awardeean


16 Comments

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Saat masih kuliah, saya mulai berkenalan dengan Asus, dan satu-satunya produk Asus yang saya tahu berupa CD/CD-RW Room. Selang beberapa tahun kemudian, barulah mengenal produk Asus yang lain. Notebook!

“Ar, kalau mau beli notebook yang oke tapi budget sekitar 4 jutaan, notebook apa ya?”

“Asus aja mbak”

Itulah cuplikan percakapan saya dengan adik yang kuliah di jurusan IT. Tentunya, dia sudah mempertimbangkan beberapa hal seperti spec, kebutuhan penggunaan, dan budget sebelum memberikan sarannya. Merasa agak asing dan ragu dengan saran adik, saya pun membeli notebook merk lain dengan kisaran harga yang sama. Sebagai orang yang awam dan minim pengetahuan tentang notebook, saran terbanyak dari orang-orang dekatlah yang saya jadikan acuan saat hendak membeli.

Continue reading


22 Comments

(Bukan) Surat Cinta, untuk Nenny

nenny

Hai Xena! *cuppika-cuppiki*

:) :D

 

Harusnya, surat ini diposting bulan Februari lalu, tapi ternyata sampai awal April suratnya belum tayang juga. Sepertinya, surat ini memang menunggu waktu yang  tepat untuk muncul di sini #halah :)

Kamu inget ga Nen, pas pertama kita ketemu di Lasem dulu?

Kamu adalah orang pertama yang kutemui saat di Lasem. Bahkan saat itu, aku belum tahu Ari yang mana (padahal dia yang mengundangku), eh sudah kenalan lebih dulu sama calon istrinya :lol:

2 hari 1 malam di Lasem, tentunya bukan waktu yang lama, tapi ternyata cukup untuk membuat kita berteman dekat ya Nen. Ada satu momen denganmu yang sangat berkesan => saat  kita sama2 di masjid Lasem, ceceritaan tentang kamu dan Ari. Sampai sekarang, aku masih mengingat obrolan-obrolan yang  menurutku romantis itu. Serius! :D

Cerdas, ceria, lucu, menggemaskan, puitis, melankolis, perhatian, tetapi juga tengil. Itulah yang kukenal darimu. Tapi belakangan, ada satu sifatmu yang baru aku tahu. Ternyata kamu wanita yang kuat, seperti Xena :D

Kehilangan calon debay pada kehamilan pertama, apalagi saat itu sedang berjauhan dengan suami, tentu bukan hal yang mudah. Aku, Zizah, dan Mbak Yusmei ikut sedih mendengar kabar itu dan kami sangat mengkhawatirkanmu. Saat  itu, aku sampai ngemenke nginstall BBM di HP supaya bisa berbincang denganmu (kamu ga tau kan? kan? kan?). Syukurlah, kamu bisa melalui masa-masa sulit itu dengan baik.

Hari ini, kamu berulang tahun yang (katanya Ari) ke-17. Momen ini pasti sangat berkesan, karena ini kali pertama merayakan ulang tahun berdua dengan suami (tahun lalu Ari masih jadi calon suami).

Boleh kan aku ikut berdoa untukmu?

Semoga, di usia yang menginjak angka baru ini, kamu dilimpahi semakin banyak kebaikan, selalu sehat, dan berbahagia. Oiya, ada tambahan doa lainnya. Semoga segera “isi” lagi, makin rajin posting resep masakan yang bisa kucontek, bisa rumpi-rumpi sambil ngopi cantik denganku lagi, dan ….. kamu mau didoakan apalagi Nen? :D

Selamat ulang tahun yaa Nennyyyyy *Muuuaacchh*

Ayo kapan kita traktiran apa dan dimana #Eh

PS: Titip salam untuk suamimu yang  tengil itu.


24 Comments

Merinding di El Tari

IMG_20140201_144423

Biasanya, di ujung sana terlihat deretan perbukitan yang menghijau dan berlatar langit biru cerah, tapi hari itu yang  tampak hanya warna putih.

Biasanya, diluar pintu ruang tunggu ini terlihat para pegawai bandara berseliweran, baik yang mengangkut barang ke pesawat, maupun yang mengambil barang dari pesawat, tapi hari itu landasan sepi. Semua memilih berada di dalam ruangan.

Biasanya ruang tunggu ini cukup ramai dengan suara orang-orang yang duduk di dalamnya, baik yang sedang berbincang dengan teman sebelah maupun yang menerima telepon, tapi hari itu suasana agak sepi walaupun ruang  tunggu penuh. Sebagian besar orang  yang ada di sana lebih memilih diam sambil memandang keluar jendela.

