#30HariMenulisSuratCinta untuk pengirim surat yang (sebaiknya) tak Terkirim :)

Dear friends🙂

Terimakasih ya sudah berbagi cerita melalui surat-surat yang tidak akan terkirim itu. Butuh kepercayaan penuh dari kalian ketika surat-surat itu pada akhirnya sampai ditanganku, orang yang tidak seharusnya membacanya. Terimakasih🙂

Ada banyak hal yang terceritakan namun tidak tersampaikan dalam surat itu. Tentu saja hal itu bersifat sangat pribadi. Kalian mengaku tidak menyangka bisa menulis seperti itu. Aku pun sama, tidak menyangka kalian bisa menulisnya, karena apa yang tertulis disana adalah hal-hal yang sangaaaaaaaaat pribadi.

Sebagai teman yang baik, aku mendukung kalian untuk TIDAK mengirimkan surat-surat itu pada penerimanya. Setidaknya untuk saat ini. Aku, kalian, kita sama-sama tahu apa yang akan terjadi jika surat itu sampai terkirim. Banyak luapan emosi terekam dalam surat itu. Wajar🙂 Surat yang tidak terkirim itu bisa jadi sebagai sarana untuk kalian meringankan hati saat mulai terasa sesak, butuh tempat untuk menampung luapan emosinya. Terkadang aku juga begitu. Ketika emosi mulai meluap, daripada keluar dalam bentuk ekspresi masam, kata-kata bernada tinggi, maupun sikap yang menyebalkan, lebih baik menyalurkannya dalam bentuk tulisan yang hanya kita dan Allah yang tahu. Temanku menyebutnya “menulis sebagai media katarsis”😀 Apakah itu katarsis? Gugling gih :p

Berawal dari Surat Yang Tidak Terkirim, kita pun terlibat dalam obrolan panjang sampai jauh malam, bahkan aku mengobrol dengan salah satu dari kalian sampai Subuh. Bayangkan! Apa coba yang diobrolkan dalam waktu selama dan sepanjang itu? Hahahahaha …

Kemarin, melalui Surat yang Tidak Terkirim dan obrolan panjang kita, aku merasa selangkah lebih maju dalam mengenal kalian. Ada sisi dari diri kalian yang baru aku kenali kemarin. Ternyata sebenarnya kita adalah pribadi yang sangat sangat berbeda, tetapi itu tidak menjadi masalah. Nyatanya pertemanan kita baik-baik saja, bahkan semakin baik dari sebelumnya.

Jangan takut aku akan menjauh, karena itu tidak akan kulakukan. Kita sama-sama manusia biasa yang memiliki kekurangan, kadang juga tidak sepaham, seringkali tidak sengaja melakukan kesalahan. Ketika kita saling membongkar kartu masing-masing, itu kita lakukan karena kita saling percaya bukan?

Agak kaget ketika ada pertanyaan dari cuplikan Perahu Kertas yang muncul ditengah-tengah obrolan :”makin kesini makin nyesel ga temenan sama aku??” Tentu saja tidak, bahkan aku senang karena bisa semakin mengenal kalian. Ketika kita dihadapkan pada suatu kondisi dan kita saling berseberangan, itu tidak mengubah apapun dalam hubungan kita. Justru, dengan melihat dari sisi yang berlawanan, kita bisa saling mengingatkan, memperkaya sudut pandang, dan saling belajar untuk memahami satu sama lain.

Hahahhahhaaa ya ampun! Kemarin itu kita kesambet apa sih? Obrolan semalam suntuknya beraaaatt sekali😀

Aku terharu, ternyata kalian begitu mempercayaiku dan mempercayakan surat itu padaku. Trimakasih yaaa *peluk satu-satu*

 

 

Penadah surat kalian,

Dianrus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s