“Bertualang” Bersama Travelicious Medan

Pernahkah kalian merasakan jatuh suka dan sangat tertarik pada sebuah buku pada lembar pertama? Saya pernah😀 Dan buku ini adalah buku ketiga (setelah The Journeys dan Life Traveler) yang membuat saya jatuh hati pada lembar pertamanya.

Ya! Keberaan “kartu Pos” di bagian awal buku berhasil menarik perhatian saya. Tentu saja waktu itu tertariknya tidak berkaitan dengan isi buku, karena saya belum tahu petualangan apa saja yang diberikan buku ini, tetapi lebih pada rasa penasaran siapakah diantara dua penulis Travelicious Medan yang menulis di kartu pos ini. Tulisan tangannya bagus loh😉
Membaca buku ini mendadak membuat saya seperti katak dalam tempurung *serius*
Banyak hal yang sebelumnya tidak saya tahu dan tidak pernah mencari tahu akhirnya jadi tahu ketika membaca buku ini. Sebagai seorang yang pernah menguli-uyah di jurusan PWK, saya merasa “malu”. Kok bisa? Dulu pernah belajar tentang kota-kota, tetapi baru tahu ini kalau Medan adalah kota terbesar ke-3 di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya *Ditimpuk RTRW*
Semakin banyak membaca halaman-halaman dalam buku ini, membuat saya semakin tahu bahwa hanya sedikiiiiiit dari Medan yang saya tahu. Saya juga baru tahu kalau Indonesia juga punya “Little Asia”, dan itu Medan!
Cukup ya curhat terselubungnya. Mari kita kupas tuntas tentang buku ini
Dalam buku ini, kedua penulis tidak hanya berbagi tentang panduan traveling ke Medan, memberikan informasi-informasi penting seputar Medan dan sekitarnya, tetapi juga catatan perjalanan yang seru untuk disimak.
Selesai membaca bagian Kartu Pos Dari Medan, kita seperti “disambut” di bagian Horas Medan yang diawali dengan kalimat “Selamat datang di Kota Medan”. Setelah membaca gambaran tentang Kota Medan dan sekitarnya, kita akan “melangkah” kesana melalui pintu masuk. Tentu saja bagian ini berkaitan erat dengan transportasi. Transportasi menuju Medan disajikan lengkap dengan berbagai pilihannya baik transportasi darat, laut, maupun udara. Setelah “sampai” di Medan, kita akan diajak mengenal transportasi lokal baik sarana transportasi si Kota Medan maupun sarana transportasi antar kota yang bisa kita gunakan ketika menjelajah Medan dan sekitarnya. Disin, saya baru tahu kalau betor (becak motor) itu adanya di Medan hihihihihi *malu*
Mengunjungi Medan tidak cukup satu hari, jadi jika tidak punya kerabat atau sanak saudara, menginap di penginapan adalah pilihan bijak daripada menginap di emperan toko. Buku ini memberikan informasi yang informatif mengenai berbagai pilihan penginapan yang bisa kita pilih lengkap dengan review penulis tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing penginapan.
Kalau di Jawa memiliki obyek wisata ziarah, di Medan juga ada. Banyak pilihan wisata religi yang bisa dikunjungi lengkap dengan informasi bagaimana mencapai tempat-tempat berikut lengkap dengan perkiraan biayanya:
  • Masjid Raya Al Mashun
  • Masjid Bengkok
  • Masjid Raya Lama Al Osmani
  • Kuil Shri Mariamman
  • Gereja Ghra Maria Annai Velangkani
  • Vihara Gunung Timur

Wisata religinya saja beragam, sudah terbayang kan etnis yang ada disini juga bermacam-macam. Apa yang menarik dari tempat-tempat diatas? gugling dong ah, eh atau beli saja buku ini :p

Selain wisata religi, ada apalagi di Medan?
Ada banyak tempat lainnya yang bisa kita kunjungi dan nikmati selama keluyuran di Medan😀
  • Istana Maimun. Pernah mendengar tentang istana ini kan? Kalau belum, gugling gih atau beli saja buku ini hehehe #Eh
  • Taman Sri Deli. Taman ini merupakan simbol kejayaan Melayu Deli Kuno. Pada perkembangannya, taman ini menjadi ruang publik untuk warga kota Medan. Ketika bulan Ramadhan tiba, taman ini menjadi pusat kuliner dengan beragam jajanannya.
  • Kota Lama Kesawan. Jika tertarik dengan suasana masa lampau serta peninggalan-peninggalan yang masih terjaga, Medan memiliki Kawasan Kesawan. Disana terdapat : Mansion Tjong A Fie, Tip Top Restaurant, Gedung Lonsum, Lapangan Merdeka, Gedun Balai Kota Medan, dan Kantor Pos yang gedungnya sudah didirikan sejak tahun 1911.

