Traveling dengan Debay

Traveling dengan teman – teman tentunya terasa sangat menyenangkan karena kita bisa menyusun itinerary sendiri, mempersiapkan anggaran dana sendiri, serta mempersiapkan segala informasinya sendiri. Bersama teman – teman, kita bisa menyesuaikan “gaya” traveling. Apakah ala koper dengan budget ransel? atau ala ransel dan go show, ataukah ala koper?

Bagaimana jika diantara kita ada yang membawa adek bayi (debay)? Tentunya juga akan menyenangkan, hanya saja perlu pertimbangan dan persiapan yang berbeda dengan ketika traveling dengan teman seumuran.

Kenapa baru memposting tulisan ini sekarang?

Karena akhir – akhir ini sering menjumpai pertanyaan – pertanyaan di TL – Twitter terkait membawa debay ketika traveling. Kebingungan terkait penginapan dan bagaimana nanti di tempat tujuan juga sering ditanyakan. Kami tidak murni backpacker-an karena sebagian dari kami membawa koper #Eh😀 Karena itu, saya ingin bercerita pengalaman kami membawa debay selama traveling. Dan tentu saja ala kami😉

Membawa debay bersama kami tentu saja berpengaruh pada banyaknya barang yang kami bawa selama traveling. Oiya, kami juga membawa stroller karena diantara kami tidak ada yang punya ransel+ gendongan debay. Awalnya kami sempat bingung dengan stroller ini. Apakah dia dimasukkan dalam hitungan bagasi (yang tentu saja menjadi pertimbangan teman yang membawa debay) ataukan bisa masuk ke dalam kabin?

Berdasarkan informasi dari internet dan membaca pengalaman orang – orang yang pernah membawa stroller selama penerbangan, ternyata stroller boleh dibawa masuk sampai bawah tangga pesawat dan disana akan ada petugas yang akan mengurus stroller tersebut.

Setelah sampai di tempat tujuan, sarana transportasi menjadi pertimbangan kami selanjutnya.

Karena budget yang terbatas, akhirnya kami benar – benar berhitung tentang pengeluaran transportasi kami selama disana.  Seperti ketika di KL Sentral, daripada menggunakan monorail yang sekian ringgit untuk bertiga orang akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan budget taxi yang ternyata hanya selisih sekian ringgit dari harga tiket monorel yang harus kami keluarkan.

Karena tidak punya dana berlebih untuk menyewa kendaraan selama disana, akhirnya kendaraan umum menjadi pilihan kami. Awalnya sempat khawatir kami akan kesulitan menggunakan kendaraan umum karena membawa stroller, tapi ternyata praktis juga. Selama keluyuran kami menggunakan Monorel, LRT, KTM, MRT, bus dalam kota, dan juga bus lintas negara. Ketika menggunakan sarana – sarana tersebut ada kalanya kami membiarkan stroller terbuka, ada kalanya juga kami melipatnya. Tergantung kondisi yang ada didalam sarana transportasi tersebut.

Beruntunglah negara tujuan kami saat itu sarana transportasinya lumayan nyaman, jadi si debay  tidak rewel selama di jalan. Oh! Dia memang anak yang manis dan pintar😀 *peluk2 Yuuka*

Selain sarana transportasinya, jalan di sepanjang daerah yang kami kunjungi juga nyaman. Jadi kami tidak mengalami kesusahan ketika menggunakan stroller sambil berkeliling selama disana. Oiya, kehadiran dede Yuuka ini sempat menarik beberapa orang yang lewat dan mereka agak kaget ketika mengetahui asal kami dari mana😀

Sebenarnya pengalaman jalan – jalan kami bisa terbilang lancar karena si ibu debay ini ada bersama kami. Eh, maksudnya karena tidak sendirian dia jadi bisa bergantian mengurus stroller. Seperti ketika memasuki stasiun MRT. Awalnya kami bingung bagaimana turunnya, akhirnya berempat orang bersama – sama memegangi stroller agar debay tidak meluncur ke bawah. Si ibu debay ini cepat belajar, beberapa kali keluar masuk stasiun MRT dia jadi tahu bagaimana mengendalikan stroller  di tangga berjalan tanpa bantuan kami😉

***

PENGINAPAN

Untuk penginapan, kami sudah mempersiapkan dari Indonesia. Setelah memilah-milah dari sebuat situs penginapan dunia, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di salah satunya. Keterbatasan dana membuat kami tidak bisa memilih hotel waktu itu, sedangkan kami membawa debay. Sempat bingung. Setelah melakukan booking penginapan, kami pun berkorespondensi dengan pihak penginapan menanyakan kemungkinan apakah debay dikenakan biaya atau bagaimana.

