Sabtu seru di ngaNEWYORKarto

Saya pribadi, tidak pernah menyangka bahwa perjalanan mbolang ke jogya November lalu akan sangat menyenangkan dan meninggalkan kesan mendalam pada kami berlima ^__^

Kebetulan hari minggu (13 Nov 2011) saya ada workshop di Jogja, dan diniatkan berangkat jum’at siang dari Tuban (& transit Solo semalam) agar Sabtu bisa berangkat pagi dari Solo dan seharian jalan2 di Jogya. (Trimakasih yaaa Tika, sudah menampungku dan mengajakku jalan2 selama di Solo) …

Sebenarnya agak sedih juga ketika berangkat, karena rencana reuni dengan anak2 Sinbraw batal, hanya saya & ninda yang bisa ke Jogya. Galuh, Saniyya, & Tika serta beberapa teman yg lain berhalangan hadir.

Akhirnya saya & ninda tetap berangkat ke Jogya dan kami tidak pernah menyesalinya ^___^

Karena mbolang ke Jogya, akhirnya kami bisa berkenalan & berpetualang dengan Ronni dari Swiss serta Caesar & Heri dari Cikampek. Pertemuan tidak direncanakan ini telah mewarnai perjalanan kami selama di Jogya sehingga bisa menikmati Jogya dari sisi lain yang belum pernah kami alami. Ini adalah perjalanan ke Jogya saya yang paling berkesan!

Saya dan Ninda memilih penginapan di sekitar Malioboro agar mudah mengakses beberapa tempat di Jogya. Dan dihari pertama (setelah ragu2) kami berdua memutuskan untuk mengunjungi Candi Prambanan. Dari Malioboro, kami naik Trans Jogya 1A menuju Prambanan. Disinilah kami berkenalan dengan Ronni. Ternyata Caesar & Hery juga naik Trans Jogya 1A tetapi dari shelter yang berbeda. Sepanjang perjalanan ke Prambanan, kami berdua banyak mengobrol dengan Ronni yang sangat ramah sehingga tahu dia berasal darimana, sudah berapa lama di Indonesia, sampai saya pun bisa meminjam buku Lonely planetnya tentang Indonesia …

Begitu turun di Shelter Prambanan, kami memutuskan untuk naik Andong saja serta mengajak Ronni bergabung dengan kami, dan dia bersedia. Ketika hendak naik, Caesar & Hery datang menawarkan diri untuk bergabung menuju ke Prambanan supaya bisa patungan bayar Andong-nya. Tentu dong langsung saya iyakan ^__^

Dari sinilah cerita petualangan seharian kami berawal … 

Ketika menuju ke loket, saya bertanya ke Caesar & Hery serta Ronni, apakah mereka akan ke Prambanan saja ataukah mau ke Ratu Boko sekalian? Setelah obrolan singkat, kami  memutuskan untuk mengambil paket Ratu Boko – Prambanan serta mengajak Ronni bergabung. Dan asyiknya, Ronni bersedia bergabung walaupun dia harus membayar sebesar US$ 20 ^__^ (4x lipatnya harga tiket kami)

Karena kami masuknya sudah terlalu siang, akhirnya oleh pihak Prambanan, kami disarankan untuk mengunjungi Ratu Boko terlebih dahulu, baru kemudian ke Prambanan. Kami pun menunggu mobil jemputan di Gasebo yang disediakan disekitar sana.

Saya lupa menghitung waktu tempuh Prambanan – Ratu Boko ^_^

Di pintu masuk Komplek Ratu Boko, kami diberi bekal minum air mineral, yang belakangan kami tahu kenapa dikasih air minum, karena kami terbukti kehausan diatas sana padahal cuaca saat itu mendung dan udara sangat sejuk.

Mungkin masih jarang yang mengenal Komplek Ratu Boko. Saya pun baru tahu pas H-1 keberangkatan hehhehee ^___^

Ternyata, tidak rugi kami jauh2 sampe berpeluh2 mendaki di kawasan Ratu Boko. Dari sana kami bisa menikmati beberapa bangunan dan reruntuhannya serta 2 gapura yang masih kokoh. Sangat bagus untuk Pre-Wedding *eh*

Dari puncak Ratu Boko, kami juga bisa melihat Prambanan & Sleman dari atas bukit.

Karena view dan suasana lingkungannya yang OK untuk foto2, kami pun mengambil banyak foto dari berbagai sudut disana hahhahaa. Berikut ini bukti kenarsisan kami selama berkeliling di Komplek Ratu Boko (dan Ronni pun akhirnya ikut2an narsis hehhehee)

Setelah selesai berkeliling Ratu Boko, akhirnya jam 3-an kami memutuskan “turun gunung” ke Prambanan. Di area parkir mobil penjemput juga sudah datang. Perjalanan pulang terasa lebih cepat karena memang jalannya menurun. 

