#TawuranKata Minggu Ke-2 : BAYANGAN

Sahabat itu seperti rel kereta api, selalu sejajar dan tidak pernah saling menelikung🙂 Saya mengetahui pengibaratan itu dari pak Nukman Lutfife. Kenal beliau kan? Setuju atau tidak dengan statement ini? saya setuju🙂

Ada juga pengibaratan lain dalam persahabatan, yaitu “sahabat seperti  bayangan bagi kita”. Setiap orang memiliki pemaknaan serta pemahamannya masing-masing tentang persahabatan (termasuk pengibaratannya), tapi secara garis besar hampir sama intinya🙂

Ketika pertama kali mendengar pengibaratan tadi, pengertian  “bayangan” dalam benak saya adalah ruang gelap yang muncul ketika suatu benda terkena penyinaran, dan kehadiran bayangan tersebut sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari kita. Gak percaya? percaya dong😉

Saya pribadi tidak sependapat dengan pengibaratan bahwa sahabat itu seperti bayangan bagi kita,karena bayangan hanya muncul di tempat yang terang dan akan menghilang ketika berada di tempat yang  gelap. Sedangkan sahabat, adalah  seseorang  yang selalu ada untuk kita baik dalam suka maupun duka (terang maupun gelap).

Beberapa hari lalu saya mengganggu teman-teman saya yang berbaik hati menyediakan waktunya untuk menjawab pertanyaan saya. Ternyata respon sebagian besar teman-teman saya hampir sama, yaitu butuh waktu untuk memikirkan jawabannya dan mereka memberikan pertanyaan balik tentang pemahaman “bayangan”. Meskipun pemahaman dan jawaban tentang pengibaratan tadi berbeda, tentu saja semua pendapat teman-teman saya tadi benar. Tidak ada yang salah karena pendapat sifatnya sangat subyektif tergantung dari cara pandang masing-masing orang. Ada 15 orang  yang  saya ganggu, dan 2 diantaranya tidak saya masukkan dalam tulisan ini karena 1 si teman tidak mau jawabannya dipublish dan satunya lagi tidak bisa saya simpulkan jawabannya :))))))))) Sempat kaget juga dengan hasilnya karena berbanding terbalik dengan hasil jawaban finalis Putri Indonesia (oiya, pengibaratan itu adalah pertanyaan final kontes putri Indonesia). Dari 13 jawaban yang  saya publish, 4 diantaranya menjawab setuju dan 9 menjawab tidak setuju.

Mau tahu pendapat teman-teman saya? Monggo  disimak🙂 Jawaban mereka menarik loh …. *jawaban berikut saya copas tanpa edit demi orisinalitas*

  1. Aryo : Setuju. shabat tu ada di saat kita senang atau susah jadi udh kaya bayangan kita setia menemani kmana dan  dalam keadaan apapun.
  2. Ayih : sahabat itu bayangan,, kedekatan kita dgn sahabat,, seperti kita dan bayangan kita,,  klo deketnya secara batin tentu aku setuju..sahabat itu ga mesti harus mengikuti kemana kita pergi,, yg penting hatinya ga jauh,, apa yg dia rasa, kita bs ngrasain,, meski ga bs 100% sama kyk yg dia rasain, paling enggak, ada usaha utk ngerti perasaannye. Tapi yg paling penting dari sahabat itu,, dia ga mesti selalu menuruti apa yg kita mau,, dia berhak utk bilang enggak, memberi pendapat yg berbeda dgn pendapat kita, memberi pandangan lain,, bukan utk menyudutkan,, tp memperlebar pikiran..berani bilang kita salah klo emang salah,,
  3. Hisyam : Setuju, karena sahabat merupakan cerminan pribadi kita. Jadi bukan bayangan, justru kembaran. Aku pikir emang bener, sahabat2ku itu 11-12 sama aq
  4. Risma : Setuju, ya mungkin karena kita selalu bareng-bareng, then we love the same things, kayak my another self gitu kali
  5. Mas EMil : kalo yg dimaksud sbg bayangan adalah kita bersahabat dgn sesorang krn dia bayangan or cerminan kita, aku gak setuju. justru krn berbeda, mangkanya sebuah persahabatn bs saling melengkapi, di situlah kekuatan ikatannya. satu lg, bayangan itu cm hadir saat ada cahaya mengenai kita, kalo gelap dia ilang.
  6. Silmi : gini aja gampange mb,kl shabat itu saat kt sdih senang dia bisa meraskan,ada didekat kt,ingat kt,tp pas kt ada msalh sama dia,jng sampe mslh itu merusak sgalanya. kl aq c mb yg namanya sahabt itu tidak perlu hrus dsamping kt,yg pasti pada saat kita bnar2 mmbuthkan dia,dia akan ada,bisa meraksan apa yg kt rasakan,dan yg pling pnting pada saat kt berantem,prshabatn tdk akan rusak,dan tidak trjadi saling mnusuk………..
  7. Rinaldi : Tidak setuju. Sahabat sprt bayangan? Ada klo lg “terang” dan ga ada waktu “gelap”? Namanya jg sahabat, ya salah dong. Hanya teman sih iya, klo sahabat gak.
  8. Nia : Tidak Setuju, karena Ga selalu jd bayangan sih, kadang bisa jd sahabat krn perbedaan koq. Sahabat ga selalu sejalan
  9. QQokta : buat gw sahabat ga mesti jadi bayangan kita ruzz..sahabat ga harus org yg slalu bersama n bersedia untuk kita..sahabat itu orang yang mengerti kita tanpa harus membayangi kita..jarak dan intensitas ketemu bukan paramater gw buat nganggap seseorang itu sahabat atau bukan.. i know u u know me..sahabat juga pasti punya keterbatasan seperti gw juga punya keterbatasan..saat gw ingin seseorang ada buat gw tapi ternyata dy ga bisa ada..bukan berarti gw akan langsung buang dy dr daftar sahabat..
  10. Jeung Ana : tidak setuju .. alasan nya .. mereka yang tahu minus plus nya kita .. kecuali dia adlh secret admirer of yours
  11. Astrid : eeerrr… nggak. sahabat itu adalah orang yang ngeback up disaat terang dan gelap. sementara bayangan itu cuma ada pas terang.
  12. Reni chan : tidak setuju.Kalo bisa sih pngen ny jgn kaya bayangan.Adanya cuman pas terang.Gak sederajat.vKalo gelap baru krasa aku dan bayangan itu sbnrny sama. Cahaya dan bayangan itu bertolak belakang . Aku menginginkan , aku bisa menggandeng tangan sahabatku,disampingku,sederajat dngan ku,ketika cahaya datang menyapa . Bukan menjadi bayangan yang ada d belakang ku,bahkan d bawah ku.
  13. mb endah :  klau ‘bayangan” maksudnya apa2nya ngikut kita ato kita ngikut dia, jng seperti itu, harus punya prinsip sendiri.  kalo maksudnya bayangan = selalu ada bagaimanapun keadaan kita, aku setuju… :) selain keluarga, sahabat kan keluarga yg dipilih oleh kita, saling support dalam suka dan duka…

