Menunggu kantuk …

Malam ini … lebih tepatnya, dini hari ini saya belum tidur sama sekali. Diluar kebiasaan memang.

Saya sudah sangat mengantuk tetapi tidak bisa tidur, mungkin karena waktu tidur sudah terlewati. Mungkin karena sedang lapar (saya mempunyai kebiasaan cemil-cemil tengah malam), keasyikan bermain game menata kota, terlalu khusyu menyimak linimasa, masih kepikiran hasil obrolan dengan QQokta, dan saya merasa gelisah.

Saya tidak sendiri. Ternyata di dashboard tumblr muncul 2 nama orang yang saya follow sedang mengupload tulisannya. Saya juga menyimak linimasa twitter, ada materi seru yang sedang dibahas, #blekinnovation. Saya pun terbahak-bahak membaca kicauan mereka, dan lagi-lagi si kantuk malas mendekat.

Oh! Saya ingat kenapa gelisah. Saya belum sholat Isya’. Selesai salam rasa kantuk pun datang. Berencana segera menemui bantal & guling, tetapi urung. Mendadak ada SMS masuk dari bapak  pukul 02.11. Terus terang saya suka deg-degan tiap mendapat SMS tengah malam baik dari keluarga maupun teman. Bapak mengabarkan Pak Dhe Minto meninggal dunia, baru saja. Sontak kantuk saya kembali menghilang.

Saya teringat kali terakhir bertemu pak dhe saat idul fitri kemarin. Saat itu beliau terlihat sehat dan menemani kami sekeluarga mengobrol saat menginap di rumah mbah. Tidak ada keluhan apa-apa dan gejala apa-apa yang dirasakan ketika berhari raya. Sungguh, umur manusia memang rahasia Allah. Malam ini, Pak Dhe menghembuskan nafas terakhirnya tidak berselang lama sejak divonis dokter menderita komplikasi. Pak Dhe Minto bukan anak pertama, tetapi “dipanggil” mendahului kakak-kakaknya.

Innalillahi waa inna ilaihi roji’uun …

Semoga Pak Dhe Minto diterangkan jalannya, dilapangkan kuburnya, diterima segala amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, serta diberikan tempat terindah disisiNya. Aamiin

Selamat jalan Pak Dhe 😦

………………………………………………………………………….

Walaupun saya sudah tidak lagi mengantuk, tetapi saya harus segera tidur.

Bismika Allahumma Akhya Waa Bismika Amuut

6 thoughts on “Menunggu kantuk …

  1. Innalillahi wainna illaihi rodjiun. Semoga khusnul khotimah. Diampuni semua dosa dan kesalahan, diterima segala amal perbuatan. Yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s