Reuni (yang) menggemaskan

Gambar didapat dari intisari

Tema #Day14 #JuliNgeblog kali ini adalah REUNI. Tema yang sering diperbincangkan kala menjelang hari raya karena biasanya teman –  teman lama bisa berkumpul kembali.

Apakah reuni selalu menyenangkan? ataukah menyebalkan sehingga kita benar – benar menghindarinya?

Saya bukan termasuk penikmat reuni, walaupun dengan datang ke reuni saya bisa bertemu kembali dengan teman – teman lama. Entah cuma saya yang merasa begini atau banyak yang lain juga, tetapi seringnya saya merasa canggung ketika bertemu kembali dengan teman – teman yang sudah lama tidak saling bersilaturahim. Tidak saling berkirim kabar dalam kurun waktu tertentu membuat saya seperti kehabisan bahan obrolan. Pun teman – teman saya juga begitu. Jadilah pertanyaan yang sering terlontar adalah “Kerja dimana sekarang?”, “Sudah nikah?”, “Suami/istri orang mana?”, “anak berapa?”, “Sekarang tinggal dimana?” dan pertanyaan – pertanyaan lainnya yang seharusnya bisa terjawab dengan mudah ketika membuka akun facebook sang teman.  Toh jaman sekarang banyak teman yang punya akun facebook. Situasi reuni seperti ini yang tidak saya suka😀 *Maaf* … Saya lebih suka reuni dengan teman – teman yang masih sering bertukar kabar, saling sapa, dan berbagi cerita. Jadi ketika bertemu kembali dalam acara reuni, kami bisa makin asyik ngobrolnya. Itu sih bukan reuni, tapi temu kangen. Mungkin keluarga #LasemTrip, Sinbrawer, dan Plano’01 mau mengadakan reuni? *Langsung daftar*

Kalau berbicara soal reuni, ada saja ceritanya. Mulai dari yang menyenangkan, menyebalkan, dan juga menggemaskan. Menggemaskan? Iya, dan itu pernah terjadi dalam salah satu (atau dua) reuni saya dengan teman – teman SMP, dimana salah satu teman saya masih juga tidak berani menyapa dan mengajak ngobrol padahal kami sudah lama lulus. Entah dia malu atau takut😀

Kok bisa?

Alkisah jaman SD dulu, tentu sudah menjadi rumus umum bahwa anak – anak SD sukanya menjodoh-jodohkan temannya dan menggoda mereka habis – habisan. Saya yang termasuk preman di kelas pun tidak luput dari “musibah” ini. Waktu itu saya dijodoh-jodohkan dengan teman sekelas saya, sebut saja Mr Handsome (Nama asli dirahasiakan demi kebaikan umat). Sebelumnya hubungan pertemanan kami baik – baik saja dan kami terbilang rukun. Namun sejak dijodoh-jodohkan kami benar – benar seperti tidak saling kenal, saling cuek, dan mlengos kalau ketemu. Awalnya saya masih protes karena merasa “difitnah”. Semakin digoda saya semakin protes. Tapi diujung sana si Mr. Handsome ini diam saja. Pasrah! Lama – lama saya pun iku diam dan mendiamkan si Mr. Handsome karena sebal dia tidak pernah membela kami.

Kenaikan kelas 5, saya sempat mengira teman – teman akan berhenti karena sudah bosan. Tapi kenyataannya mereka semakin ganas menjodoh -jodohkan kami berdua. Setahun dikelas 5 berasa seperti neraka. Berangkat sekolah dengan tidak bersemangat dan pulang sekolah dengan muka cemberut. Sangat tidak menyenangkan! Hampir saya minta pindah sekolah ke orang tua, ettapi setelah dipikir ulang akhirnya batal. Toh tinggal satu tahun lagi sekelas dengan mereka. Setelah itu acara olok – olokan ini akan berakhir dan saya bebas. YAY!

Kelas 6 teman – teman saya mulai jinak, tidak seganas dua tahun sebelumnya. Hanya saja mereka tetap menjodoh – jodohkan saya dengan si Mr. Handsome ini. Saya lebih memilih diam dan tidak ambil pusing karena kelulusan sudah didepan mata. Setahun berlalu, kami sekelas juga lulus dari SD dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Lalu hubungan saya dengan si Mr. Handsome ini? Kami masih saling mendiamkan.

