awardeean


8 Comments

Melawan Aviophobia Bersama Air Asia

I really love to travel, but really hate to fly

 Kalimat diatas cocok untuk disematkan sebagai slogan saya dalam traveling. Ya! Saya adalah seorang penderita aviophobia, yang mana sangat takut untuk terbang. Melihat banyak berita kecelakaan pesawat, cerita-cerita turbulensi yang dahsyat, dan melihat pesawat terbang malam hari cukup membuat  kaki saya gemeteran, ketakutan. Itulah kenapa, saya selalu mendahulukan moda transportasi lainnya saat hendak traveling ke suatu tempat, dan pesawat menjadi alternatif pilihan terakhir.

Continue reading


13 Comments

Perpanjangan SIM C Tanpa Calo

Sebenarnya, masa berlaku SIM saya baru habis bulan depan, tetapi karena takut kelewat tanggalnya dan mumpung lagi lodhang juga, akhirnya saya pun memutuskan mengurus perpanjangan SIM kemarin, beberapa minggu lebih awal.

Bayangan saya, kondisi Polres Tuban kurang lebih sama seperti 5 – 10 tahun lalu saat mengurus SIM. Penuh sesak orang dan antrian panjang. Itulah kenapa, saya sudah mempersiapkan diri dengan membawa minum dan cemilan, jaga-jaga kalau kelaparan saat sedang menunggu antrian :lol: *Males beli di kantin sana, soalnya antrian bakal disalip*

Continue reading


29 Comments

Tukang Dempul & Mimpi Menginjakkan Kaki ke Jepang

Jepang

Negara ini pertama kali membuat saya jatuh cinta saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Perkenalan saya dengan Jepang diawali dari serial kartun yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi nasional. Sebagai Generasi 90-an, saya tentu tidak asing dengan serial anime : Doraemon, Sailormoon, Candy-candy, Born To Cook, The Kicker, Dragon Ball, Saint Seiya, Astro Boy, Lady Oscar, Ranma ½, Inuyasha, dan lain-lain.

Selain itu, saya mengenal sisi Jepang yang lain lewat serial doramanya.  Ada satu garis merah yang didapat dari setiap dorama Jepang  yang saya tonton, walaupun dorama-dorama tersebut berbeda genre. Semangat! Iya, dorama-dorama tersebut menampilkan semangat orang-orang Jepang dalam kesehariannya. Dan, semangat itu berhasil menular pada saya.

Setiap kali mengikuti serial dorama Jepang, setiap kali itu juga saya menabung impian suatu hari nanti bisa mengunjungi tempat-tempat yang biasa dilihat di serial dorama, menyapa orang-orang yang ada di sana, mendengarkan mereka berbincang dalam bahasanya, menyelami budayanya, menikmati kesibukan kotanya, dan tentu saja mencicipi makanan tradisional Jepang yang menggoda selera.

Sungguh, saya kagum dengan bagaimana Jepang mengemas kebudayaan dan identitas negaranya lalu memperkenalkannya pada dunia. Cerdas, kreatif, dan mengesankan! Mereka membuat saya mengenal Jepang dengan cara yang menyenangkan.

Jepang memiliki kuliner khas yang kaya jenisnya. Selain itu, orang-orang Jepang juga kreatif menyajikan setiap masakannya supaya terlihat menarik dan mengundang selera. Sebut saja : Dorayaki, Mochi, Onigiri, Ramen, Shushi, Takoyaki, Tempura, Udon, dan yang  paling ingin saya coba dibandingkan yang lain adalah Eki Bento. Eki bento merupakan nasi box yang biasa dijual di stasiun-stasiun dan dimakan saat berada di dalam kereta. Alhamdulillah, Kawaii Beauty Japan membuka kesempatan untuk itu. Saya jadi punya peluang mewujudkan mimpi ke Jepang #sujudsyukur

makanan khas Jepang

Jepang  merupakan negara maju yang tetap mempertahankan kebudayaannya, dua diantaranya adalah budaya minum teh lengkap dengan serangkaian tatacaranya dan ikebana, seni merangkai bunga.  Jika saya berhasil ke Jepang, tentu saja ingin sekali mencobanya. Ketelatenan dan kelemahlembutan saya sebagai wanita pastinya akan “diuji” saat melakukan upacara minum teh dan ikebana.