Begitu sampai parkiran Prambanan, kami pun langsung menuju kompleks candi. Ronni yang baru pertama kali kesana sangat kagum dengan Candi Prambanan dan ketika ditanya apakah dia tahu legenda Candi Prambanan dia menjawab tidak tahu. Untunglah Ninda berbaik hati bercerita tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Sembari mereka sibuk bercerita, kami (saya, Caesar, dan Heri) sibuk berfoto2 hehehhee

Memasuki pelataran Candi Prambanan, saya pun terkagum-kagum dengan kompleks bangunannya. Walaupun ini bukan kali pertama saya ke Prambanan, tetapi ini adalah kunjungan paling menyenangkan karena saya bisa menikmati setiap menit selama berada disana ^__^

Kami pun berkeliling kompleks candi dan mencari “sosok” Roro Jonggrang yang tidak bisa kami jumpai karena patung Roro Jonggrang berada di kawasan berpagar sehingga tidak bisa dimasuki oleh pengunjung. 

Akhirnya kami berkeliling kompleks candi dan menaiki beberapa bangunan candi dan memasuki ruang kecil tanpa cahaya didalam bangunan candi, yang saya pun tidak tahu dulu ruangan tersebut dipakai untuk apa.

Sembari berkeliling, kami pun mengabadikan momen tersebut dalam banyak foto ^__^

Karena ingin berfoto berlima, akhirnya saya meminta tolong kepada dua tourist asal Jerman, Uche & Ammy, untuk memfoto kami di salah satu bangunan candi ^__^

Walaupun hanya beberapa menit dan mengobrol singkat, saya mendapat kesan mereka orang yang sangat menyenangkan, apalagi Uche orang yang sangat atraktif dan pandai melucu sehingga kami bisa tertawa lepas saat difoto.

Selesai berfoto, saya pun “nodhong” untuk berfoto dengan mereka sebagai kenang-kenangan, hehehhee ^__^

Ketika hari semakin sore, kami pun memutuskan untuk pulang. Walaupun tahu jarak antara Prambanan dengan shelter Transjogya lumayan jauh tetapi kami tetap nekat berjalan kaki yang kemudian membuat kami “gempor” :p

Dalam perjalanan pulang, saya menanyakan rencana mereka setelah pulang dari Prambanan. Ronni berencana untuk beristirahat di penginapan setelah selesai mengirim email pada teman2nya di Bali, Caesar & Hery berencana menghabiskan malam di angkringan, sedangkan saya & Ninda berencana untuk menonton JogjaJazz di Kotagede.

Namun, ternyata kenyataan berbicara lain wkkakakkakaaa….

Setelah turun dari Trans Jogya, saya & ninda yang mulai kelaparan, mengajak Caesar, HEry, & Ronni makan malam. Mikirnya sih dianggap sebagai “perpisahan” setelah seharian bertualang bersama. 

Ternyata eh ternyata, sambil makan malam kami merencanakan rencana petualangan lanjutan malam itu juga. Saya langsung mengkonfirmasi ke Mas Irwan (teman yang stay di Jogya) kalau batal menonton JogyaJazz-nya.

Kami berlima memutuskan untuk kembali ke penginapan masing-masing dan kemudian berjanji berkumpul lagi di shelter pertama Malioboro jam 9 malam.

Diantara kami berlima, Ronni yang datangnya paling cepat dan tepat waktu! Saya, ninda, caesar, dan hery agak terlambat beberapa menit. Jadi maluuu pas kami meminta maaf karena terlabat dan Ronni bilang tidak apa2 karena dia & setiap orang di Swiss terbiasa datang tepat waktu X_X

Malam itu kami memutuskan untuk nongkrong di Angkringan. Kami berlima penasaran dengan bentuk dan rasa Kopi Joss. Berdasarkan rekomendasi mas Irwan, kami memilih angkringan Lek Man dan mencoba Kopi Joss-nya. Ternyata lokasi Angkringan Lek Man berada di kawasan Stasiun Tugu yang bisa dicapai dengan berjalan kaki dari Malioboro.

Disana, tiba-tiba saja muncul niatan iseng kami hohohohoho

Perjanjian diawal, kami kesana untuk memesan dan mencicipi kopi joss. Tetapi begitu sampai di Angkringan Lek Man, ternyata Ninda, Caesar, dan Hery memesan teh, saya memesan wedang jahe, dan hanya Ronni yang kami pesankan Kopi Joss =)) Untungnya dia tidak marah karena merasa dikerjai.

Ketika pesanan datang, saya & Ninda iseng bertanya apakah Ronni sudah pernah mencoba Wedang Jahe, dan dia menjawab belum. Saya pun bilang mumpung di Indonesia dia harus mencoba.

Dan “Uji nyali” tahap pertama dimulai. Dia menerima tantangan saya untuk meminum wedang jahe (yang mungkin terasa asing dilidahnya) dengan syarat saya juga harus meminum Kopi Joss-nya. OK !! Saya terima tantangan Ronni dengan resiko tidak bisa tidur malam harinya.

Selesai di angkringan Lek Man, kami melanjutkan jalan-jalan di sepanjang Malioboro.