Jika tertarik dengan satwa, disini juga ada banyak pilihan tempat yang bisa dikunjungi untuk menyapa beberapa jenis satwa

  • Taman Buaya
  • Rahmat Gallery and Wildlife Museum
  • Kebun Binatang Medan
  • Bukit Lawang
  • Gua Kelelawar
  • Pusat Rehabilitasi Orang Utan

Selain beberapa tempat diatas, buku ini juga mengulas tentang Danau Toba dan Pulau Samosir yang terkenal itu. Ulasan detail disertai ceita perjalanan penulis membuat saya kemecer pengen kesana juga.

Oiya, disana juga ada kawasan yang bernama Berastagi. Sebelum membaca buku ini, setiap mendengar kata Berastagi, yang ada dikepala saya adalah itu nama bedak dingin asal kalimantan *pilin-pilin ujung baju*. Sepertinya jika saya “berhasil” ke Medan, Berastagi akan masuk itinerary saya dan one day trip bisa menjadi pilihan.
Ketika jalan-jalan, wisata kuliner sebaiknya tidak kita lewatnya. Mengunjungi tempat baru, seru juga kalau sekalian menikmati makanan khas yang ada disana, dan kalau bisa sih makanan itu hanya ada disana #Eh
Seperti banyak kota lainnya, Medan pun memiliki beragam kuliner istimewa yang bisa dicoba baik sekedar untuk incip-incip maupun sebagai pengganjal perut mengusir lapar.
Esensi wisata kuliner adalah mencoba hal baru. Siapa tahu justru kita menemukan makanan superlezat yang tidak pernah kita rasakan sebelumnya
Gara-gara pesan penulis yang quoteable diatas, jadi kepikiran “uji nyali” makan pancake Durian, sepertinya menarik untuk dicoba. Selama ini saya kan suka eneg dengan aroma Durian, jadi seumur-umur belum pernah tuh makan yang namanya Durian padahal banyak yang bilang enak *lho? kok curhat lagi sih?*
 OLEH-OLEH. Ya! kata oleh-oleh identik dengan kata jalan-jalan. Pengalaman pribadi sih, setiap jalan-jalan pasti mendapat pesan “jangan lupa oleh-olehnya ya” hehhehhehe.
Karena tidak semua orang suka oleh-oleh berupa foto dan catatan perjalanan, ada juga sebagian yang lebih suka oleh-oleh yang berwujud fisik dan produk khas tempat jalan-jalan kita walaupun itu kadang membuat kita bingung memilih apa dan bagaimana membawanya😀 Kalau jalan-jalan ke Medan, jangan khawatir, disana ada beberapa tempat yang bisa dituju dan beberapa produk ungulan yang bisa kita bawa pulang sebagai oleh-oleh.
Selengkapnya, silahkan baca buku Travelicious Medan ini ya😉
Isinya menyenangkan untuk dibaca, selain informasi yang komplit, gaya bercerita kedua penulis seru untuk diikuti. Dan dibeberapa bagian saya bahkan bisa tertawa karena “celetukan” penulis tentang pengalaman selama perjalanan.
Selesai membaca buku ini, saya pun memiliki gambaran mengenai itinerary jika dan hanya jika saya beneran bisa ke Medan nanti.
Oiya, ada satu paragraf yang ditulis oleh penulis, dan saya sangat setuju dengan itu
Traveling akan menyenangkan bila kita mengenal lebih dalam tujuan atau hal yang akan kita temui dalam traveling  itu. Dan, tentu saja dengan mengetahui itu kita akan menghargai obyek yang akan kita temui
***********
Judul Buku : Travelisious Medan
Penulis : Ariyanto (@ariysoc) & Ajie Hatadji (@ajiehatadji)
Penerbit : B-First
Cetakan : I, Februari 2012
Tebal : viii 162 hal.
Gambar diperoleh dari : sini

11 thoughts on ““Bertualang” Bersama Travelicious Medan

    1. padahal si Om tinggalnya di Palembang, masih se pulau.😛

      Saya di Pulau Sumatera hanya sempat menginjakkan kaki di batam.. lainnya belum pernah… *nangis*

  1. masuk daftar wishlist kota yang akan aku kunjungi juga…gara2nya pas perjalanan pesawat ke jepang sebelahan ama orang jepang yang udah pernah ke medan hihi. setiba di tanah air kepikiran buku travelicious medan ini🙂

    1. Aaaaaaaaaa Arriiii!!!! *mendadak heboh karena iri yang gak pake dengki*

      Tadi baca2 disana, jadi berasa ikutan berkunjung dan di akhir tulisan langsung memasukkan ke dalam itinerary jika dan hanya jika bisa ke Medan nanti.
      Kapan2 blogmu ku link spt pas postingan postcrossing yaaa, jika ada postingan terkait?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s