Apakah saya akan bisa? Muzukashii desu, demo ja ganbatte ne \(^_^)/

Japanese Woman in a Kimono Making Tea --- Image by © Bloomimage/Corbis

Upacara Minum Teh (Sumber : mengenalbahasa.blogspot.com)

ikebana

Ikebana (Sumber : J-cul.com)

Pernah belajar di bidang planology, hal-hal tentang perkotaan dan pedesaan di Jepang tentunya sangat menarik minat saya. Suasana pedesaan yang tenang lengkap dengan keramahtamahan penduduknya, serta kesibukan kota dengan hilir mudik orang-orang didalamnya berhasil memancing rasa penasaran untuk bisa menyaksikannya secara langsung.

Kesibukan kota tokyo sejak pagi hingga tengah malam menjadi daya tarik tersendiri bagi kota ini. Karenanya, Tokyo menjadi salah satu destinasi wajib saat saya ke Jepang nanti. Selain itu, ketenang kuil di Osaka dan deretan bunga Sakuranya merupakan sisi lain Jepang  yang asyik untuk dinikmati. Setelah Tokyo dan Osaka, Kobe menjadi tempat ketiga yang ingin dikunjungi. Menonton film The Children of Kobe beberapa tahun lalu, berhasil membuat  saya jatuh cinta dengan kota ini. Dan sebagai muslim, saya ingin melihat lebih dekat perkampungan muslim yang ada di sana.

Sibuknya Tokyo (Sumber : http://www.telegraph.co.uk)

Osaka

Masjid Kobe (Sumber : jepang.panduanwisata.com)

Menonton dorama tidak hanya membuat saya terhibur  mengikuti ceritanya, melihat tempat-tempat indah yang ada disana, tetapi saya juga penasaran dengan kecantikan para wanitanya. Satu yang saya suka dari kecantikan wanita Jepang, mereka tetap terlihat cantik tanpa riasan berlebih pada wajahnya. Saya penasaran dengan bagaimana mereka merias wajah, terlihat natural sekaligus cantik.

Sebut saja Toda Erika ketika di serial Liar Game, Ueto Aya saat berperan di Nagareboshi, serta Ayaka sang penyanyi solo yang selalu terlihat cantik dalam tampilannya yang bersahaja.

wanita Jepang

Erika Toda – Ueto Aya – Ayaka

Orang  Jepang terkenal dengan kekreatifannya, termasuk dalam hal tata rias. Salah satu contohnya adalah  Cosplay, riasan yang menggambarkan karakter anime dari Jepang. Bagaimana orang-orang Jepang mewujudkan karakter kartun dalam versi nyata, menurut saya itu luar biasa. Teknik riasan yang dipakai pun tentunya tidak seadanya, butuh keahlian serta perlengkapan make up yang lumayan.

cosplay

Cantiknya Cosplay (Sumber : jurnalotaku.com)

Selain memecahkan rasa penasaran tentang rahasia kecantikan wanita Jepang, saya pun ingin sekali berbelanja beberapa produk kosmetik yang ada di sana. Selain produknya yang bervariatif, pengemasaan kosmetik Jepang terlihat lebih unik dibandingkan kosmetik dari negara lain. Sepertinya saya akan “khilaf” berbelanja saat di sana :lol:

Harajuku Street! Nama ini sudah lama saya dengar gaungnya. Fashion street yang nyentrik menjadi salah satu daya tariknya. Selain mencuci mata melihat tampilan-tampilan trendy dan nyentrik dari pemuda-pemudi yang ada di sana, saya juga bisa memanjakan mata dengan melihat-lihat produk kecantikan dijual di sana. Toko Daiso 100 Yen, misalnya.