Senangnya, pihak hotel sangat terbuka dan segera membalas begitu membaca email kami.

Dear Dian,

Your reservation is as stated as above. Kindly confirm that the dates and amount to be paid is accurate.
As for the baby, she will have to sleep in the private room with the two adults because it would be unfair to the others that are staying in the dorm to be awakened by a baby whilst they are sleeping in their beds.
And no, you will not have to pay extra for her😉

As for your next booking, you can book it via hostelworld! thanks!!😉

Kind regards and warm wishes,
Alexandra

Fyyuuhh!! Agak lega karena bisa membawa debay bersama kami menginap disana. Ternyata pihak hostel pada umumnya menerima bayi asalkan mereka menginap di private room. Hal yang sama juga terjadi ketika kami go show  ke penginapan negeri tetangganya. Kami harus menempatkan debay bersama orang tuanya di kamar privat, sedangkan yang lain bisa memilih dormitory.

Selama berjalan – jalan, walaupun kami sering berganti moda dan berjalan dalam jarak cukup jauh, tetap mengusahakan si debay nyaman. Kadang dia didudukkan di stroller kadang digendong bundanya. Seperti ketika di pasar seni dan kami semua iseng ikut menari, si debay menunggui kami di strollernya.

Ternyata, traveling (backpacking) dengan membawa debay tidak seribet bayangan kami sebelumnya. Ketika berhasil dilaksanakan ternyata menyenangkan. Ada yang bisa memancing senyum dan digoda-goda saat kami kecapekan. Oiya kalau keberatan membawa barang, kami bisa menitipkannya di bagian bawah stroller. #Eh

23 thoughts on “Traveling dengan Debay

  1. Wuiiih keren nih mbak traveling bawa baby…ternyata gak seruwet yang dibayangkan. Debay-nya lucu bangeeet…titip sun buat dia ya mbak🙂

    1. Hehehehhehee iya mbak Yus, dulu awal2 sebelum berangkat kita mikirnya ribet banget. Bahkan soal stroller-nya sampai panjang banget mikirnya. Ternyata begitu caranya😀
      Sssiiiippppp, di-sun-ke dede Yuuka

    1. iyaaa, klo tanpa debay, bisa keluyuran tanpa perencanaan, penginapan go show, bahkan jalan jaaauuuuhhh. Kalau sama debay, agak di rem dikit😉

  2. ah aku mau bikin debay-nya aja dulu, hehehehe… sementara itu travellingnya berdua Miku aja😛
    Miku liat poto Yuka (betul itu kan nama babynya) langsung awwww awww awww … cute bangeeet!

    1. Waaahhhhh sekarang bisa traveling sambil pacaran sama suwamik dong Cha🙂
      Eh kalau debaynya sudah lahir, pasti lucu dan menggemaskan ya.

      Nanti komennya Miku kusampein ke Yuuka ah

    1. Ikuuuut *nyamar jadi debay* ;D

      Hihi, btw makasih infonya mb Dian🙂 Salam buat Yuuka yang cakep *bener ya U-nya ada 2? kayak omnduut hihihi*

      1. *langsung membayangkan ukuran stroller yg pas buat Yayan*
        Sama2 Yan😀 Nanti salamnya disampaikan ke dede Yuuka (bener “U”-nya ada 2)

    2. debayne sopo Ar sing diajak?😀
      Waahh kayaknya 2 tahun lagi dirimu sudah bisa ngajak debaymu jalan2 Ar. Pake ransel yg ada gendongannya tampak lebih praktis daripada stroller hhehehhe
      Baidewei, maturtengkyuu ya sudah dibantu nge-share tulisan ini😉

  3. eh itu anak siapa sih!!!! Main nongol2 aja disini:::
    Btw, nice share nih jeung… Aq baca sambil ketawa2 sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s