You’re my home

Dia teman kerjaku, dulu …

Jika ada pepatah Jawa mengatakan : “WIWITING TRISNO JALARAN SOKO KULINO” sepertinya itu memang benar adanya, dan itu terjadi padaku. Entah bagi dia, mungkin saja dia jatuh cinta pada pandangan pertama, saat melihat fotoku disurat lamaran kerjaku. Entah, aku lupa belum menanyakannya.

Kami sangat dekat satu sama lain, aku senang bisa memiliki rekan kerja yang asyik, dia pun juga begitu. Aku merasa nyaman didekatnya, tapi bukan berarti memiliki perasaan istimewa karena saat itu statusku sedang “not available”.

Namida nagasanai donna ni tsurakutemo, Dare ni mo makenai tsuyosa motteru no wa, Mawari wo kanashimasenai anata no yasashisa

Ada banyak masalah terjadi (termasuk putus dari kekasihku waktu itu), dan dia selalu disana, disampingku, mendukungku.

Dia memang teman kerja yang asyik, baik, dan … keren😀 Itu komentar dari beberapa teman dekatku. Setelah diperhatikan, dia memang keren. Entah sejak kapan aku memiliki kebiasaan memperhatikannya, memperhatikan dalam diam, dari dekat. Sejak memiliki kebiasaan itu, hari-hari selalu terasa menyenangkan saat bersama dengannya. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya, sahabatku yang juga rekan kerjaku.

Ada banyak malam kulalui dengan memikirkannya, membicarakannya, dan juga menangis untuknya. Perasaan itu semakin besar. Aku senang, pada akhirnya aku tahu bahwa perasaan itu tidak bertepuk sebelah tangan. Dia juga jatuh cinta padaku.

Mitsumeru hitomi kotoba nakutemo, Tsutawaru anata no omoi, Makenai yo tte ganbaru yo tte, Nandomo yasashiku waraun da

Ketika ada permasalahan berat yang datang secara beruntun pada masa akhir kuliahku dan sempat membuatku terpuruk, dia selalu ada untuk menguatkan dan meyakinkan bahwa aku akan baik-baik saja dan dapat melalui semua ujian itu. Kehadirannya, tatapan matanya, senyumnya, serta kata-kata penyemangat darinyalah yang berhasil membuatku kuat melalui semuanya.

Anata no egao wa dare yori mo kagayaki, Kumorizora made hare ni shite shimau, Nandomo takai kabe norikoeta kara, Nanimo kowakunai hitori ja nai yo

Dia, rekan kerja yang menjadi kekasihku, mengutarakan kesungguhannya mempersuntingku. Tentu saja aku sangat bahagia. Ini adalah nikmat sekaligus anugerah, bisa menikah dengan seseorang yang memang aku inginkan. Alhamdulillah …

Pernikahan kami berlangsung secara sederhana dan penuh suka cita di kota kelahiranku, ada beberapa sahabat yang hadir memberi selamat. Setelah menikah, kami pun menetap di kota perantauan berdua.

Kehidupan pernikahan kami berjalan dengan sangat baik dan harmonis. Keluarga kecil kami terasa lengkap setelah si kecil lahir dan memberi warna dalam hidup kami. Kami adalah pasangan muda yang berbahagia.

Tidak ada rumah tangga yang berjalan tanpa ujian, termasuk rumah tangga kami berdua. Ada beberapa kerikil dan juga batu besar yang menghalangi langkah kami. Kadang permasalahan itu datang dariku, kadang juga darinya. Karena itulah kami selalu belajar untuk saling memahami satu sama lain, lebih dari sebelumnya.

Aku senang memiliki dia, suamiku …

Sebagai istri, aku pun tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Apapun permasalahan yang ada, harus bisa kami hadapi bersama. Menjaga komunikasi yang baik dengan suami selalu aku lakukan. Saling bercerita kegiatan masing-masing dan juga permasalahan masing-masing. Hidup terus berjalan dan kami sama-sama berkembang, karena itulah proses pengenalan dan pemahaman satu sama lain terus berlangsung dalam kehidupan rumah tangga kami.

Chiisana mune ni shimaikonde iru, Sora ni nita ookina kokoro, Nakanaide tte daijoubu tte, Tsutsumikomu you ni waraun da

Saat aku memiliki permasalahan dan kadang melakukan kesalahan, dia selalu mengerti dan memahami, dan seperti biasa selalu bisa menenangkan hati. Aku ingat pernah melakukan kesalahan  yang seharusnya dia marah saat aku berterus terang padanya, tetapi ternyata tidak. Dia menghargai kejujuranku dan bahkan memberikan dukungannya padaku. Selalu dan selalu, dia yakin bahwa aku akan bisa melalui permasalahan ini dengan baik karena kami akan menghadapinya bersama,berdua.

Dia selalu bisa membuatku merasa “pulang”.

Dear hubby, thank you for our wonderful years. we’ll have better years ahead. We will, and we know it *finger crossed*

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Tulisan ini didedikasikan untuk mba Dyaning yang sudah menemukan “rumah” untuk pulang🙂

Semoga keluarga kecilnya semakin seru dan selalu dalam perlindungan Allah. Aamiin

2 thoughts on “You’re my home

  1. SUKAAAAAAAAAAAAAA…..!!!!!!!
    Terima kasih Dian…kado tahun baruku yang super spesial…
    Semoga di tahun 2013 juga semakin banyak kebahagiaan, kesempatan dan many miracle untukmu…
    Thanks…thanks…thanks…^_^

    1. Alhamdulillaaaahh ^__^
      Senang, ternyata dirimu menyukainya mbak #Hugs
      Itu tadi rangkuman percakapan-percakapan kita dari kamar A9 Sinbraw sampai dengan pojok YM.

      Aamiin …. semoga 2013 menjadi tahunnya kita mewujudkan asa.
      Muzukashii desu, demo ja ganbatte ne. Yaaaayyy!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s