#CeriTo Kesebelas

SINGKONG … nama salah satu jenis umbi-umbian yang pastinya tidak asing bagi telinga kita. Mendengar nama singkong, saya pun membayangkan berbagai produk makanan hasil olahan singkong seperti keripik, gethuk, tape, dan yang paling mantap (tapi terakhir kali makan sewaktu SD) adalah singkong bakar yang dibakar sesaat setelah dicabut dari tanah.

SINGKONG bukan hanya menjadi nama makanan, tetapi juga berkembang menjadi kiasan ketika disandingkan dengan kata “anak”. Ya, Anak Singkong. Ternyata “Anak Singkong” ini memiliki beberapa pengertian, baik yang positif maupun yang terdengar negatif.

Masih ingat kan lagu Singkong – Keju? (Duh! ketahuan umurnya :p), yang didalam penggalan liriknya terdapat : aku anak singkong, kau anak keju … Dalam konteks ini, si anak singkong bisa berarti anak yang hidupnya sederhana, makan seadanya, dan jauh dari kehidupan mewah. Pengertian ini pula lah yang terlintas ketika membaca judul buku Chairul Tandjung Si Anak Singkong😀 Sebenarnya saya belum membaca bukunya, jadi tidak tahu apakah pengertian saya tadi sesuai atau tidak dengan maksud judul buku tersebut.

Siang ini dilapak sebelah, saya mendapati tret Ipied yang bercerita tentang kekagetannya saat tahu makna “anak singkong” yang lain. Saya dan beberapa teman yang lain juga kaget. Kami baru tahu bahwa Sys NS dan Wakrop Prambors memiliki pengertian sendiri tentang anak singkong, yaitu : anak yang terlahir karena “asal tancep -jadi”, sama seperti batang singkong yang asal tancep di tanah terus jadi deh tuh pohon Singkong  … Reaksi kami jadi campur-campur antara kaget dan wkakakkaakkakkakaa *ketawa guling-guling*

Ternyata itu ya artinya Anak Singkong? Lalu, Anak Singkong yang dibukunya Pak Chairul Tandjung itu artinya apa? Ada yang sudah baca?

14 thoughts on “#CeriTo Kesebelas

  1. Beeeeeeeeeeeeuh! *geleng-geleng* Eh, emang kalo asal tancep kenapa? Trus berarti anak singkong artinya apa, Yan? *muka polos*

  2. kalau dari iklannya sih Pak Chairul Tandjung itu yg anak singkong tipe pertama…. tabun…😀
    tYa udah.. dibaca gih bukunya.. nanti kabar2i ya Pak Khairul tandjung tipe yang mana….. #Ditimpuk

    1. ketebalan buku itu membuatku berpikir ulang buat baca🙂 apalagi waktu itu blm kenal sosok Chairul Tandjung *Hhhaa? hare geneeee?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s