#CeriTo Ke-30

Tuhan, aku ingin sekolah lagi … 

Kalimat diatas pernah saya jumpai di salah satu lukisan yang dipasang pada Off Air Kick Andy di Surabaya, dan saya berfoto dengan lukisan itu tepat sesaat setelah wisuda. Ya, Allah memang mengabulkan apa yang saya pinta melalui foto itu, tetapi bukan bersekolah di sekolah formal, melainkan sekolah kehidupan.

Sekolah kehidupan memiliki guru yang sangat banyak. Uniknya, semua orang bisa menjadi guru kita🙂 Termasuk orang tua, keluarga, tetangga, guru, tokoh-tokoh, sahabat, bahkan orang yang baru kita temui dan kenal pun bisa menjadi guru di sekolah kehidupan kita. Pembelajaran di sekolah kehidupan juga bisa dilakukan dimana saja kapan saja, selama kita masih diberikan kemampuan untuk berpikir dan belajar.

Banyak pelajaran hidup yang kita peroleh dan berhasil membuat kita sebagai “murid” nyungsang njempalik ketika mengerjakan soal-soal ujiannya. Betapa pun susahnya soal ujian yang diberikan oleh Sekolah Kehidupan, mau tidak mau harus mau, mampu tidak mampu harus mampu, harus dikerjakan! Tidak semua soal bisa dikerjakan dengan baik dan memperoleh nilai sempurna. Ada kalanya melakukan beberapa kesan dan harus mengikuti remidi. Tidak apa-apa🙂

Sepanjang menempuh “pendidikan” di sekolah kehidupan, tidak selalu  menegangkan, melelahkan, dan membosankan. Banyak kala bersekolah di sekolah kehidupan itu menyenangkan. Kita bisa bermain sambil belajar, berteman sambil belajar, dan berbincang sambil belajar. Ya, semua kembali pada si murid, bagaimana dia akan menjalani hari-harinya di sekolah kehidupannya. Bisa dengan menikmatinya sambil bersenang-senang atau juga bisa merutuki susahnya bersekolah di sekolah kehidupan.

Seperti beberapa murid SMPN 2 Merakurak pada foto diatas. Mereka memilih untuk tetap bisa bergembira (bersepeda bersama sambil bergandengan tangan dengan temannya) dan ada juga yang agak suntuk pada perjalanan pulang setelah (mungkin) seharian dipusingkan dengan materi pelajaran, fisik yang lelah, dan harus menempuh jarak beberapa kilometer menuju rumah masing-masing.

Dan #CeriTo adalah salah satu materi pelajaran sekolah kehidupan yang berhasil membuat saya belajar “menulis dengan deadline” sambil bersenang-senang. Terimakasih untuk teman-teman sekaligus guru saya untuk pembelajarannya selama merampungkan #CeriTo yang tidak terasa sudah berjalan selama 30 hari dan besok adalah hari terakhir. Otsukaresama mina san😀

12 thoughts on “#CeriTo Ke-30

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s