rumah, dia adalah ibu rumah tangga yang terjun langsung mengurusi rumah tangga, anak, dan suami. Di kantor, dia adalah seorang yang bertangan dingin. Statusnya sebagai seorang perempuan tidak mmbatasinya dalam berkarya. Terbukti, dia dipercaya memegang beberapa proyek besar dalam dinasnya. Membagi perhatian dan waktu antara menjadi ibu rumah tangga dan abdi negara tentu tidak mudah, apalagi ketika beban pekerjaan semakin meningkat. Tetapi, mbak Dyaning berhasil membuktikan bahwa menjadi ibu yang bekerja tidak mengganggu peranannya sebagai ibu rumah tangga.

Mbah Galuh (Luluk), seorang wanita wirausaha yang sukses dibidang kuliner. Dari beliau saya belajar, bahwa tanpa harus meninggalkan rumah, seorang perempuan tetap bisa berkarya, berdaya, dan sukses dibidangnya, Merintis usaha dari nol dengan dukungan penuh dari suami membuat Mbah Galuh belajar banyak tentang berbisnis. Usaha yang awalnya dimulai dengan berjualan kue-kue kering kini berkembang menjadi aneka masakan dan kue. Konsumennya juga semakin berkembang dan jumlah karyawannya pun semakin bertambah. Selain berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang disekitarnya, mbah Galuh bisa mencurahkan seluruh waktunya untuk keluarga. Dan itu semua dilakukan dari rumah.

Bu Ujang. Seorang ibu rumah tangga yang mencurahkan seluruh waktu, pikiran, dan tenaganya untuk mengurusi keluarganya. Dari beliau saya belajar banyak hal tentang menjadi istri sekaligus ibu. Menjadi ibu rumah tangga “full time”  sama pentingnya dengan ibu rumah tangga yang bekerja. Usia dan statusnya sebagai ibu rumah tangga tidak menghalanginya untuk terus belajar agar bisa menyeimbangkan diri dengan suami dan perkembangan anak-anaknya. Itu semua dilakukannya dari rumah. Ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan mudah. Kehadirannya sangat penting di rumah. Tugasnya tidak hanya mengurus rumah, tetapi juga mendampingi suami, mengawasi perkembangan anak-anaknya, membantu mereka belajar, dan tentunya menjadi orang pertama yang sigap mengatasi permasalahan dalam keluarganya. Dan satu yang sangat saya sukai dari bu Ujang, beliau selalu bisa menghadirkan suasana hangat dalam keluarganya. Dan itulah yang membuat keluarganya selalu rindu untuk pulang.

Fretty, seorang perempuan lajang yang berkarya di bidang pendidikan. Dia adalah teman baik saya😀 Sebagai perempuan, dia tidak kalah gesitnya dengan pria. Menjadi seorang ibu guru tidak lantas membuatnya menyerah pada kurikulum. Berhenti belajar tidak ada dalam kamusnya, karena belajar sesuatu khususnya hal baru sudah menjadi hobinya. Ada kalanya dia menemukan hal-hal kreatif yang bisa diajarkan pada siswa-siswanya. Saya selalu senang ketika dia bercerita tentang metode pembelajarannya dan bagaimana antusias murid-muridnya saat belajar. Iya, dia memang seorang yang kreatif dan juga pintar. Karena kemampuannya inilah, akhirnya Fretty terpilih sebagai satu-satunya peserta ADE dari Indonesia beberapa waktu lalu.

Perempuan …

Rasanya tidak habis cerita ketika membicarakan tentangnya, Banyak kisah dan pembelajaran disana. Perempuan, dengan segala kelebihan dan kekurangannya layak mendapat apresiasi tertinggi dari sekitarnya karena perannya tidak lah main-main.  Dan penjelasan tentang perempuan ini dirangkai secara apik dilagu Rita Effendi yang berjudul Perempuan.

profile_ga

8 thoughts on “Perempuan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s