#TellATale Tentang Sosok Move On

Terinspirasi oleh postingan dari Pak Jamil Azzaini pagi ini, Sosok Move On yaitu tokoh yang menjadi sumber inspirasi. Pengalaman dan perjalananan hidupnya bisa kita jadikan suri tauladan😀

Setiap orang sepertinya punya seorang tokoh yang menjadi sumber inspirasinya, baik orang dekat maupun tokoh tertentu. Kalau saya, sumber inspirasi saya banyak orang. Dan salah satu diantaranya adalah orang terdekat saya.

Kali ini bolehlah saya menceritakan tentang beliau, orang tua, guru, sekaligus teman diskusi untuk saya. Saya memanggil beliau Papihe😀

Beliau mengenal saya sejak saya lahir sampai saya bertumbuh. Bisa dibilang, beliaulah yang paling bisa mengenal dan menghandle kebadungan-kebadungan saya. Ketika orang lain menganggap saya “gila” karena memiliki mimpi yang berbeda dengan mimpi orang-orang disekitar saya, beliau justru semakin “menjerumuskan” agar saya lebih berani lagi dalam bermimpi. Ya, level “kegilaan” beliau jauh diatas saya. Beliau mendampingi, membimbing, dan membantu saya baik dengan uluran tangan, rangkaian pesan lisan, maupun tindakan.

Papihe ini sudah menjadi anak yatim sejak beliau masih berusia 3 bulan didalam kandungan, karena itulah beliau diberi nama tengah Sunthi. Kondisi ekonomi keluarganya sangat pas-pasan, bahkan untuk makan. Masa kecilnya dia habiskan dengan tidak banyak bermain bersama teman-teman seusianya. Beliau membantu sang ibu berjualan makanan keliling dari kampung ke kampung bersama kakak perempuannya. Setiap pulang sekolah, mereka berdua selalu bersiap untuk menjajakan kue dan makanan yang dimasak oleh ibunya. Malu? mungkin mereka berdua sudah tidak sempat merasa malu pada teman-temannya, karena dengan berjualan keliling mereka tetap bisa sekolah.

Papihe bukan anak terpandai di sekolahnya, bahkan termasuk mereka yang mengalami lambat belajar. Beliau agak lambat belajar berhitung, menulis, dan membaca dibandingkan teman-temannya yang lain. Namun, papihe kecil ini memiliki cita-cita yang jauh melebihi teman-temannya yang lain.

Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah, beliau memutuskan untuk melanjutkan sekolah di IKIP Malang. Beliau adalah mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kampus. Sering menjadi pimpinan dan pembicara dalam diskusi maupun kegiatan disana. Keterbatasan biaya membuat beliau berpikir kreatif untuk mencari penghasilan demi kelangsungan kuliah. Akhirnya kuliah di IKIP bisa terselesaikan dengan baik.

Apakah setelah itu kehidupan langsung membaik? Tentu saja tidak😀

Beliau memutuskan untuk menikah dengan Mamihe walaupun kondisi ekonomi mereka sangat pas-pasan, bahkan untuk mengontrak rumah saja mereka tidak mampu. Akhirnya berdua memutuskan untuk mengontrak teras rumah orang untuk dijadikan tempat tinggal. Anak pertama pun lahir, sedangkan kondisi ekonomi mereka masih sama. Papihe bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. 7 kali tes CPNS dijalani, dan alhamdulillah semuanya gagal.

Keaktifan berorganisasi ternyata sangat menolong Papihe ketika merintis sekolahnya. Beliau banyak memiliki kenalan dan tahu bagaimana menjalin kerjasama dengan pihak lain. Sekolah pertama yang dirintis berjalan dengan sukses sampai akhirnya sekolah tersebut dibeli dan dialih kepemilikan. Beliau dengan teman-temannya mendirikan sekolah yang lain, dan lagi-lagi sukses. Tidak berhenti disitu, beliau pun akhirnya mendirikan lembaga kursus yang akhirnya berkembang menjadi institut kecil. Ya, beliau seorang edupreneur😀

Dalam kesehariannya, beliau orang yang sangat bersahaja dan selalu ramah pada siapa saja. Ketika ada tamu di kantornya, beliau  sendirilah yang menyambut tamu di depan pintu. Bagusnya, ditengah-tengah kesibukannya beliau selalu mengutamakan hubungannya dengan Tuhan. Pernah ketika saya menginap di rumahnya, terbangun jam 3 pagi dan sudah menemui beliau mengenakan sarung dan baju koko melaksanakan Sholat Tahajjud. Ketika Fajar, saya bisa menjumpai beliau di kamar sholatan melaksanakan Sholat Subuh. Agak siang, disaat orang lain berangkat bekerja, beliau kembali lagi ke kamar sholatan untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Baru kemudian beliau akan bersiap keluar kota. Astagfirullah, saya yang tidak sibuk ini sungguh tertinggal jauh dalam hal ibadah😦

Berbincang dengan beliau, walaupun hanya beberapa menit tetapi selalu bisa memberikan pelajaran menarik. Ya, saya harus antri untuk bisa berbicara face to face dengan beliau karena tamu beliau sangat banyak. Ada beberapa pesan yang sangat saya ingat. Beliau pernah berkata :

  • Ann (begitulah beliau memanggil saya), kamu tidurnya jangan malam-malam, supaya bisa bangun jam 2 malam. Setelah Sholat Tahajud, gunakan waktumu untuk memikirkan bisnismu karena saat itulah waktu terbaik untuk berpikir
  • Jangan terlalu berharap menjadi PNS karena pintu rezeki Allah tidak hanya dari sana. Saya 7 kali gagal jadi PNS
  • Merintis bisnis itu seperti orang bercocok tanam, tidak bisa langsung panen. Awalnya harus mau ngrakal dulu, semailah bibitnya, jangan lupa menyiram dan memupuk, setelah itu rajin-rajinlah merawatnya. Nanti setelah tanaman itu berbuah, kita akan bisa memanennya. Saya bisa seperti ini setelah perjuangan lebih dari 12 tahun
  • Jangan malu untuk menawarkan jasamu, tunjukkan apa yang bisa kau lakukan untuk memecahkan masalah konsumenmu. Jangan takut ditolak, karena penolakan itu akan memperkuat mental kita
  • Kalau kamu sedang bingung dan buntu ide, mengobrollah. Carilah teman yang memiliki visi dan misi yang sama, mengobrollah dan bertukar ide dengannya. Biasanya pasti akan ada jalan keluar.

Beliau memiliki senyum yang menyenangkan. Beliau pun mengajarkan pada saya untuk tetap bersabar dan tersenyum walau sedang dibentak oleh orang lain (walaupun kami dalam posisi pihak yang membantu). Papihe adalah sosok move on dalam hidup saya. Beliau adalah orang tua, guru, serta teman diskusi saya. Dari beliau saya belajar banyak hal, tidak hanya ilmu bisnis tetapi juga ilmu dunia akhirat.

Terimakasih Papihe, semoga suatu hari nanti saya bisa mengikuti jejakmu. Aamiin

3 thoughts on “#TellATale Tentang Sosok Move On

  1. Keren :”D aku bacanya ngrenges gitu deh merasa terharu dan terinspirasi untuk lebih bekerja keras dan semangat menggapai cita2 hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s