Khayalan yang diceritakan kembali secara apik oleh Fretty ^__^ Aaaaaaa, frettyyyyyyy, aku mau Mas Wicak yang ini #Eh

Fretty's Blog

watch?v=oHgfpuCo9Fc&feature=fvwrel

Senja bergulir selapis demi selapis. Mentari mulai bersiap menuju peraduannya. Angin bermain-main nakal diantara dedaunan, menggoda kelopak-kelopak bunga yang jadi seolah mengangguk-angguk.

Kami, seperti selalu, asik dengan dunia kami masing-masing. Aku dan novel detektifku, dia dan kekasih pertamanya: gitar. Sepiring pisang goreng kesukaannya dan dua cangkir kopi yang segera akan habis di meja di antara kami.

“Kalian itu pacaran atau ngapain sih? Yang satu gitaran, yang satu mbaca. Mbok ngobroooool!”begitu ujar Rara, adikku, lima menit yang lalu sambil berlalu menghampiri Rangga, kekasihnya yang sudah duluan sampai di luar gerbang dan sedang sibuk memutar motornya. Yang disebut belakangan itu tersenyum samar mendengar celoteh pacarnya.

“Pacaran yang gitu standar, Ra. Kami kan pake bahasa kalbu. Ya, Nde?”sahut Wicak, sambil meraih tisyu dari atas meja dan kemudian menggodaku dengan cara mengusap-usapkan ujung tisyu itu di puncak hidungku. Tanpa mengangkat mataku dari halaman novel yang sedang asyik kubaca, dengan tangan kiri kutangkap tisyu…

View original post 945 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s