Menarik juga mengetahui pemahaman dengan sudut pandang yang  berbeda🙂

Lalu, bagaimana pendapat kalian tentang “sahabat  seperti bayangan untuk kita”?

16 thoughts on “#TawuranKata Minggu Ke-2 : BAYANGAN

  1. aku justru ga suka perumpamaan sahabat sebagai bayangan, karena bayangan baru bisa ada kalo ada bendanya. Jadi kalo ngga ada benda, dia ngga eksis? Kalo untuk aku, sahabat itu lebih seperti kakak atau adik kita, yang jadi teman cerita, teman berbagi, tapi juga teman berantem.😛 *orang yang selalu butuh sparing partner* Hihihi… Intinya, eksistensi dia penting untuk kita, tapi ngga harus ada kita untuk dia eksis, begitu juga sebaliknya.😀

  2. Sahabat seperti bayangan? IMHO, Aku kurang setuju dengan pendapat itu.. Aku mungkin lebih sepakat kalau sahabat itu seperti cermin, jujur tentang kita. Kalau kita salah, dia akan mengingatkan kita. Dan kalau kita benar, dia akan mendukung kita. Begitu pula sebaliknya.
    Kalau seperti bayangan, berarti dia ada karena kita atau pula sebaliknya.. Menurutku, itu mah followers. Hehehe…

  3. Sedikit berbeda;

    Kenapa stigma terang itu senang dan gelap itu susah ya?
    Kalau stigma itu diubah sedikit saja, bahwa terang itu ada persoalan yang menerpa diri kita, dan gelap itu dalam keadaan yang damai, bagaimana?🙂

    Menurut saya, menjadi seorang sahabat itu ya layaknya sebuah bayangan. Dia hadir tiba-tiba, tanpa di minta dan kadang dalam bentuk yang berbeda (tergantung arah cahaya dan latar tempat jatuhnya si bayangan) kalau memang kehadirannya diperlukan. Siang (cahaya) itu membutuhkan kehadiran bayangan (pernah membayangkan kalau kita tidak punya bayangan?). Dan dalam gelap, bayangan itu tetap ada, di dalam diri kita masing-masing, atau tidak jauh dari kita. Coba saja ada cahaya yang tiba-tiba ada, maka bayangan itu akan dengan senang hati hadir, tanpa protes, tanpa nanti. Bayangan juga bisa menyenangkan hati, pernah main dengan bayangan? Coba bentuk tangan kita, dan arahkan ke sebuah lampu, dan lihat di arah yang berlawanan di dinding tempat jatuhnya bayangan itu. Maka imaginasi kita akan menggeliat, bermain bersama bayangan.

    1. Finalis “Are You The Real Traveler”? Hahhahaha, tapi kok pertanyaannya ga ada hubungan dgn jalan2 ya. Eh mbak, next time mau ya jadi respondenku lagi? *wink*

      1. biasanya sahabat hadirnya kadang tidak terasa, tapi selalu berhasil menjaga dan menunjukkan keberadaan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s