#TawuranKata Minggu ke-4 : Lukisan

Dulu, saya berpikir bahwa untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain, kita harus bertatap muka dan saling berinteraksi, salah satunya dengan berbincang. Lalu kemudian, seiring perkembangan teknologi, untuk berkomunikasi kita tidak perlu bertatap muka langsung dan berbincang melalui lisan, tetapi bisa dengan memanfaatkan teknologi dan saling berinteraksi menggunakan teks pesan baik melalui SMS, email, maupun chatting. Belakangan, baru saya tahu bahwa lukisan pun bisa dijadikan sebagai media untuk berkomunikasi. Lukisan-lukisan bisa menggambarkan aspirasi, ide, serta suara hati. Ternyata ada banyak cara untuk berkomunikasi.

Sangat menyenangkan bertukar pikiran dan mengetahui pendapat orang lain mengenai sesuatu, karena hal itu akan memperkaya cara pandang kita. Kita bisa saling bertukar pikiran, berargumen, berdiskusi dan lainnya. Tetapi bagaimana jika kita bertemu dengan orang yang kehilangan kewarasannya, atau biasa kita sebut sebagai orang gila?

Apakah pernah terpikirkan untuk mengetahui apa yang sebenarnya ada di pikiran orang (maaf) gila ini? Setahu kita, mereka hidup sebagaimana adanya, tanpa proses berpikir. Di Tuban, ada beberapa orang (maaf) gila yang memiliki minat unik. Mereka suka mengekspresikan dirinya melalui lukisan. Terkadang mereka membuat lukisan bercerita yang biasa digambar di dinding, kain, ataupun kertas yang ada di sekitar mereka.

Saya tidak pernah terpikir untuk mengetahui apa yang mereka pikirkan saat tertawa, tetapi ketika sepupu saya menunjukkan beberapa foto lukisan karya mereka, saya sedikit paham. Ternyata mereka ini memiliki alam-nya sendiri, dunia-nya sendiri yang membuat mereka tertawa dan itu tidak pernah bisa kita pahami.

Orang ini bernama Suryadi, saya tidak tahu betul sejak kapan dia mengalami kegilaan dan apa penyebabnya. Yang saya tahu, dia adalah teman SMA sepupu saya. Dia bisa diajak berkomunikasi, membaca koran, dan juga menggambar. Sering sekali dia menuangkan apa yang dipikirkannya dalam bentuk lukisan.

Dia tinggal di salah satu rumah kosong di Tuban. Kesehariannya diisi dengan berdiam sambil melukis di rumah ini. Terkadang dia membaca koran, lalu melukiskan apa yang baru saja dibacanya.

Berikut ini adalah beberapa contoh lukisan Suryadi yang menceritakan tentang apa yang baru saja dibacanya. Ada yang bisa menangkap cerita dalam lukisan ini?

Sebenarnya ada beberapa lukisan lagi, sebagian besar pernah diikutkan dalam pameran seni di Tuban. Ternyata ada pengamat seni dari luar negeri yang tertarik dengan lukisan yang dibuat oleh Suryadi. Lukisan-lukisannya memang sederhana, tetapi latar belakang kondisi kejiwaannya membuat lukisan-lukisannya menjadi luar biasa🙂

4 thoughts on “#TawuranKata Minggu ke-4 : Lukisan

  1. aku pernah ke suatu museuym lukisan di Bali… and aku harus jujur kalau aku benar-benar tidak bisa mengerti apa yang ingin dikomunikasikan oleh pelukisnya… nampaknya memang saya selalu kesulitan memahami jenis seni yang satu ini… -___-“

  2. Katanya batas antara gila dan genius itu sangat sangat tipis🙂

    Terus terang, saya juga sulit untuk mengerti apa yang dimaui pelukis (dan satu lagi, pematung) dalam karya-karyanya. beberapa kali ke Museum Afandi, gak ngerti kenapa lukisan ini bisa dihargai dengan rupiah yang sangat-sangat fantastis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s