Setelah lulus, kami pun mendaftar di SMP. Kebetulan SMP tujuan kami sama. Saya berpikirnya, disana ada 6 kelas. Jadi kalaupun satu sekolah, paling tidak kami tidak sekelas. Sampai ketika pengumuman pembagian kelas dibacakan … Ternyata saya satu kelas lagi dengan Mr. Handsome. Dan itu berarti 3 tahun kedepannya kami akan tetap satu kelas! ……~_~…….

3 tahun berlalu dengan situasi kelas yang sama. Teman – teman SMP kami pun akhirnya ikut bersemangat menjodoh – jodohkan kami. Kami benar – benar tidak pernah saling sapa atau ngobrol kecuali berkaitan dengan urusan kelas. Situasi yang sama berlanjut sampai kami kelas 3 SMP. Tidak saling sapa, saling senyum, apalagi saling berhadapan dan bercanda😀 Ketika tidak sengaja saling tatap saja, dia langsung menunduk lalu menutup wajahnya dengan topi dan saya melengos. Saat saya menjadi bendahara kelas, dia selalu menitipkan uang kas pada teman kami yang lain. Sampai ketika akhir tahun ajaran, dia belum juga membayar uang LKS. Sebenarnya dia tidak membayar bukan karena tidak punya uang, tetapi dia tidak berani membayar langsung. Saya saat itu memang iseng mengumumkan bahwa setiap teman harus membayar uang LKS langsung dan tidak boleh dititipkan. Jadilah si Mr. Handsome ini tidak membayar sampai dipanggil guru ke Kopsis.

Ketika di Kopsis, Mr. Handsome ini membayar langsung ke guru tetapi di tolak. Bu guru malah menyuruh Mr. Handsome ini membayar langsung pada saya yang kebetulan duduk disamping beliau. Dengan tangan gemetar dan suara pelan akhirnya si Mr. Handsome ini membayarkan uang LKSnya, lalu terjadilah percakapan singkat yang merupakan satu – satunya percakapan saya dengannya selama kelas 3.

5 tahun berlalu sejak kelulusan kami, dan saya pun sudah masuk tahun kedua kuliah ketika angkatan kami mengadakan reuni. Teman sekelas kami waktu itu mulai ramai membayangkan akhirnya kami berdua bertemu lagi. Saya pun penasaran dengan penampilan si Mr. Handsome ini. Saat itu saya kebagian jatah menjadi panitia reuni akbar, jadilah saat acara saya tidak pernah diam ditempat. Kalau tidak salah waktu itu teman – teman ribut ketika saya berdiri di belakang panggung. Ributnya pakai acara geret – geret tangan, diajak ke bagian teras ruang TU. Tahulah saya kalau ada si Mr. Handsome ini disana😀 Awalnya sempat tertegun, untunglah cepat sadar dan saya pun menyapa  dan menyalami si Mr. Handsome yang memang beneran handsome itu. Baru juga berbincang sebentar, saya sudah harus pergi karena masih mengurus ini itu.

Tengah acara, teman – teman sekelas A dulu berkumpul dan saya dipanggil. Lagi – lagi mereka iseng mengolok – olok kami berdua. Saya sih hanya tertawa – tawa menanggapi “lelucon” teman- teman itu, dan lagi – lagi si Mr. Handsome ini tidak banyak bicara. Selama acara reuni, kami seperti kutub yang saling berseberangan. Ketika saya di timur, dia di barat. Ketika saya di utara, dia di selatan. Kapan ketemunya ya?😀

Kejadian yang sama berulang ketika tahun selanjutnya angkatan kami mengadakan reuni, dan kami berdua juga datang. Lagi – lagi setiap ketemu, dia selalu menunduk. Bahkan sampai saya harus memiringkan kepala untuk mengenali wajahnya hihihihihihi. Kalau tidak ditanya, dia tidak berbicara. Sebenarnya dia bersikap seperti itu tidak hanya pada saya sih, pada yang lain juga. Ini reuni. Seharusnya bisa lebih enak ngobrolnya dan menertawakan masa saat kami masih lucu – lucunya. Tapi sepertinya si Mr. Handsome ini masih takut pada saya. Semoga dia hanya takut ya, bukan benci😀

Karena kami belum pernah benar – benar berbincang, saya jadi tidak tahu apakah selama kurun waktu itu dia marah/sebal/benci pada saya atau tidak? Saya sih dulu iya begitu. Tetapi akhirnya menyayangkan tahun – tahun yang “hilang” dalam pertemanan kami😀 Nanti kalau kami ketemu di reuni, saya mau menyapanya lagi, dan kali ini akan berbincang lebih lama dengannya.

