#30HariMenulisSuratCinta : Untuk pak guru kehidupan, Rheinald Kasali

Sebenarnya surat ini diposting dalam rangka memenuhi “tugas” proyek menulis #30HariMenulisSuratCinta yaitu menulis surat untuk selebtwit. Pengertian selebtwit sebenarnya apa sih? Bagi saya, selebtwit adalah mereka-mereka yang selalu dinantikan twit-twitnya, terlepas dari jumlah follower dan ke-ngehits-an mereka, yang jelas mereka memiliki pengaruh yang besar bagi pembaca.

Kali ini, saya akan mengirimkan surat ke-2 kepada Yth. Bpk Rheinald KasališŸ˜€

Temanya adalah kecintaan pada pendidikan … (Cinta itu sifatnya universal kan? termasuk cinta pada pendidikan)

Jika dan hanya jika saya berkirim surat pada Pak Rheinald Kasali, maka berikut ini adalah isi suratnyašŸ˜€

***

Yang saya hormati, Pak Rheinald Kasali …

Perkenalkan, nama saya Dian. Saya adalah pengunjung (cukup) setia dari Rumah Perubahan. Saya termasuk salah satu yang menunggu twit bapak muncul di timeline.

Sebenarnya, tahun 2010 lalu saya berharapĀ bisa bertemu dengan bapak disalah satu workshop yang diadakan oleh salah satu majalah nasional di Kota Surabaya. Namun ternyata, pada hari H bapak ada urusan, sehingga tidak bisa mengisi acara workshop. Tetapi tentu saja itu bukan masalah, karena saya masih tetap bisa belajar pada bapak melalui tulisan-tulisan bapak dan juga acara Rumah Perubahan di TVRI.

Bagi saya, bapak adalah guru saya, guru kehidupan saya. Dari bapak, saya belajar banyak hal. Membaca tulisan-tulisan bapak membuka wacana saya, menyimak bapak berdiskusi di Rumah Perubahan TVRI membuat saya terinspirasi. Saya belum pernah bertemu langsung dengan bapak, tetapi tetap bagi saya, bapak adalah guru saya.

Belajar pada bapak benar-benar berpengaruh pada mindset saya. Salah satu tulisan bapak yang paling berkesan adalah tentang Paspor & membuka jendela dunia. Saat itu, mendadak saya merasa sudah berjalan di jalan yang benar karena saat membacanya saya sedang melakukan perjalanan terjauh saya dan semakin bersemangat melakukan perjalanan-perjalanan selanjutnya. Memang benar apa yang disampaikan bapak pada tulisan tadi, dan saya bisa merasakan “pegalaman global” itu. Saya benar-benar menikmati perjalanan ke tempat yang asing, bahkan bahasanya pun saya tidak paham sehingga ketika berkomunikasi dengan penduduk lokal sempat mengalami kesulitan.

Sebenarnya, saya memiliki cita-cita, kelak bisa ikut belajar langsung pada bapak di RUMAH PERUBAHAN. Semoga kesempatan itu akan ada untuk saya, nanti. Aamiin …

Terimakasih karena sudah berbagi dan menginspirasišŸ˜€

Salam saya,

Murid bapak

2 thoughts on “#30HariMenulisSuratCinta : Untuk pak guru kehidupan, Rheinald Kasali

  1. “Bagi saya, selebtwit adalah mereka-mereka yang selalu dinantikan twit-twitnya,”

    dan…. pemenang selebtwit saat ini adalah Mas A***** …… Omedetoooo…… wahahahahaha
    *kabur sebelum dibekep*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s