#CeriTo Ke-24

Begitu turun dari stasiun, sampailah kami di pertigaan besar ini. Tidak susah bagi kami untuk menemukan lokasi Pasar Seni, dari stasiun sudah terlihat gerbang berbentuk seperti wayang di seberang jalan. Selain menggunakan kereta, bisa juga menggunakan bus umum yang lewat persis di depan gerbang Pasar Seni. Mudah kan?

Ternyata Pasar Seni termasuk unggulan daerah ini. Pasar ini berdiri sejak tahun 1800-an sehingga pemerintah setempat menjadikan tempat ini sebagai heritage site dan landmark budaya. Sesuai dengan namanya, Pasar Seni, menjual berbagai macam barang seni (yang konon katanya merupakan) hasil budaya daerah ini. Adapun barang yang dijual meliputi : handicraft, barang seni, tas etnik, songket, batik, dan berbagai jenis makanan serta kudapan khas. Ohiya, disana juga menjual berbagai jenis barang yang biasa dijual di pasar malam seperti kaos, pemetik korek api, sandal, sepatu, gantungan kunci, berbagai jenis pita, dan payung. Harga yang ditawarkan pun bervariasi dan bisa ditawar. Kami yang biasanya tertarik berbelanja handicraft menjadi tidak terlalu tertarik disana karena barang yang dijual bisa dijumpai ditempat lain (Pppssttt, yang pernah kesini pasti tahu alasan detailnya). Akhirnya kami pun memborong permen coklat yang enak sekali😀

Keterbatasan membuat mereka kreatif🙂 Pasar Seni memiliki konsep menawarkan 3 hal dalam 1 tempat : something to see, something to eat, dan something to buy. Ada lagi hal unik yang kami temui ketika disana, atraksi budaya. Pengemasan atraksi budaya dengan konsep outdoor yang diadakan pemerintah setempat pada waktu-waktu tertentu berhasil menarik perhatian pengunjung termasuk kami. Mereka memperkenalkan budaya yang dimiliki melalui tarian-tarian sehingga pengunjung (dalam hal ini wisatawan) bisa mengenal kebudayaan mereka. Asyiknya lagi pengunjung bisa bergabung dengan para penari untuk menari. Seru!😀

Tetapi kalau ditanya “mau kesini lagi?” jawabannya adalah : ya nanti saya pikir-pikir lagi😉 Mungkin alasan utama saya jika kembali kesana adalah berbelanja permen coklat di tempat yang kemarin karena mas-mas yang jual ramah dan murah hati, berbaik hati memberi kami setoples kecil coklat yang dijadikan incip-incip dan ketika coklat-coklat itu habis mereka mengisinya lagi dan memperbolehkan kami menghabiskannya (lagi). Baik ya mereka?😀

10 thoughts on “#CeriTo Ke-24

    1. Yo jelas ikut menari lah mba😀 Ada kesempatan buat ngeksis, ya harus dimanfaatkan hihiihihihi
      Dan kami dipuji sama instrukur tarinya, katanya kami ini pintar menari *tsaaahh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s