Tentang Bersyukur

Alhamdulillah bisa selamat sampai rumah ^__^

Sebelum kemarin, saya lupa kapan terakhir bersyukur bisa selamat sampai rumah setelah seharian keluyuran.

Ketika keluar rumah saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di jalan, entah bertemu dengan kemacetan, kepanasan, serta resiko keselamatan lainnya yang terkadang memunculkan keluh kesah, tetapi seringnya saya mendadak lupa bersyukur ketika bisa sampai di rumah dengan selamat.

***

Kantor SAMSAT, batik, tas, dompet, perca, flyer, download video, Coursera, ebook, buku, temu janji, proyek, postingan yang tertunda dan lain-lain, dan lain-lain. Banyak pesan yang masuk dan banyak hal yang dipikirkan ternyata cukup menyita konsentrasi selama di jalan tapi bukan berarti teledor mengendarai motor, sampai ketika …

“Ttttttiiiiiiiiinnnn!!!!!!”

Suara klakson motor dari arah belakang samping kiri cukup membuat kaget dan refleks saya pun mengerem motor. Lalu yang terjadi kemudian adalah si pemotor berhelm cakil menyalip dari sisi kiri dan menabrak kaca spion.

BRAK!!!

Kok bisa sih? tadi lampu sein sebelah kiri penanda kalau saya mau belok ke kiri sudah menyala, tapi si pemotor berhelm cakil tetep nekat menyalip dari arah kiri! Untung saja saat itu refleks ngerem, karena jika tidak, mungkin kami dan motor kami berguling-guling di aspal.

Mbkjgjadguagd7643y54ytfkj ……” lirih terdengar pemotor berhelm cakil menggerutu tidak jelas saat menyalip. Byyuuhhh bbyyuuhhhh!!! Yang diserempet siapa, yang menggerutu siapa! Sebal? Sudah pasti iya! Pengen melempar sendal? Iya sih, tapi kok eman-eman sendalnya. Ya sudah, didoakan saja semoga di perempatan depan si pengendara motor berhelm cakil itu ditilang polisi #Eh

Setelah si pengendara motor berhelm cakil berlalu, saya kembali menjalankan motor yang sempat terhenti dan tertabrak spionnya lalu berbelok ke kiri menuju alun-alun dengan lebih berhati-hati dan memastikan lampu sein saya menyala setiap kali akan berbelok.

***

Kejadian itu adalah satu dari sekian kejadian yang mungkin terjadi dan bisa mengancam keselamatan kita ketika di jalan. Saya sering gemetar setiap kali menemui kecelakaan, apalagi melihat korban kecelakaan tergeletak bersimbah darah di jalan. Mungkin si korban masih bisa ditolong, mungkin juga tidak. Lalu, bagaimana dengan keluarganya di rumah?

Pulang dalam keadaan selamat dan bisa bertemu kembali dengan keluarga di rumah adalah nikmat yang seringkali lupa untuk disyukuri. Ternyata, saya termasuk orang yang sering lupa bersyukur😦 Untung saja masih diingatkan Allah melalui kejadian “batal serempetan” kemarin.

Alhamdulillah masih diingatkan untuk bisa bersyukur🙂

————————————————————————————————————————————————————

NB : Trimakasih mbak Ratih untuk idenya menjadikan kejadian menyebalkan sebagai #WritingPrompt😀

8 thoughts on “Tentang Bersyukur

  1. Nikmat itu hadir karena syukur. Lalu syukur itu akan mengundang hadirnya tambahan nikmat. Tambahan nikmat akan terus diturunkan kepada seorang hamba, dan tidak akan berhenti hingga hamba itu sendiri yang menghentikan syukurnya kepada Allah. Begitulah kesimpulan cerdas dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

    1. Subhanallah … Syukur itu hal yang sederhana dan dapat dimulai dari diri sendiri dan saat ini juga, namun ternyata termasuk hal yang terkadang terlupakan😦

    1. Wwwaaaahhh … trimakasih mbak Ratih, jd semangat belajar nulisnya😀 Trimakasih ya mbak untuk ide-nya kmrn. Pas hari H ga kepikiran klo kejadian menyebalkan itu bs jd satu tema tulisan, soale kpikirane cm pgn ngomel wae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s