Daiso 100 Yen (Sumber : http://www.virtualtourist.com)

Shibuya! Daerah yang terkenal akan perempatannya yang  super sibuk saat jam tertentu, ternyata juga memiliki daya tarik lain, khususnya bagi penggemar produk kecantikan. Ya, selain perempatan Shibuya, di sana juga terdapat Matsumoto KiYoshi, toko kecantikan yang sangat terkenal. Sepertinya saya akan banyak menemukan produk-produk kosmetik unik saat berbelanja di toko ini :lol:

Toko Matsumoto KiYoshi (Sumber : muza-chan.net)

Tertarik dengan hal-hal berbau Jepang, kecantikan, kebudayaan, serta lifestyle membuat saya suka mengunjungi  http://www.kawaiibeautyjapan.com/. Web tersebut tidak hanya menyediakan informasi soal kecantikan, tetapi juga soal diet, makanan, lifestyle, dan serba-serbi tentang di Jepang.

KBJ 2

Bagusnya lagi, kawaii beauty japan juga mengajak kita untuk berpartisipasi menjadi bagian di dalamnya. Menyukai pengetahuan soal make up dan hobi menulis, tentunya sangat asyik jika bisa bergabung di sini. Menjadi blogger di kawaii beauty japan? Kenapa tidak ^_^

Untitled

Nah! Untuk yang tertarik bergabung, bisa mendaftar dengan meng-klik banner di atas ^_^

Apakah saya sudah mendaftar? Tentu saja #kibasin jilbab

Untuk mendapatan informasi terbaru dari kawaii beauty japan sangat mudah, cukup me-like fanpage Kawaii Beauty Japan. Selain itu bisa memfollow Twitter dan Instagramnya. Selain info, ada juga kuis-kuis yang sering diadakan di sana. Menyenangkan ya? :D *Langsung follow semuanya*

Sepertinya tabungan “mimpi berangkat ke Jepang” semakin menggembung malam ini :lol: Supaya tidak meledak dan tercecer kemana-mana, baiknya mempersiapkan tabugan mimpi itu supaya bisa menjadi kenyataan. Yuk!

Apa saja yang perlu dipersiapkan? Informasi tentu saja :D

Informasi ini meliputi tiket perjalanan, penginapan, pengurusan visa, kebutuhan selama di sana (termasuk kebutuhan transportasi), serta rencana anggaran. Pihak HIS Indonesia menyediakan banyak informasi untuk kita. Tidak hanya itu, mereka juga menyediakan fasilitas booking online untuk mempermudah kita mempersiapkan perjalanan. Ada dua jenis tour yang ditawarkan : individual Tour dan Group Tour. Penawaran ini membuat pilihan perjalanan kita lebih fleksibel, khususnya saat mengatur budget.

HIS 2

Jika bingung menganggarkan dana untuk berjalan-jalan ke Jepang, pihak HIS Indonesia menyediakan beberapa opsi yang bisa kita pilih, dan tentunya disesuaikan dengan destinasi dan kisaran anggaran kita.

HIS 1

Sebagai perusahaan yang terpercaya, HIS  memiliki 3 keunggulan diantaranya :

  1. Harga terbaik. HIS memberikan penawaran harga yang  terbaik
  2. Melayani Last Minute Booking. Jika mendadak harus melakukan perjalanan, tenang saja. HIS dapat membantu mengaturnya satu hari sebelum atau bahkan pada hari keberangkatan.
  3. Worldwide Network. HIS memiliki 105 kantor yang tersebar di luar Jepang, sehingga memudahkan anda baik saat di Jepang maupun di  negara lainnya.

Layer-4

Sebagai orang yang belum pernah ke Jepang dan “buta” akan kondisi di sana, menggunakan jasa HIS Indonesia tentunya akan memudahkan perjalanan saat di sana karena semua persiapan dan informasi sudah disediakan.

his 3

Dan saya pun semakin kemecer pengen ke Jepang :’)

HISBeautyTour


6 Comments

Lebaran …

Assalamualaikum ^_^

Bagaimana lebarannya tahun ini? Menyenangkan kan ya?

Ada masakan apa saja di rumah? 

Sudah habis berapa toples kue?

Sudah ketemu siapa saja tadi?

^_^

Untuk saya pribadi, lebaran kali ini tidak jauh berbeda dengan sebelum-sebelumnya, hanya saja silaturahimnya lebih banyak karena teman-teman saya pun bertambah.