Saya lupa bagaimana awalnya (Hey Ninda, Caesar, & Hery, tolong ingetin yah) kenapa akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan berjalan kaki ke wilayah keraton. Sesampai di keraton, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke alun-alun kidul.

Dan “Uji nyali” tahap kedua dimulai !!!

Berdasarkan prinsip bekpeker serta kami kepedean menyimpulkan bahwa alun-alun kidul (Alkid) berada tidak jauh dari keraton, kami pun menolak dengan halus setiap tawaran dari bapak tukang becak di sekitar keraton dan memutuskan untuk berjalan kaki saja. Dan ternyata …. ALkid itu sangat jauh dari keraton!!!

“Don’t try this at Jogyakarta” ==> Berjalan kaki dari Stasiun Tugu ke Alun-alun Kidul pada tengah malam!!!!

Cukup kami saja yang mengalaminya.

Beberapa ratus meter dari Alkid, kami mulai merasa gempor, Ninda mulai kelelahan dan Ronni terlihat Pincang. Akhirnya kami pun sepakat naik becak saja ke Alkid hehehhehee

Sebelum sampai ALkid, setiap orang yang kami tanyai pasti berkomentar tentang Uji Nyali di Alkid. Dalam benak saya, alkid itu gelap dan sepi apalagi saat tengah malam, ditambah cerita tetang Beringin Kembar, semakin seramlah bayangan saya tentang Alkid.

Mau membatalkan niat ke Alkid, tapi kami sudah terlanjur berjalan sejauh itu. Akhirnya kami pun memutuskan untuk tetap ke Alkid malam itu.

Begitu sampai Alkid, kami kaget !!!

Ternyata ……………………. ALkid itu ramai!! Seramai pasar malam ^____^

Melihat keramaian itu, rasa lelah kami mendadak hilang dan kami pun bersemangat lagi mencoba ini itu di Alkid, diantaranya kereta gowes dan game menutup mata & berjalan lurus ke arah Beringin Kembar. Dan Ronni mentraktir kami berkeliling Alkid dengan kereta gowes.

Ketika game “menutup mata”, korban pertama kami adalah CAESAR dan korban terakhir kami NINDA !! Wkakkakaka

Diantara kami berlima, hanya Ronny yang jalannya bisa lurus rus rus tanpa aba-aba, kami dan beberapa pengunjung lain disekitar sana pun takjub ^_^

Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan hampir jam 1 malam. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke penginapan mengingat esok harinya saya & Ninda ada workshop yang harus dihadiri, Caesar & Hery yang akan melanjutkan perjalanan keliling Yogyakarta, serta Ronni yang akan mengunjungi Borobudur.

Setelah berhitung, kami memilih untuk pulang dengan Taksi daripada dengan becak.

Dan kami pun berpisah di Malioboro setelah 12 jam lebih bertualang bersama di Jogya.

Terharu ketika turun dari taksi, kami menyadari bahwa sepanjang hari tersebut kami sangat kompak dan menikmati kebersamaan, malam itu harus berpisah karena esoknya kami punya jadwal masing-masing dan tidak tahu kapan bisa bertemu kembali …~_~…

Terimakasih karena telah memberikan warna berbeda pada perjalanan kali ini.

10 thoughts on “Sabtu seru di ngaNEWYORKarto

    1. Enggak mbaaaa hehhehhee
      Jadi kami baru kenal Ronnie pas di Trans Jogya.
      trus kami bertiga baru kenalan dengan Caesar dan Hery pas turun dari Trans dan lagi nawar delman. Setelah itu, kami jadi teman seperjalanan.
      iya seru banget mbak, pengen lagi #Eh

  1. Haha jadi inget ‘ritual’ tutup mata melewati dua pohon itu. Sayang, waktu ke Yogya 2005 lalu, gak ke Prambanan. Sekarang, malah dijadiin lokasi syuting The Philosophers. Kudu ke sana kalo ke Yogya lagi!!!😀

      1. Iyaaa🙂 rencana juga mau ngegembel keliling Jawa. Doakan ya ^^ *pingin ke Bromo dan mampir ke Prambanan tentu*

        Asyik bener jalan-jalan di Yogyanya. Masih kontak-kontakan sampe sekarang? *ngebayangin Ronnie baca tulisan ini* hihihi

      2. Waahhhhhh, asyik loh ke Bromo😉

        iyaaaa, jalan2 ke Yogya-nya waktu itu sangat asyik dan berkesan dan alhamdulillah sampai sekarang masih saling kontak. Kalau ROnnie baca tulisan ini, dia palingan juga gak ngerti aku ngomongin apa hahahhaha

        Setelah waktu itu, Ronnie sempat kirim email, mengabarkan dia sudah sampai Gili Trawangan dan cerita bagaimana dia dsana

    1. Hhaaaaiiiiiii …
      Iya nih, pas itu gak nyangka banget perjalanan ke Yogya bisa seseru itu, padahal pas duduk2 di shelter Trans Yogya, semangatnya sudah menipiiisssss hehhehhee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s