#30HariMenulisSuratCinta untuk PWK-ers 2001

Hai Rek, gimana kabar kalian? Selalu asyik kan ya?

Senang loh akhir-akhir ini kita bisa berkumpul lagi via LINE😀 Ternyata, setelah sekian tahun berlalu, candaan kita tetap seperti dulu ya? Apalagi banyak stiker lucu yang menambah seru obrolan. Bahkan sering kali kita mengobrol hanya dengan stiker, tanpa kata-kata hahahaha.

Aku bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar PWK, khususnya PWK 2001. Oiya, kita (dulu) sering menyebut angkatan kita sebagai PWK BIASA, padahal bagiku kita semua luar biasa *ujug-ujug narsis*

Sebagai anak PWK, tentu saja jalan-jalan sudah menjadi hobi dan kewajiban kita, keluyuran sudah menjadi kegiatan sehari-hari kita. Ngumpul-ngumpul menjadi agenda rutin kita, dan foto bersama menjadi budaya kita.

Kalian tahu? teman-teman kosku banyak yang iri pada kebersamaan kita😀 Kata mereka, jurusan kita sama asyiknya dengan masa SMA. Padahal menurutku tidak begitu. Bagiku, masa-masa berjuang bersama kalian di PWK jauh lebih asyik daripada masa SMA.

Masih ingat foto ini dan cerita didalamnya?😀 Kalau kangen pada kalian, suka melihat ulang foto-foto kita. Eh ini bukan karena aku susah move on ya? tetapi memang kenangan bersama kalian tidak membosankan untuk dikenang. Menyenangkan bisa ke Bromo bareng kalian. Duh! File video Bromo dari Giri hilang😦

Rupanya berfoto memang benar-benar menjadi hobi eh atau kebiasaan kita ya? Kapan pun, dimanapun, bawaannya pengen jeprat jepret! Termasuk ketika menonton pertandingan olehraga teman-teman kita. Seingatku di koleksi fotoku, foto suporternya lebih banyak daripada foto pemain basket/volinya hahahahaha. Tapi, aku selalu bersyukur karena kita semua memiliki ketertarikan yang sama untuk menjadi obyek perekam sejarah eh maksudku obyek foto😉

Sebagai anak teknik, cewek-cewek di PWK (khususnya PWK 2001 kita) terkesan cuek dalam penampilan bahkan agak sporty🙂 Ya tentu saja ada pengecualian untuk beberapa orang. Dan dibawah ini, pas selesai menonton final voli PWK Fair, kami berempat sengaja berfoto bersama dengan gaya feminim. Trimakasih Abenk yang sudah ikhlas memotret kami. Suka sekali dengan foto ini😀

Kalian memanggilku “mbah” :D Walaupun dipanggil mbah, aku tetap merasa muda loh hohohoho. Aku suka dengan cara kalian memanggilku, karena sejak ada panggilan istimewa itu aku merasa lebih dekat dengan kalian, sampai sekarang. Tentu saja aku dipanggil mbah bukan karena kharismatik, bukan juga karena menjadi tetua, tetapi karena aku pernah meramal beberapa diantara kalian. Aku tidak memiliki kemampuan lebih untuk menerawang apalagi meramal, aku hanya suka bermain kartu baik untuk ramal-ramalan maupun bermain remi. Kita semua sering tertawa ketika mengetahui hasil ramalan asal-asalanku itu. Dulu yang pernah jadi “korban” ramalan siapa saja ya? Benu, Apin, Bagus, Phe-phe, Christmas, heemmm siapa lagi ya? Nerdi kemarin laporan kalau dia belum pernah menjadi klien perdukunanku.

Tahun lalu, aku kluyuran ke Jakarta dan sempat datang ke reuni kecil yang mendadak dijadwalkan di PIM. Trimakasih Yayat, pak Koordinator, yang sudah mau dan menyempatkan mengundang teman-teman yang lain untuk datang. Akhirnya bisa bertemu dengan Benu, Otis, Djay, dan Onggo juga😀 Tetap saja ya, kalau ketemu kalian bawaannya selalu pengen tertawa …

Hari ini, beberapa diantara kita mengadakan reuni kecil di Malang. Sedih karena tidak bisa datang😦 Semoga lain kali, bisa ikut berkumpul bersama kalian ya rek *hugs*

Sudah dulu ya rek aku numpang curhat disurat ini😀 Semoga lain kali bisa rame-rame ngumpul lagi.

 

Salam,

DianRus, 01106600-17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s