Yang agak berbeda, lebaran kali ini saya menghabiskan malam takbiran dengan tidur pulas, tidak seperti tahun-tahun lalu yang biasa saya habiskan dengan mengobrol sampai pagi bersama teman. 

Sejak H-1 kemarin, saya mulai nyicil berkirim pesan lebaran, secara personal tentunya :D Ada yang  berbalas, ada juga yang tidak berbalas, tetapi semoga yang tidak berbalas itu pesannya sampai ke yang menerima, takutnya si pesan nyangkut di jangkar :p 

Diantara pesan yang  berbalas, ada saja pesan yang lucu-lucu dari si teman. Mulai dari yang menyisipkan pesan supaya rajin mandi, ada yang sok “ngambek” kasih maaf duluan trus baru minta maaf, dan ada yang awalnya berkirim pesan lebaran tapi ujung-ujungnya merembet gibah kemana-mana :lol:

Lalu, apa yang paling berkesan? Heemmmm …. apa ya? :lol:

Alhamdulillah bulan Ramadhan tahun ini bisa terlalui dengan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Semoga setelah khatam puasa Ramadhannya, kita semua bisa menjadi muslim yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam hal ibadah, sikap, maupun bertuturkata.

Selamat Idulfitri ya teman-teman ^_^

Mohon maaf atas segala kesalahan, komen yang kadang lancang, dan postingan yang kurang berkenan.

#Sungkem


26 Comments

Le Grand Voyage

le-grand-voyage

Ya, Le Grand Voyage ini judul sebuah film. Film lama sebenarnya, tetapi saya baru tahu dan menontonnya setelah membaca twit reply dari mas Ariy dan Fahmi. Mereka berdua adalah pria-pria ketje dan tangguh tetapi bisa mewek-mewek saat menonton film ini. Saya kan jadi penasaran! :lol:

Membaca review sana-sini, mencoba mengintip gambar, sampai menyimak penggalan filmnya di youtube ternyata tidak mampu menjawab rasa penasaran saya. Akhirnya saya pun berkeliling kota mencari persewaan DVD dengan harapan dapat menyewa dan menontonnya di rumah. Tetapi, bahkan persewaan terbesar di sini tidak mengoleksi Le Grand Voyage :(

Sebenarnya ada dua teman saya yang punya, Fahmi dan Ari tanpa Y. Sayangnya, mereka tinggal di kota yang berbeda. Fahmi di Semarang, dan Ari di Tangerang #MbrebesMili

Lalu, saya pun bongkar-bongkar youtube dan mencari versi full film ini. Alhamdulillah dapat :D

Apakah saya juga mbrebes mili seperti Fahmi dan mas Ariy?

*****

Film ini bercerita tentang perjalanan sepasang ayah – anak menuju tanah suci Mekah. Sang ayah berniat menunaikan ibadah haji melalui jalan darat, dan Reda, anaknya bertugas mengantar beliau sampai sana dengan mengendarai sebuah mobil tua.

Konflik diantara keduanya sudah terlihat sejak awal saat sang ayah mengutarakan niatnya pada Reda. Situasi yang tidak mudah untuk Reda, karena dia harus menyelesaikan ujian akhirnya. Ada satu lagi yang menjadi keberatan Reda, dia harus berpisah dengan kekasihnya, Lisa.

Menempuh perjalanan hanya berdua dengan ayahnya, tentu saja memunculkan konflik-konflik yang mewarnai perjalanan mereka. Mulai dari sang ayah yang membuang HP, pertengkaran dan perselisihan saat memutuskan jalur yang ditempuh, serta penipuan yang mereka alami dalam perjalanan.

2.5_LeGrandVoyage_1_thumb

Berbekal peta fisik, mereka melalui berbagai kota di beberapa negara dengan musim yang berbeda-beda. Perjalanan ribuan mil tidak hanya menguras fisik mereka, tetapi juga kesabaran. Perlahan Reda dan ayahnya mulai menikmati sisa perjalanan menuju Mekah.

Ada satu penggalan percakapan yang menarik diantara keduanya, saat berlindung dari salju,

Ayah : what’s on your mind?

