#TellATale Personal Branding

(Maafkeun terlambat sehari postingnya)

Personal Branding, apakah itu? adalah apa yang dipercakapkan orang lain tentang apa yang kita miliki, apa yang kita lakukan,  dan siapa diri kita (Sumber : Pak Bukik) Artikelnya asyik loh, baca deh😉

Contoh personal branding itu yang seperti apa sih? Bisa sebutan yang kita sematkan pada seseorang. Nah, yang berpengalaman menjadi anak kos pasti punya. Seperti saya, personal branding saya (dulu) adalah Tuban, jadi biasa dipanggil Dian Tuban. Ketika mendengar Dian Tuban, pasti semua orang di kosan ingatnya langsung ke saya. Banyak juga contoh lainnya, semisal Pin Tempe (Mbak Pin yang pekerjaannya jualan tempe di kampung saya), Fadli Sensei (begitulah teman-teman adek saya melabeli dengan kata Sensei karena dia yang paling jago berbahasa Jepang di kelasnya hehehe), dan kalian pasti punya kan?😉

Bagaimana membentuk personal branding? dengan karya dan kemampuan kita😀 Bila bukan kita, maka orang lain yang akan melabel dan membentuk personal brand kita. Pilihan ada di tangan kita. Kita bebas melakukan apapun, bebas mengenakan apapun, bebas menjadi siapapun. Tanggung jawab brand ada ditangan kita sendiri (kutipan dari blog diatas).

Ada pengalaman terkait personal brandingAda bangeeeeeeeeeett😀 Sebenarnya saya belum pernah melabeli apa-apa pada diri saya, justru orang lainlah yang menciptakan label itu pada saya. Seringnya label itu membuat saya terkaget-kaget, dan itu berulang kali terjadi *antara terharu dan tersanjung*

Siapa sih saya? Saya adalah seorang pengangguran😀 Nah untuk mengisi waktu yang nganggur itu saya membuka beberapa usaha, kadang-kadang juga mengajar, di waktu-waktu tertentu juga suka sekali jalan-jalan, membaca buku dimanapun dan kapanpun apalagi saat sedang menunggu antrian (bank), meng-gugling sesuatu dan seseorang #Eh, berburu tiket murah walaupun belum tentu akan membeli, membaca timeline twitter dengan seksama saat online, menulis curhatan postingan blog, online shopper, dan saya suka sekali berkenalan dan berbincang😀

Saya di mata teman-teman saya? pertanyaan sulit! Setiap teman memiliki pandangan yang berbeda tentang saya, bahkan sering saya terkaget-kaget. Personal branding yang disematkan teman-teman pada saya itu kadang terlihat “ajaib”. Ada teman yang kalau akan mencari & membeli buku, langsung ingetnya pada saya. Menanyakan apakah buku A bagus banget, ataukah B yang super banget, sepertinya saya ini “terlihat” bookholic ya?. Disaat yang lain ada juga beberapa teman yang bertanya tentang toko buku online yang paling bagus untuk belanja buku. Ada juga yang setiap mencari tiket murah pasti mencari saya (bagi mereka, saya ini seperti agen tiket pejalanan wisata. Peluang bisnis nih hihihihi). Karena pernah berjalan-jalan, ada juga teman yang melabeli saya sebagai seorang traveler (ouh! terharuuuuu). Hobi menulis ternyata juga memunculkan personal brand  saya yang lain, penulis! (What???). Dan yang tidak kalah dahsyatnya adalah … jreng jreng jreng … teman-teman saya melabeli saya dengan entrepreneur (eh ini sih insyaallah iya), orang yang kreatif (ehhemm, lagi latihan), bersemangat tinggi (Ohiyes dong), ceria (hah?), tukang galau kelas kakap (HEH!), si susah muvon (keplak), dan saya beberapa kali mendapati pesan privat dari beberapa orang yang ingin belajar kewirausahaan pada saya *Jumpalitan ke Kobe Jepang*

Tidak hanya mereka, saya pun sering membelikan label tersendiri pada teman-teman saya. Label guru keren saya sematkan pada Fretty, pemusik multi talenta saya sematkan pada Ferry, Anak kreatif saya sematkan pada Risma, Ahli pendidikan pada Pak Bukik, entreprenur & writer muda pada Ollie, Pejalan pada Ari Bazerbiz, Travelmate yang menyenangkan pada Omnduut dan mbak Liamenaz, Fotografer co-ol pada mas Ulez, Great Dad pada Mas Gebyar, Jepang pada mbak Maya, Cucucapi pada Indahsof, dan masih banyak yang lainnya.

Pagi ini pun, saya kembali bertanya-tanya pada diri sendiri sampai bertanya pada teman. Sebenarnya personal branding saya apa (saja)? Seingat saya, saya tidak pernah melakukan apapun yang terkait pencitraan bahwa saya ini begini begitu, bahkan memasang portofolio d profil twitter pun tidak, tapi mendadak kemarin saya mendapat undangan sebagai Pembicara dalam salah satu pelatihan untuk mahasiswa di Surabaya #jjrrreng Tentu saja saya sangat tersanjung dan terharu atas undangan itu. Ingiiiiiiiiinnnn sekali saya datang dan berbicara di depan, tapi ilmu saya masih jauh dari cukup. Saya pun masih dalam tahap belajar dan nubie.

Apa iya saya sudah pantas memberi materi dan berbagi cerita sedangkan saya sendiri masih harus banyak belajar karena ilmu dalam bidang ini yang masih sangat terbatas dan pengalaman yang masih kurang?

*masih bertanya-tanya pada diri sendiri dan kalian sebelum memberi email balasan*

One thought on “#TellATale Personal Branding

  1. Kalau menurutku, diambil saja kesempatan itu. Bukankah ketika kita berbagi, ilmu kita malah bertambah. Kita tidak akan pernah (merasa) siap akan sesuatu kecuali kita mencobanya. Aku yakin ketika kamu menyetujui mengambil kesempatan itu, kamu akan menggali ilmu lebih dalam, dan secara tidak sadar itu akan menambah ilmu dan perasaan siap yang kamu miliki… dakara, ganbatte yoo..🙂

    lagian kalau kamu ke surabaya, siapa tahu bisa ngopi bareng dengan indah, ngerumpiin mas ganteng itu….😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s