50 thoughts on “Reuni (yang) menggemaskan

    1. Waaaahhhhh senangnya. Biasanya ngapain saja pas reuni? #Eh

      Aku jarang bisa menikmati reuni, padahal dulu dengan teman2 itu sangat akrab😦
      Kecuali kalau reuniannya bareng mereka yang sering saling sapa dan hahahihi

      1. standar sih … paling yo ngobrol
        alhamdulillah yg sepet2, pahit2 jaman sekolah udah dikubur dalem2 …
        saya juga punya kesalahan dan masa lalu mbak, yg lalu mah biarlah berlalu🙂

    1. hehehe…itu salah satunya, apalagi kalo pelajarannya “ajaib” kayak kimia, matematika heheh….

      1. DIa masih singgel atau endak ndak ada pengaruhnya apa2 Yan, soalnya hati ini sudah nyantol ke yang lain #EeeeaaaPagi2Curhat

      1. #Eeeeeaaaaaaaaa Jadi dulu dirimu begitu yo Ar? Trus pas wes gedhe langsung gentle nembak ngajak nikah?
        *teringat obrolan dengan Nenny di suatu siang di Masjid Lasem*

      1. Padahal rumahnya dia tinggal belok kiri trus ngikuti jalan. Sampe deh hehhehhehe

        Ntar aku coba nanya2 ke temen kali2 aja ada acara reuni, siapa tahu ada kesempatan “cek-cek ombak” ke si teman ini hihiihihihii (pinjem istilahnya Noni)

      1. Whahahhahahhahhaaa waktu itu sih belum kepikiran kesana Cha😀 Mikirin dia aja males, apalagi mikirin cara dapet perhatiannya. Benar2 berharap lekas lulus waktu itu
        Eh dia sudah beristri apa belum ya? Aku jg ga tau. Trakhir ketemu 5 tahun lalu kayaknya

  1. “Sudah nikah?”, “Suami/istri orang mana?”, “anak berapa?” <- pertanyaan basa-basi yang bener-bener basi menurutku. Aku sih selalu menghindari nanya kayak gini ke temen2ku, even udah gak ketemu lama.

    1. Nah itulah Ar. Sebenarnya kan masih banyaaaaak pertanyaan lain yang bisa ditanyakan dan bisa membawa obrolan ke arah perbincangan yang asyik.

      Kalau saudaraku malah ada yang males datang ke reuni, karena kalau ketemu teman2nya seringnya ditanya “sudah punya apa?”😐

      1. kalau temen SMA ku malah ada yg minder ke reuni karena dia anak IPS dan byk yg kumpul di reuni anak IPA. Padahal itu kan bertahun2 lalu.. Dan kita-kita mah gak beda2in juga. Hahaha..

      2. Hah? AKu malah baru tahu kalau ada yang begitu.
        Jadi inget adekku yang dipandang dengan sebelas alis naik oleh temannya gara2 sengaja milih jurusan IPS di kelas XI-nya

  2. Jiaaah mr handsome tuh kayaknya naksir tapi kagak berani ngomong mbak, yakin deh hahaha. Aku juga krg suka reuni akbar atau satu angkatan gitu. Kalau reuni ya terbatas temen2 yg msh keep in touch jadi seruuu. Kalau banyakan basa badi jadinya basi🙂

    1. NAAAHHHH!!! Samaan kita mbak.
      Walaupun di reuni akbar atau satu angkatan kita tetap bisa berhahahihi, tapi keakraban itu tidak terasa sampai ke hati.
      Entah ya. Kalau sama sekelompok teman yg kita kenal dekat dan sering keep in touch, rasanya beda😀

  3. Kalau kumpul sama temen-temen kuliah masih. Sama ex temen kantor masih. Cuma kalo kumpulnya skala besar, reunian… aku biasanya menghindar. Agak males :p

      1. Banyak yang udah lupa. “Yayan apa kabaaar?” trus akunya melongo kan gak enak. Trus, reunian kayak gitu biasanya jadi ajang pamer colongan. Males aah hahaha

      2. Hahahhahahhaa kadang iya begitu ya Yan. Makanya dulu aku pernah berencana dateng kereunian naik sepeda mini (gowes) yang dulu kupakai ke sekolah, tapi belum jadi direalisasikan soalnya lokasi kopdar yang dulu2 jaaaauuuuuhhhhhhhhh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s