Reda : i wanted to ask you something. 

Ayah : what?

Reda : why didn’t you fly to Mecca? it’s a lot simpler

Ayah : when the waters of the ocean rise to the heavens, they lose their bitterness to become pure again. The ocean waters evaporate as they rise to the clouds. And as they evaporate, they become fresh. 

Ayah : that’s why it’s better to go on your pilgrimade on foot than on horseback. And better on horseback than by car. And better by car than by boat. And better on by boat than by plane.

alicefilm.ru

Penipuan yang mereka alami di tengah jalan telah menguras uang tabungan mereka, dan sisa perjalanan ke Mekah terancam batal. Untunglah, sang ayah masih menyimpan uang di bagian dalam sabuk. Uang yang sedianya akan digunakan saat pulang, terpaksa digunakan untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Persediaan uang yang terbatas membuat mereka harus berhemat dan menghitung setiap pengeluaran sepanjang perjalanan. Sampai suatu ketika, mereka bertemu sepasang ibu-anak peminta-minta di lokasi perhentian. Tanpa pikir panjang, sang ayah mengulurkan selembar uang untuk ibu tadi. Reda pun protes karena merasa ayahnya sudah bersikap tidak adil, dan meninggalkan ayahnya seorang diri.

3l

Menjelang sore, sang ayah menyusul Reda yang sedang menyendiri di puncak bukit, untuk mengutarakan rencana selanjutnya, menjual mobil dan Reda kembali ke Perancis dengan pesawat. Namun akhirnya, Reda lebih memilih melanjutkan perjalanan bersama ayahnya. Setelah menempuh perjalanan panjang ribuan mil mulai dari Perancis, Italia, Slovenia, Kroasia, Yugoslavia, Bulgari, Turki, kemudian menyeberang  ke negara-negara Arab seperti Syiria, Jordan, lalu sampailah mereka di Saudi Arabia.

Sesampai di camp haji yang mereka dirikan bersama beberapa rombongan haji lain, sang ayah pun bersiap untuk melakukan towaf dan sa’i menggunakan bus. Reda memutuskan untuk menunggu sang ayah di camp. Menjelang malam, saat seluruh rombongan kembali ke camp, Reda tidak menemukan ayahnya.

Esok harinya, Reda memutuskan mengikuti rombongan menggunakan bus untuk mencari ayahnya. Mencari seseorang di tengah lautan manusia saat musim haji tentu saja bukan hal yang mudah, tetapi Reda tetap berharap bisa bertemu dengan ayahnya hari itu juga.

LeGrandVoyage-5

*****

Saya pun paham, kenapa Fahmi dan mas Ariy bisa  mewek sat menontonnya. Mereka adalah anak laki-laki, dan tentunya memahami hubungan kedua ayah-anak ini dengan semua lika-likunya.

Menonton film ini dan menyaksikan kekhusyukan ayah Reda, mengingatkan saya pada mbah Kakung yang sangat berharap suatu hari bisa menginjakkan kaki di tanah suci.Sepeti tebak-tebak buah manggis sebelumnya, saya ikut mewek saat menonton film ini, khususnya saat Reda berhasil menemukan ayahnya.

Matur nuwun Fahmi, mas Ariy ….

Bisa belajar banyak dari film ini dan lebih menghargai lagi setiap momen bersama bapak ibuk :)


10 Comments

Sesenggukan Gara-gara Yamada Taro kun

Masih ingat kapan terakhir kali menangis?

Saya sih baru saja, hehhehhehhehhee

Oh! Saya tidak sedang sedih apalagi patah hati. Tenang saja #halah

Jadi ceritanya, jumat malam lalu saya sedang dilanda kebosanan. Parah! Nonton tayangan televisi, malas. Berselancar internet, malas. Baca buku juga malas. Akhirnya bongkar-bongkar isi lemari dan ketemulah sebendel DVD dorama Jepang kiriman mbak Maya.

