#TellATale #LasemTrip Batik

Masih tentang #LasemTrip😀 Kali ini saya akan membagi oleh-oleh pertama, Batik Lasem.

Sudah tahu tentang Batik Lasem? Pasti tahu dong😀 Saya baru kemarin ini melihat langsung walaupun tidak membeli Batik Lasem. Ternyata batiknya keren.

Batik Lasem memiliki sejarah panjang sampai berkembang seperti sekarang. Batik Lasem sudah ada sejak lama dan terkenal karena keunikannya. Kedatangan Laksamana Ceng Ho ke tanah Lasem pada abad ke-14, penjajahan Belanda, dan keberadaan kerajaan di Solo dan Yogya memberikan pengaruh besar pada perkembangan Batik Lasem.

Kebudayaan Tionghoa memiliki pengaruh paling besar terhadap perkembangan Batik Lasem. Pengaruh ini dapat dilihat pada ciri khas warna merah menyala pada Batik Lasem yang merupakan ciri khas Tionghoa. Disamping itu dapat dilihat pada motif Batik Lasem yang berupa Burung Hong dan juga motif bilah pohon bambu. Pengaruh Belanda dapat dilihat dari adanya motif buketan serta penggunaan warna-warna cerah pada Batik Lasem. Pengaruh corak batik Solo dan batik Yogyakarta pada Batik Lasem dapat dilihat dari motif parang dan beberapa motif klasik lainnya serta penggunaan warna-warna sogan.

Proses pembuatan Batik Lasem rata-rata memerlukan waktu lama karena pengerjaannya dilakukan secara manual mulai dari proses pencantingan, pencelupan warna (beberapa tahap) sampai dengan menjadi batik jadi. Meskipun dalam perkembangannya Batik Lasem banyak mendapat pengaruh dari luar, tetapi dalam proses pengerjaannya para pengrajin Batik lasem tetap bertahan menggunakan cara klasik, mengerjakan semua dengan manual seperti pembuatan batik masa silam agar Batik Lasem tetap terjaga keunikan dan kekhasannya.

???????????????????????????????

 

Proses pembuatan Batik Lasem memiliki beberapa tahapan dan waktu yang diperlukan untuk memproduksi satu lembar kain batik bervariasi mulai dari 2 minggu sampai dengan 1 bulan tergantung kerumitan motif batik.

batik workshop

Penasaran dengan tampilan Batik Lasem ketika masih dalam proses produksi? Berikut ini adalah tampilan dari Batik Lasem yang baru saja selesai proses penguncian warnanya dan ada beberapa bagian yang ditutup dengan lelehan lilin. Semua detail gambar dan isen-isen batik ini digambar langsung dengan menggunakan canting oleh pra pengrajin. Tebal tipis garis pada motif batik berikut ditentukan oleh besar kecil ukuran canting yang digunakan.

Batik Lasem dalam pengerjaan

Pada perkembangannya, motif Batik Lasem memiliki jenis yang beragam. Secara garis besar, Batik Lasem dapat dibedakan menjadi batik klasik dan batik kontemporer/modern.

Batik Klasik

Batik klasik ini memiliki ciri khas pada warna sogan tetapi tidak meninggalkan warna khas Batik Lasem, yaitu warna merah menyala. Selain itu, batik klasik ini juga bisa dilihat dari motif batiknya. Batik Lasem memiliki beberapa motif batik klasik : Gunung Ringgit, Sekar Jagat, Burung Hong, Parang Rusak, Kendoro Kendiri, dan lain-lain

Selain motif-motif diatas, ternyata Batik 3 Negeri dan 4 Negeri yang kaya akan warna juga termasuk kedalam batik klasik karena batik jenis ini sudah ada sejak lama dan memiliki keunikan pada proses pembuatannya, khususnya pada pencelupan warna yang dilakukan pada beberapa tempat dan masing-masing tempat menyediakan warna yang berbeda, seperti Lasem untuk merah, Pekalongan untuk biru, dan Yogya untuk sogan. Pada perkembangannya, batik klasik ini juga bisa dipadupadankan antar motifnya sehingga menghasilnya motif baru, seperti batik klasik motif Gunung Ringgit 3 Negeri.

Batik Kontemporer/modern

Batik kontemporer merupakan batik yang motifnya bersifat dinamis dan mendapat banyak pengaruh dari luar. Batik kontemporer tidak hanya dilihat dari motifnya tetapi juga dari pewarnaannya. Batik kontemporer ini memiliki warna-warna yang lebih beragam daripada batik klasik. Adapun beberapa contoh motif batik Lasem kontemporer adalah motif Lerek, Tumpal Clorot, motif siang-malam, motif pagi-sore, dan beberapa motif lain yang dapat dilihat pada workshop pengrajin.

Nenny & Batik Lasem

 

Batik Lasem memiliki harga yang bervariasi mulai dari harga 100 ribu rupiah sampai dengan harga 50 juta rupiah. Adanya perbedaan harga yang cukup tinggi ini ditentukan oleh proses pengerjaan dan jenis pewarnaan yang berbeda. Semakin rumit dan detail motif kain batik, semakin lama proses pengerjaannya, semakin langka warna yang digunakan, maka akan semakin mahal harga kain batik tersebut.

Batik Lasem mudah ditemui ketika kita berkunjung ke Lasem karena pada beberapa ruas jalan sudah banyak terdapat toko batik. Kita bisa memiliki pengalaman berbeda saat berbelanja batik dengan mengunjungi workshopnya supaya bisa melihat proses pembuatan kain batik mulai dari proses pencantingan sampai penjemuran. Pusat pengrajin batik ini dapat kita jumpai di daerah Babagan, Gedongmulyo, Karangturi, Soditan, Selopuro dan Sumbergirang. 

???????????????????????????????

Pada #LasemTrip kemarin, kami berkesempatan mengunjungi 2 pengrajin batik dan w0rkshopnya. Kami bisa melihat proses pembuatan batik dari tahap pencantingan sampai penjemuran. Pengrajin yang kami kunjungi adalah Rumah Batik Padie Boeloe di daerah Babagan dan Batik Bu Sutra di daerah Karangturi😀 Melihat proses pembuatan batik dan berinteraksi dengan para pembatik membuat kami belajar banyak tentang batik. Selain itu, karena kami datang langsung ke pegrajin dan juga didampingi Mas Pop dari Lasem Heritage, beberapa dari kami berhasil membeli batik dengan harga yang sangat bersahabat😀

Jadi, kalau ke Lasem, jangan lewatkan pengalaman berbelanja Batik Lasem langsung ke Pengrajinnya ya😀

***

Terimakasih Lasem Heritage, yang sudah berkenan memberikan keterangan tambahan pada artikel ini😀

16 thoughts on “#TellATale #LasemTrip Batik

      1. Boleh mbak, boleeeehh bangeet😀

        Sekalian dibenahi struktur kalimatku yang kurang OK ya? hihihihii *kadang bingung baca kalimat sendiri*

    1. whahahaahahahaa😀
      Walaupun mahal, tapi akhirnya bisa tidur nyenyak kaaaaann?😉
      Tapi emang bener loh Mi, batikmu kemarin worth it bangeetttt buat diperjuangkan (sambil eyel2an rego karo mas Henry hihiihi)
      Jangan lupa pasang fotomu berbaju batik itu yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s