Continue reading


17 Comments

Bertamu ke Maubesi

Cuaca siang itu agak mendung dan saya berharap tidak turun hujan karena perjalanan kami masih jauh. Sepertinya Gaule Jen (mas ojek kepercayaan adek) juga tidak membawa jas hujan yang bisa dipakai berdua. Lepas dari pos imigrasi Winni – Oecusse, kami harus berteduh menunggu hujan reda. Seringnya, hujan di Pulau Timor ini hanya berlangsung sebentar, tetapi sangat deras. Cukuplah bisa membuat kami basah kuyup jika nekat menerobos hujan sambil bermotor. Dan benar, belum ada sepuluh menit hujan sudah reda.

“Kita langsung pulang ke Kefamenanu bu?” tanya Jen yang  hendak menyalakan motornya. Oiya, dia memanggil saya ‘bu’ karena dia memanggil adek saya Pak Fajar #dijelasin.

“Oh enggak. Saya ingin ke desa pusat pengrajin tenun dulu,”

Sekilas ada ekspresi ragu di wajah Jen, lalu saya pun menyodorkan artikel tentang daerah bernama Maubesi yang sudah tersimpan di HP. “Kakak tau Desa Maubesi, kan?” saya pun memastikan Jen bisa membawa saya ke Maubesi.

“Nanti dicari sama-sama …”

 

Continue reading


33 Comments

Djafar Homestay, Kupang

Saat ke Kupang Januari lalu, saya benar-benar tidak mempersiapkan itinerary dan belum menentukan akan menginap dimana selama di sana. Praktis, saya pun manut saja kemana si adek, Tiok, membawa saya selama di Kupang.

Kami mendarat di Kupang saat jam menunjukkan pukul 11 malam. Tiok yang menjemput kami di bandara pun sudah menunggu dan mem-booking penginapan untuk beristirahat malam itu. Alih-alih menuju ke penginapan untuk beristirahat dan menaruh barang-barang, kami justru menuju Kampung Solor untuk mengisi perut yang mulai keroncongan.

 

Continue reading


49 Comments

Twitter Crush (?)

Ini tentang mas idola di Twitter …

Akhir-akhir ini timeline Twitter saya sangat ramai dan meriah. Tentu saja karena kami (saya dan beberapa teman yang  sudah seperti saudara sendiri #Ngaku2) sedang rukun-rukunnya. Tema bahasan kami tidak pernah jauh-jauh dari …. ya mari kita sebut TWITTER CRUSH :lol:

Bersama mereka, saya merasa kembali menjadi anak remaja yang sedang dijodoh-jodohkan dengan teman sekelasnya. Padahal kami (saya dan mas idola) sudah bukan remaja lagi, sudah menginjak kepala tiga ini #BukaKartu. Dan teman-teman saya pun sama, mereka juga bukan lagi remaja bahkan sebagian sudah berkeluarga.

Continue reading


29 Comments

Taman Nostalgia

Pagi ini, saya mendapati postingan Ari tentang tema Turnamen Foto Perjalanan ke-36,TAMAN. Kebetulan! Saya juga ingin bercerita tentang taman. Kita sehati banget sih Ar :lol:

Taman, dalam hal ini taman kota, merupakan ruang publik yang dapat diakses siapa saja dan kapan saja, tentunya secara gratis. Taman kota memiliki peranan yang sangat penting dalam tata ruang kota karena selain berfungsi sebagai RTH (Ruang Terbuka Hijau), juga berfungsi untuk menjadi sarana kegiatan masyarakat.

Continue reading


19 Comments

Museum Kambang Putih

museum Kambang Putih

Bangunan bercat pink ini bernama Museum Kambang Putih, berada di pusat kota, kawasan yang sejak pagi hingga malam hari selalu ramai orang. Namun, keberadaannya kontras dengan sekitarnya. Bukan soal warna, tetapi keramaian yang ada di dalamnya. Seringkali museum ini sepi pengunjung, hanya ada beberapa petugas serta satu atau dua pengunjung pada hari biasa. Saking sepinya, bahkan keberadaan museum ini kerap tidak disadari para wisatawan (ziarah) karena tertutup antrean becak yang mengular, antri menunggu giliran mendapat penumpang.

*Postingan ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan periode 35 bertema MUSEUM dengan tuan rumah Isna*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 158 other followers