Rumah itu bernama Sinbraw

Home is where the heart is

Itulah kenapa saya menyebut Sinbraw sebagai rumah (kedua, setelah rumah orang tua) saya. Disana saya menemukan keluarga, kehangatan, persahabatan, pembelajaran, serta menikmati waktu dengan bersenang – senang. Bangunan kosan ini tidak megah dan cantik layaknya kosan yang lain. Bangunan fisik Sinbraw bisa jadi terbilang kusam dan menyeramkan, apalagi ketika dirunut sejarah dahulu kalanya yang merupakan bekas pabrik es dan pemakaman. Bangunan kos terdiri dari 3 lantai dengan 4 blok ini mampu menampung lebih dari 50 anak. Jadinya kosan kami lebih seperti perkampungan daripada kosan putri😀

3r_b.jpg_480_480_0_64000_0_1_0

Bersama mereka, saya mendapatkan pengalaman lebih dari sekedar ngekos (aka numpang tinggal) selama di Malang. Banyak cerita yang tidak habis dibicarakan ketika mengenang mereka dan kisah kami selama disana. Tidak selalu kisah bahagia, kadang kala ada juga yang memeras emosi jiwa karena ada saja persinggungan – persinggungan. Ah, namanya juga hidup bermasyarakat ya😀

Saya bukan termasuk yang betah diam dirumah, tetapi disini saya selalu betah. Banyak hal yang bisa dilakukan disini, mulai dari : tidur, belajar, nonton tv, nonton film, membaca, memasak, mencuci, makan bersama, diskusi, menikmati hujan dari meja kotak, berfotonista, dan tentunya juga bercurhat ria. Selain itu masih banyak lagi yang lain yang selalu seru dilakukan bersama mereka.

Setiap tempat punya cerita, pun tentang kos-kosan. Yang pernah ngekos tentunya punya pengalaman dengan kos – kosan. Pernah 3 kali berpindah kos selama di Malang cukuplah membuat saya punya alasan untuk memfavoritkan kosan yang satu ini karena disinilah saya akhirnya bisa merasa “pulang”. Bukan bangunan kosannya yang saya rindukan, tetapi orang – orang yang ada disanalah yang selalu saya nantikan.

Disini, ada tradisi tahunan yang bernama Malam Keakraban (MK), yang mana setiap tahun diikuti oleh seluruh anak kos yang bejumlah 50 lebih dan dipegang oleh panitia yang berbeda berdasarkan angkatan kuliah. Apapun kepentingannya, apapun alasannya, setiap anak kos “wajib” datang ke acara ini. MK yang paling saya favoritkan adalah MK-nya Tika dkk, sekaligus MK terakhir saya di Sinbraw. Acaranya seru, panitianya kreatif, dan pesertanya juga heboh! Penasaran dengan tampilan panitianya? Dibawah ini panitia MK waktu itu yang entah mereka dandan ala suku apa😀

p1010012.jpg_480_480_0_64000_0_1_0

Satu lagi yang saya suka. Mereka disana tidak hanya asyik untuk diajak berhahahihi bersama, tetapi juga teman yang bisa mengingatkan dalam hal ibadah. Iya, kami disana selalu ringan saling mengingatkan dan menghormati dalam menjalankan ibadah, apapun latar belakang agama kami. Kosan yang jauh dari musholla tidak menghalangi kami untuk bisa sholat berjamaah bersama. Akhirnya 1 panggung dikosan disulap menjadi musholla dadakan.

pa060009.jpg_480_480_0_64000_0_1_0

Walaupun sekarang kami sudah terpencar, tetapi kehangatan pertemanan dengan mereka selalu terjaga. Keberadaan facebook dan twitter sangat membantu kami menghadirkan suasana itu sekarang. Kami bisa berhahahihi ramai-ramai di pojokan facebook, membicarakan gosip – gosip, dan rencana bersama.

Ah! saya jadi kangen mereka😀

27 thoughts on “Rumah itu bernama Sinbraw

  1. Sinbraw ini satu-satunya pengalaman kost-ku tapi seolah sudah beberapa kali pindah kost gara-gara temannya banyak. 60 orang rek! berbagai suku, agama, jurusan bahkan kampus pun beda, bukan cuma anak Univ Brawijaya khan😀
    Sinbraw juga yang bikin aku berprinsip “rugi kalau nggak pernah nge-kost!”.. hahaha..
    nanti kalau punya anak pokoke anakku kudu nge-kost!

    1. Pertama-tama, aku mau mengucapkan terimakasiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhh padamu mbak Mieke, yg sudah mau menghibahkan kamar A15 itu padaku *hugs*
      Semacam untuk masuk Sinbraw itu susah betul ya? hehhehehhe
      iya, yang kos disana kuliahnya dimana -mana mbak, karakternya juga macem2, jadi disana bisa belajar hidup bermasyarakat.
      Aku maklum kenapa dirimu betah sekali tinggal disana dari awal kuliah sampai lulus, karena aku pun betah sangat disana sampai lulus. Walaupun kosannya seram, tetapi rata – rata mereka seperti kita ya mbak, betah disana😀 Kecuali kalau di anak bermasalah secara sosial sih #Eh
      Sampai sekarang, setiap kami cerita tentang kos-kosan, selalu Sinbraw yang kubicarakan mbak *seriusan*

      1. ahahaha.. jadi ingat A15, kamar keduaku dari 3 kamar di Sinbraw. kamu sejak awal ngga pindah dari A15 ya?
        jadi kangen tarawih-an di Sinbraw. di foto itu pas Elvi jadi imam ya? duh kangene rekk

      2. Aku setelah dari A15 pindah ke A9 mbak, jadi lebih deket tangga dan menerima semakin banyak “tamu” dan hibahan makanan dari anak2 klo mereka baru pulang hehehhehe.
        Iya, ini pas MK trus diajakin sholat tarawih berjamaah mbak, mbak Elvie jd imamnya

    1. Tapi kosanmu yg pernah diceritain itu juga sama asyiknya ya NOn, walopun ndak berbanyak anak.
      Kalau aku memang suka keramaian😀 Suka kalau pagi mbuka pintu sudah ada yang kasih salam “selamat pagiiii” (ketahuan klo bangunnya kesiangan) hihihhihi

    1. Ndak boleh dong😀
      Kecuali untuk kasus tertentu, misalnya mas2 yg nganterin galon atau ada temen yg mau bantuin angkat komputer (PC).
      Selain itu hanya boleh di depan ruang tamu

      1. Aku sudah nemu foto2 kita yang lain…cihuy abiss…mau dishare dimana…?? olala…rasanya rindu memandangi jendela kamarku yang pemandangannya atap & kuburan sebrang sungai hihihihi…

  2. Gila….! 50 orang? gk salah? sudah bisa dipilih pak lurah, RT n RW tuh….. hehehe🙂 itu mah bkan kos lagi namanya, tp udah jadi desa…. hehehe🙂

    untul satu kamar berapa orang biasanya?

    1. Bahkan kalau penuh, bisa lebih dari 60 orang loh Mat🙂 Dan kamar2nya dibagi menjadi 4 blok, dengan lebih dari 50 kamar. Biasanya 1 kamar diisi satu anak. Tapi ada beberapa yang diisi dua anak.
      iya beneeerr, kosan kami lebih seperti perkampungan daripada kos2an hehhehhee,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s