#CerTo Ke-26

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar waalillahilham …

Takbir ini selalu berkumandang ketika umat Islam hendak menyambut hari raya-nya, baik hari raya Idul Fitri maupun hari raya Idul Adha. Saya selalu menyukai suasana pagi di hari raya. Sekeluarga bangun lebih pagi dari biasanya dan sibuk menyiapkan diri berangkat ke masjid terdekat segera. Berpapasan dengan banyak orang di sepanjang jalan, dan terkadang saling bersapa. Ada hal yang berbeda pada pagi dihari raya dibandingkan pagi-pagi biasanya.

Kemarin, 26 Oktober yang bertepatan dengan 10 Dzulhijjah umat Islam kembali memperingati salah satu hari besarnya, Idul Adha. Idul Adha memiliki makna yang berbeda dengan Idul Fitri, begitu juga dalam cara memperingatinya. Kerabat saya di Madura pernah bercerita, bagi orang-orang di desanya lebaran (hari raya) yang paling ramai adalah hari raya Idul Adha, karena orang-orang disana lebih banyak mudik ke Madura saat hari raya Idul Adha dibandingkan saat hari raya Idul Fitri. Lain di Madura, lain lagi di Jakarta. Sore ini sahabat saya sempat bercerita bagaimana suasana Idul Fitri dirumahnya. Disana pada malam takbiran biasanya diadakan pengajian dan makan-makan, ada beberapa rumah yang masak ketupat dan saling bertukar makanan (bedanya dengan Idul Fitri hanya orang-orangnya tidak mengenakan baju bagus/khusus dan tidak saling anjangsana dari rumah kerumah). Dirumah saya, Tuban, beda lagi. Rasa-rasanya tidak ada kegiatan khusus untuk memperingati Idul Adha, selain takbir dimalam sebelumnya. Masjid-masjid juga tidak seramai Idul Fitri karena jarang ada yang mudik dan disini sekolah menengah baik SMP maupun SMA mengadakan Sholat Ied di sekolahnya masing-masing. Ada yang sedikit berbeda dengan biasanya, yaitu menu utama makanan kami😉 Yang biasanya itu-itu saja, dua hari terakhir ini didominasi oleh daging, baik daging sapi maupun daging kambing. Saya sampai bingung mau dimasak apa lagi. Kalau sudah begini, jadi kangen si tempe.

Lalu, bagaimana suasana Idul Adha di daerah kalian?🙂

10 thoughts on “#CerTo Ke-26

  1. Iya sih.. biasanya untuk yang sangat perantauan seperti dirikyu ini, Hari Raya Idul Adha jarang pulang. Apalagi biasanya liburnya cuma satu hari aja. Keluarga besar di Bogor tidak mewajibkan untuk pulang, beda lagi kalau Idul Fitri. Kalau gak pulang, kayaknya bakal dihilangkan dari silsilah keluarga #Lebay hahaha
    Btw.. selamat Hari Raya Idul Adha…. 🙂

  2. Eh, Fretty masih ya, untung gak ketemu sama panitia kurban.

    Btw, di Arab sono, kono kabarnya, Idul Adha dirayakan lebih semarak dibanding Idul Fitri.
    Di Yogya, Idul Adha nya biasa saja, tapi karena pas long wiken, byuh byuh byuh, Jogja jadi padat merayap di mana-mana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s