Menanjak Dengan Nyentrik

Bersepeda sekarang tidak hanya dilakukan untuk berolahraga, tetapi sudah mengalami pengembangan fungsi, yaitu sebagai bagian dari gaya hidup dan rekreasi. Hal ini ditandai dengan maraknya kegiatan Fun Bike yang mampu memancing ratusan bahkan ribuan peserta dan berbagai komunitas pesepeda. Bersepeda selain untuk berolahraga, bisa juga sebagai rekreasi karena menggowes terasa lebih seru jika dilakukan bersama teman-teman.

Apakah tren bersepeda ini bagus? Tentu saja😀

Sekarang banyak orang lebih bersemangat untuk berolahraga (menggowes sepeda) dan menjaga kesehatannya (ada beberapa teman saya yang dilarang dokter bersepeda untuk sementara karena alasan kesehatan dan mereka sudah kangen bersepeda). Munculnya tren bersepeda ini diikuti dengan berdirinya toko-toko sepeda baru yang lebih lengkap di kota kecil kami. Adanya banyak pilihan sepeda mempermudah kami untuk memilih jenis sepeda sesuai kebutuhan mulai dari sepeda untuk anak, MTB, sepeda lipat, maupun sepeda berpasangan. Selain jenis yang bervariasi, model sepeda yang ada juga menarik dan fasilitasnya lebih lengkap daripada sepeda model lama. Kalau jaman sekolah dulu saya sering ngos-ngosan setiap berangkat sekolah karena jalan menanjak, sekarang adek saya bisa santai saja menggowes di tanjakan.

Menggowes sekarang terasa lebih menyenangkan daripada sebelumnya. Iya benar!😀 Saya sudah menggowes sejak TK sampai SMA (sempat berhenti saat kuliah) dan kembali menggowes sejak 2010 lalu, tapi “perasaan” saat menggowes terasa berbeda antara jaman dulu dengan sekarang. Mungkin karena dulu menggowes merupakan keharusan, tapi kalau sekarang menggowes adalah pilihan.

Ada saja hal unik dan mengejutkan yang bisa kita jumpai sepanjang perjalanan, termasuk ketika bersepeda dengan rute tertentu dalam acara “Fun Bike” yang sering diadakan di beberapa daerah beberapa tahun terakhir. Standarnya, peserta funbike menggunakan MTB, kaus (khusus bersepeda), helm, dan celana pendek (khusus bersepeda). Tapi ada yang unik😀 Biasanya selalu ada rombongan yang berkostum unik bin nyentrik. salah satunya seperti mas ini yang saya tidak tahu namanya karena belum kenalan. Saat yang lain berpayah-payah bahkan ada beberapa yang berhenti di daerah tanjakan (seperti saya), dia cukup santai menggowes sepeda kunonya dan terlihat sangat kontras daripada peserta lainnya, baik dari segi kostum maupun jenis sepeda yang digunakan.

Kehadiran mas berkostum unik ini berhasil memancing senyum kami yang hampir hilang karena kelelahan mengayuh sepanjang perjalanan. Saya pun tertarik untuk menangkap momen ini dan … “cekrek!” saya memotret si mas-nya yang sedang menanjak dengan nyentrik. Saya dan sahabat saya, Nia, langsung kompak tertawa lepas begitu melihat hasil jepretan saya dan senang karena hasil jepretannya pas. Setelahnya, kayuhan sepeda terasa lebih ringan dan kami semakin bersemangat mencapai garis finish.

Terimakasih mas berkostum unik dan nyentrik😀

Foto dalam postingan ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan ke-19 dengan tema Momen yang digawangi oleh mas Bembi😀

10 thoughts on “Menanjak Dengan Nyentrik

  1. bersepeda mmg mengasyikkan… foto yg dbwh spd onthel kah (lgi di hp jadi gag jls lihatnya)… smakin brt rasanya klo nnjk pake onthel…🙂 moga sukses kntesnya !

    1. iya, yang dibawah juga sepeda onthel hanya saja oesertanya sedang berhenti buat …. foto-foto hhhheehehe

      Trimakasih Capung😀 Eh, ikutan juga yuuuukk

    1. hhaah? Jepang? hahhahhaha ya anggaplah ini Jepang (Jejere Lapangan)
      ini di daerah Tuban Jawa Timur mas. karakteristik topografinya memang seperti ini😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s