Yaya dan Tante Dempul

Sebenarnya saya bukan orang yang jago dandan dan memiliki peralatan make up yang lengkap, tapi saya bisa mendadak menjadi Tante Dempul kalau keponakan saya Yaya ini ada kegiatan yang mengharuskan dia berdandan, semisal acara perpisahan, mantenan, juga kartinian.

Oiya, selain Yaya, ada beberapa sepupu yang juga menyerbu kamar kalau ada undangan mantenan. Bedak, eyeshadow, eyeliner, pensil alis, shimmer, blush on adalah peralatan yang paling sering dicari untuk melengkapi dandanan. Kadang mereka berdandan sendiri, kadang pula minta didandani.

Karena saya bukan tukang Tante Dempul sebenarnya, jadilah peralatan make up saya seadanya, secukupnya😀 Koleksi saya pun sebagian besar koleksi warna natural yang bisa cocok dipakai untuk pakaian warna apa saja. Alhasil ketika ndandani  Yaya pada acara Kartinian kemarin, riasan wajah Yaya terkesan natural.

Setiap tantangan pasti membawa pembelajaran. Seperti kemarin, tantangannya adalah saya harus bisa memasang konde/sanggul dan bulu mata supaya Yaya tetap bisa tampil OK tanpa harus antri ke salon pagi-pagi.  Berbekal video tutorial di yutub dan beberapa web, akhirnya saya pun berhasil memasang sanggul dan bulu mata.

Yaya

Ups! Bulu mata kirinya Yaya sepertinya mau lepas😀

*Segera cari kursus rias*

38 thoughts on “Yaya dan Tante Dempul

    1. iyaaa, jadi wajah polosnya terlihat makin menggemaskan ya Non😀
      Kemarin khawatir soal bulu matanya, takut lepas pas dia diantar naik motor hihihihi

    1. Aku sudah buka salon dari dulu Anggun, “korban”nya para teman kos.
      Dlu menerima potong rambut, pewarnaan, pengritingan, pelurusan, lulur, creambath, dan make up. Walopun “malpraktek” tapi teman2ku ga pernah kapok pake jasaku hihihihihihi

      1. di daerah Kanor jeung. Jadinya kalo dari rumahku musti muter lewat bojonegoro. Kalau gak muter sana, kudu nyebrang lewat nggawan😀

      1. ayo wes berangkat sekarang😀 *kemana?*
        Kapan2 kalo aku ke jakarta, kita ketemuan yo ma Bem? Aku mau difoto sama mas fotografer buat foto profil, ben foto profilku apik hihihhihihihiiihi

  1. kekekekek….
    siappp… kayaknya malah harus itu Di… heee
    pokoknya soal poto, buat kamu geratisss… tapi kalo aku aus ya paling minta jajanin teh totol sastro aja setengah botol cukup. hihihi

    jadi kapan ke jakarta? udah sering kan kesini? apa jangan2, masih cita2 dari jaman TK? :p

    1. trus setengah botol yg lain nasibnya bagemana? :p

      Heh! Aku pernah dong 2x ke Jakarta (baru dua kali tapi bangganya ga ketulungan). Yang terakhir malah sempet jalan2 sama Fery seharian kluyuran mulai dari Jaksel sampe Jakut, menikmati macet sampai kena tilang polisi hihihihii

      1. yang setengahnya lagi, bisa kita balikin ke abangnya. buat kembalian, biar bisa pulang. :p

        wah, kalo sama dia sih gpp ketilang Di. secara yang pusing dia ini, bukan kamu, yakan? xixixixi… #devil smirk

      2. nyeselnya waktu itu kok yaaa gak motret dia pas nego sama pak polisi. Dan pas dibolehin jalan, sempet2nya dia minta kembalian uang tilang ke pak Polisinya whahhahahhaa. Nekat bener!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s