#AfricanSouvenir dari @JustHitYou

Beberapa hari lalu saya mendapati mensyen dari @justhityou berbarengan dengan 4 orang teman yang lain, memberitahukan bahwa kami akan mendapat kiriman souvenir dari Afrika yang telah dijanjikan mas Husni karena kami terpilih menjadi pemenang kuis yang diadakan tanggal 24 Februari lalu. Setelah membaca mensyen, saya pun menyisir timeline mas Husni pagi itu dan menemukan link ini di salah satu twitnya. Dan benar, ada nama saya disana! *yaayyy*

Sore ini, begitu sampai rumah dan masuk kamar, saya mendapati bingkisan coklat di meja kamar dan tertulis disana pengirimnya Mas Husni …. Tentu saja, sebelum sampul dibuka, bingkisannya dijepret lebih dulu ๐Ÿ˜€ Dan setelah gunting sana gunting sini, inilah isi “buntelan” souvenir dari Afrika :

  • foto ukuran 3R
  • selembar uang 20 kwacha *nambah koleksi lembaran mata uang*
  • handmadeย hard cover bookย yang sampulnya dari kayu Pohon Baobab

Oiya, tugas kuis waktu itu adalah : “menuliskan sebuah surat pendek dan sederhana, kepada seseorang di benua hitam sana” isinya terserah kami.

Pertama membaca postingan tentang kuis, saya bingung mau mengirim surat pada siapa dan isinya apa. Akhirnya saya pun teringat salah satu postingan mas Husni yang pernah membuat saya terharu pagi-pagi saat bulan Ramadhan lalu.ย Ya, hari itu saya membaca ulang (untuk kesekian kalinya) postingan mas husni tentang “masjid tak bernama” di Desa Sandama, dan untuk kesekian kalinya juga saya terharu. Apa yang ditulis/sampaikan dari hati, pasti akan sampai ke hati ya ๐Ÿ˜€

Dan akhirnya saya putuskan “menitip” surat untuk Dyson via mas Husni.ย Terus terang, awal menulis surat itu tentu sajaย niat ingsungnya adalah untuk ikutan kuis dan berharap bisa menang. Tetapi ketika sudah mulai menulis surat, yang terpikirkan adalah ini sudah bukan lagi tentang kuis, ini tentang surat untuk seorang teman baik. Menang atau tidak bukan lagi masalah karena pada akhirnya saya benar-benar ingin mengirim surat ini untuk Dyson dan berharap dia bisa membaca suratnya.

Jadi, siapakah Dyson ini? Yuk baca surat berikut sekalian kenalan dengan Dyson dan mas Husni ๐Ÿ˜€

Moni Dyson, Muli bwanji?
Halo Dyson, itu satu-satunya kalimat dalam Bahasa Chichewa yang bisa
kutulis untukmu, itu pun aku bertanya dulu pada mbah Gugel yang
berbaik hati menjawabnya ๐Ÿ˜€

Dyson, terimakasih ya karena tahun lalu sudah berbaik hati mencarikan
informasi mengenai komunitas muslim dan masjid terdekat yang bisa
dijumpai Mas Husni disana. Terimakasih juga karena kamu tidak sekedar
mencarikan informasi, tetapi juga mengantarkan Mas Husni sampai
menemukan masjid tak bernama itu dan berbagi kisahnya dengan kami
disini,ย http://justhityou.tumblr.com/post/27423686943/saya-dan-sebuah-masjid-tidak-bernama

Aku membaca tulisan itu di salah satu pagi selepas sahur pada Bulan
Ramadhan tahun lalu. Tulisan yang dalam dan berhasil membuat tercekat
lalu kemudian terharu. Menemukan saudara sesama muslim di daerah
dimana muslim menjadi minoritas adalah suatu kebahagiaan tersendiri.
Bisa mendengar adzan di daerah yang dimana suara adzan sangat
dirindukan adalah kenikmatan tersendiri. Merasakan kekuatan
“Assalamualaikum” sebagai pengikat tali persaudaraan adalah perjalanan
rohani bagi kami, para muslim.

Dyson, kebaikanmu telah berlanjut pada kebaikan yang lain. Setelah
menemukan dan beribadah bersama dengan komunitas muslim disana, mas
Husni berbaik hati berbagi kisah tentang kalian dengan kami disini.
Dia memang pencerita yang baik ya? Membaca tulisannya benar-benar bisa
membuatku berasa ada disana dan ikut berpetualang bersamanya. Membaca
kisah tentang pertemuannya dengan komunitas muslim bisa membuatku
merasakan kehangatan dan keramahan mereka. Aku pun bisa merasakan
bagaimana Mas Husni bisa “mendadak” merasa pulang ketika bertemu
mereka. Pada akhirnya, aku semakin bersyukur karena bisa mengenal
kalian disana.

Tulisan itu sangat berkesan untukku Dyson, setiap kali membacanya
setiap kali itu pula aku terharu dan mataku berkaca-kaca. Terimakasih
ya karena sudah membantu menghadirkan pengalaman itu untuk kami.

Aku tidak tahu kapan akan bisa ke Malawi, khususnya ke Desa Sandama
untuk bertemu mereka. Tapi aku berharap, surat ini sementara bisa
mewakiliku menyapa mereka. Tolong sampaikan salamku pada mereka yang
ada di desa Sandama jika kamu bertemu mereka.

Dyson, aku memang belum pernah bertemu langsung denganmu, tetapi aku
senang bisa mengenalmu lewat tulisan-tulisan Mas Husni. Zikomo ๐Ÿ˜€

Lalu, sampailah email dari Mas Husni (karena jaringan internet lambat, saya copas saja isi emailnya),

Halo Dian,

Maaf sebelumnya saya baru balas emailnya. Makasih sudah berpartisipasi
dalam quiz di blog saya.
It such a warm hearted letter. ๐Ÿ™‚
Dyson will be happy to know that there is someone in Indonesia send a
letter to him. He just married couple of months a go. How I really wish I
can attend his wedding, unfortunately I already leave malawi by that time.

But I will try my best to let Dyson knows that u sent him a letter.

Please reply me with ur address so I can send the souvenir for you.

Again, thank you very much! ๐Ÿ™‚

Regards;
H

Semoga Dyson bisa membaca surat ini (yang tentu saja sudah diterjemahkan Mas Husni) ๐Ÿ˜€

***

Terimakasih Mas Husni untuk bingkisan souvenir dari Afrika-nya ๐Ÿ˜€ Jazakallah

4 thoughts on “#AfricanSouvenir dari @JustHitYou

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s