Madre

*Lagi-lagi postingan review tahun 2011*

Judul : MADRE

Penulis : Dee

Cetakan Pertama : Juni 2011

Penyunting : Sitok Srengenge

Penerbit : Bentang Pustaka

Cinderamata : Gantungan kunci ^_^

 

Saya adalah followernya @DeeLestari di twitter, tapi baru ngeh kalau Dee sudah menerbitkan buku terbarunya (lagi-lagi) dari Mas Wawan. Setelah mengintip promo pre-order di kutukutubuku sekaligus mengecek ketersediaan dana khilaf di rekening, akhirnya terjadilah transaksi buku ini di kutukutubuku.

Ketika melihat sampul Madre untuk pertama kalinya, saya tidak memiliki gambaran apapun tentang isi buku ini (pppsstt, waktu itu saya belum membaca sinopsis-nya), yang saya tahu Madre itu kumpulan cerpen-nya Dee.

Kumpulan cerpen Madre ini memiliki 6 cerpen dan 7 puisi

Madre sendiri adalah cerpen pertama dari sekumpulan cerpen dan puisi disini. Saya takjub, dan menurut saya ini bukan cerpen lagi tapi lebih seperti cerpan (cerita panjang tapi tidak bersambung). Kenapa? karena Dee menyajikan nikmatnya Madre sepanjang 72 halaman #woot

Pada Madre ini, Dee membukanya dengan adegan yang banyak unsur pertanyaannya sehingga saya sebagai pembaca semakin penasaran untuk melajutkan perjalanan Tansen (Tokoh utama dalam cerpen ini).

Madre sendiri artinya ibu (diambil dari bahasa Itali). Madre dalam kumcer ini adalah sebuah adonan ajaib yang menjadi biangnya (adonan ibu) roti legendaris Tan de Bekker, yang terkenal dengan kelezatan rotinya.

Kejutan – kejutan yang muncul diawal kedatangan Tansen di Jakarta, pertemuannya dengan orang-orang baru yang mengubah hidupnya dan mengobrak-abrik silsilah keluarga yang selama ini dipegang, serta keberatannya menerima warisan besar berupa Madre membuat saya ikut terkejut dan penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Menurut saya, Dee menyajikan Madre dengan sangat lezat, dimana pembaca diajak untuk menikmati proses penciptaan sebuah roti, gambaran tentang bentuk dan cita rasa roti yang dihasilkan serta menyimak pembelajaran yang dilalui oleh Tansen di Tan de Bekker. Berbagai konflik dan pemecahannya muncul secara apik silih berganti di sepanjang cerpen ini membuat saya larut ke halaman-halaman selanjutnya tidak terasa sudah di halaman ke-72 dan saya masih “ketagihan” ingin membaca kelanjutan kisahnya karena penasaran dengan apa yang terjadi antara Tansen dan Mei.

Kalau ditanya apa yang dirasakan setelah selesai membaca Madre, pasti akan saya jawab “Saya pengen makan roti” ^_^ hehhehehhehee. Madre membuat saya “haus” dan lapar.

Selain Madre, ada dua kisah lagi yang menjadi favorit saya di Kumcer ini, “Have You Ever?” dan “Menunggu layang-layang” …

Saya pun menikmati “have you Ever?” dengan rasa yang berbeda. Saya menyukai cerita ini walaupun di sepanjang cerita mengalami kebingungan yang ditutup dengan ending yang membuat saya penasaran untuk membacanya lagi agar bisa menyimpulkan tentang “Sign” yang dilihat dan apa yang membuat Howard tertawa di penghujung pencariannya. (Ayo2 yang sudah baca, kasih tahu kira-kira apa jawabannya)

“Menunggu Layang-layang” sangat menyentuh sisi melankolis saya. Pada bagian awal, saya merasa seperti membaca sebuah Metropop namun dikemas secara lebih sederhana oleh Dee. Ditengah cerita saya sempat berandai-andai tentang Che dan Starla yang memang pada akhirnya mereka seperti yang saya andai-andaikan, hanya saja dengan jalan cerita ala Dee tetap memunculkan sensasi mengharu biru di akhir cerita.

Membaca cerpen ini membuat saya mendadak jadi lebih romantis dan berhasil (berhasil? iya berhasil) melahap puisi “Barangkali Cinta” dengan penuh penghayatan.

Memang benar kata jeung Fretty, Cerpen dan puisi itu berbeda, jadi jangan memperlakukannya secara sama.

******************

Setelah Perahu Kertas, satu lagi novel Dee yang akan difilmkan, dan itu MADRE😀 Selamat menontooooon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s