Continue reading


29 Comments

Tentang Mas Moderator Capres-Cawapres

ini-sosok-zainal-arifin-mochtar-moderator-debat-capres-kpu

(Sumber : merdeka.com)

Senin, 9 Juni 2014 lalu, saya termasuk salah satu dari sekian juta penonton yang mengikuti acara debat capres dan cawapres. Mainstream? Biar saja :lol: Ini bukan pemilu pertama saya, tetapi baru kali ini saya tetarik menyimak debat capres dan cawapres di televisi secara utuh.

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, dunia Twitter bakal riuh komentar soal isi debat capres-cawapres. Bahkan jika tidak menyaksikan secara langsung pun, saya tetap bisa mengikuti jalannya acara secara detail karena banyak sekali orang  yang follow “melaporkan” langsung isi debatnya. Ada yang  serius, ada yang mengandung emosi, ada yang lucu-lucuan, dan ada yang hilang fokus …. seperti saya :lol:

Continue reading


11 Comments

Perjalanan si Tante Dempul

Sebenarnya, kalau urusan rias-merias, saya sudah mulai coba-coba sejak jaman kuliah. Tentu saja, teman-teman kos yang menjadi “korban” waktu itu. Sebagai orang yang minim banget pengetahuan soal teknik make up, seringnya hasil riasan saya amburadul. Mulai dari eyeshadow yang gak kelihatan, blush on yang berlebihan sehingga berefek pipi seperti ditampar, dan belum pinter menggambar alis, sehingga bagian alis selalu dilewatkan begitu saja.

Continue reading


33 Comments

Kenal Imung?

Hari ini, ketika mengantar adek sepupu yang merengek minta dibeliin tempat pensil di salah ssatu toko buku di sini, saya menyempatkan menyusuri rak-rak novel, kebiasaan yang sudah lama saya tinggalkan, karena belakangan saya lebih sering membeli buku secara online. Alhasil, dari sudut ke sudut, saya menemukan banyak nama baru dan judul novel yang masih asing. Ada beberapa yang saya kenal, itu pun karena sering disebut-sebut oleh beberapa teman dan orang yang saya follow di Twitter. Yang lainnya? Saya tidak tahu :(

Continue reading


19 Comments

Sugeng Tanggap Warsa, Mbak Yusmei

Sekali lagi, nyelipin surat di postingan blog ini tidak apa-apa kan? #Eh

 

Hai Mbak Yusmei …

Selamat ulang tahuuuuuuunn ^_^

Hemmm, yang ke berapa? Oh! Masih yang ke – 17 ya? Seumuran sama Nenny dong? :lol:

 

Aku bukan pengingat ulang tahun yang baik, mbak. Tapi syukurlah, ada pemberitahuan dari facebook kalau hari ini adalah hari ulang tahunmu.

Ga kerasa, terakhir kita bertemu sudah 6 bulan yang lalu ya mbak? Hehhehheee

Tahun lalu, aku sempat terlibat tiga perjalanan denganmu, dan alhamdulillah semuanya menyenangkan. Semoga kau tidak kapok menjadi travelmate-ku di kesempatan yang lain. Mungkin Solo? Semarang? atau Salatiga? #diklethakZizah

Di #LasemTrip, tempat kita pertama bertemu, juga dengan beberapa teman keren lainnya. Asyiknya, perjalanan itu menjadi pembuka pertemanan kita semua. Senang bisa menjadi bagian dari kalian.

Trip selanjutnya, kita tidak sengaja eh lebih tepatnya kalian menculikku sepulang dari mantenan Ari. Rencana dadakan dan saltum di gardu pandang Pati Ayam sampai mengincip soto kerbau di Kudus benar-benar “kejutan” yang menyenangkan :lol:

Dan, terimakasih yaaa mbak sudah mau menyempatkan sambang ke Tuban, walau harus menempuh berjam-jam perjalanan dari Solo #terharu

Selamat ulang tahun yaa mbak Yusmei #hugs

Semoga dilimpahi semakin banyak kebaikan, selalu sehat, dan berbahagia.

Oiya, semoga segera terwujud juga cita & cintanya. Jangan galau lagi kalau denger lagunya Kahitna yaa mbak #Dikeplak

Ayo kapan kita ngobrol-ngobrol lagi?

541432_10200676495742390_1891566617_n

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 180 other followers